In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know. What can I say, it's an expensive hobby. I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood. Cimol hides himself in his favorite spot ...
Kematian selalu datang
tiba-tiba tanpa kita bisa memperkirakan kapan. Kematianpun memberikan satu
cerita yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita yang masih berjuang dengan
kerasnya kehidupan.
taken from internet
Beberapa waktu yang
lalu seorang teman kehilangan ibunya. Ibunya yang diketahui tidak menderita
sakit apapun, tidak ada riwayat sakit sama sekali selama hidupnya, tiba-tiba
mengalami gagap. Seolah sulit bicara. Bisa sih ngomong tapi harus dipandu. Jadi
syaraf diotaknya seperti mesin, tidak bisa mengungkapkan isi hatinya.
Mendapatkan cerita
itu, saya pun berpikir ‘apa ndak stroke itu? Atau masalah syaraf dimana gitu
kek. Aneh aja kalo tiba-tiba gagap. Karena itu udah pasti ke syaraf’. Teman
tersebut mengatakan ‘nggak apa-apa kok, kata dokternya cuman terlalu sering
terpapar kipas angin jadinya kulitnya ketarik kebelakang dan mulutnya nggak
bisa ngomong’.
Kok saya merasa ada
yang janggal ya disini. Ah sudahlah semoga baik-baik saja. Padahal saat itu
kami semua menyuruhnya membawa ibunya ke rumah sakit, ke dokter spesialis. Tapi
dia bilang nanti nanti dan nanti. Akhirnya tuhan berkata lain.
Ibunya yang akan
dibawa ke dokter spesialis hari senin malam, terjatuh dari motor yang
dikendarainya hari senin siang. Tau kan Surabaya panasnya gimana? Hari itu
panas bener-bener menyengat. Si ibu jatuh setelah mengendarai motornya, dan
sepertinya kepala bagian belakangnya trauma. Sesampainya dirumah, si ibu muntah
dan pingsan.
Dibawa ke rumah sakit
dan segera masuk ICU. Kita baru berkesempatan menjenguk hari rabunya. Nggak tau
kenapa saya jadi ikut nangis mendengar cerita si mbak. Karena saya teringat
kakek saya. Kakek yang paling dekat dengan saya. Dan juga ingat nenek saya yang
setaun lalu juga mendadak masuk ICU. Bedanya, nenek saya sehat kembali walaupun
sempet bikin gempar mas-mas ICU gara-gara nenek minta dibawain bedak sama
lipstiknya (tampil maksimal adalah kewajiban meskipun sakit). Sedangkan si ibu ini, satu jam setelah kita jenguk, beliau
meninggal.
Apa kata dokter
spesialis? Si ibu menderita pendarahan batang otak. Jadi ada yang terpapar
di kepala bagian depan, yang menyebabkan stroke seluruh tubuh. Dan ada yang
terpapar bagian belakang kepala yang menyebabkan kematian mendadak. Itu kata
dokternya.
Si dokter berkata jika si ibu termasuk kuat bisa bertahan dalam keadaan koma selama 3 hari dalam kondisi pendarahan batang otak, yang mana biasanya hanya perlu waktu beberapa jam saja bagi penderita untuk bertahan.
Si mbak bercerita kalau dia menyesal sering membentak orangtuanya, seringkali membuat sedih ibunya. Masih belum bisa membahagiakan ibunya. Karena memang semua begitu mendadak dan kita memang tidak pernah tau kapan hal itu datang.
Mungkin tuhan sedang mengajarkan kita satu hal. Satu atau beberapa hal tentang kehidupan dan kematian. Karena memang benar, kita akan merasa sangat kehilangan seseorang ketika orang itu tiada. Moral value-nya, jangan sia-siakan apa yang ada dan orang-orang yang ada disekitar kita. Karena ketika kamu menyesal akan satu hal, tidak akan mudah bagimu untuk memaafkan diri sendiri.
and I miss you my grandpa, still hope that you are here to see me now. I will always miss you...
Kematian...
ReplyDeleteSesuatu yang tidak bisa tidak harus kita hadapi...
Iyah... Datengnya jg ga ada pengumuman jg
Delete