Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Nggak haram



Lin : Pris pris, ini lho cemilan, kuping gajah mini. Enak nih ada rasa-rasanya lho

Pris : rasa apa bu? Rasa sayange?

Lin : weh ngawur ini ah, yang ini rasa duren. Kemaren ada yang green tea

Win : heh?? Rasa duren?? Enak nggak?

Pris : Nah makanya ini tak coba dulu ah

Bebarengan mengunyah kuping gajah mini dan seketika bilang enak, nah si mbak Winny iseng ngeliatin bungkusnya, dan tiba-tiba 

Win : Eh pris, ga ada label halalnya lho?

Mendengar itu ketika kunyahan terakhir dan si gajahnya kuping udah pas glek ketelen

Pris : hah?? Iseng banget sih ngeliatinnya

Win : lho iya beneran lho, nggak ada label halalnya. Kayak poki itu lho, kan nggak ada label halalnya

Lin : waduh! Tapi pris itu nggak nyuri kok, jadi halal

Pris : lagian mana ada tepung dari udel babi? Ada kah?

Win : yawes pokoknya udah aku kasih tau lho yaaa

Lima menit kemudian, Luqman menghampiri…

Luq : wahhh,,, cemilan apa nih? (sambil tangannya yg aktif kreatif mengeksekusi kuping gajah tadi)

Win : nggak ada label halalnya lho Luq

Luq : masa sih?

Win : lho sungguhan, nggak ada. Jadi kamu ga boleh makan ini

Pris : ah itu mah alesan mbak Winny aja biar cemilannya dia sendiri yang abisin

Win : yaelahhh, kan aku sayang sama kalian tho, aku udah berbaik hati bilangin nggak ada label halalnya tho

Luq : tapi nggak ada label haramnya kan? (tangannya makin kreatif mengeksekusi kuping gajah sampai separo bungkus)




Ini yang oon bukan gue kan????

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Otak Setengah-Setengah

  semoga gambar ini menjawab rasa penasaran orang ketika mengetahui saya kuliah matematika. this is exactly what I did. bercerita melalui teorema dan conjecture Otak bawaan saya dominan kearah eksak. Saya pun juga memutuskan untuk kuliah jurusan matematika. Ketika sebagian besar orang eksakta sangat membenci Bahasa (Bahasa Inggris dan Bahasa asing lainnya), saya sangat mencintai belajar Bahasa. Sejak masih SD, saya suka sekali belajar Bahasa asing. Pertama belajar pasti Bahasa inggris dong. Kemudian saya jatuh cinta dengan Bahasa Spanyol (yang sampe saat ini nggak mahir-mahir gara-gara nggak punya guru).  Padahal, sayang sekali jika ada seorang jenius dibidang eksakta, tapi kemampuan bahasanya nggak mumpuni. Semisal temen saya, yang pinter banget kimia, fisika, matematika, eh tapi bahasanya nol. Jadilah adegan, ‘eh nyontek kimia lu’ ‘enak aja nyontek, mikir sendiri’ ‘ehh yaudah Bahasa Inggris lu juga mikir sendiri ya. Awas kalo nyontek gw’ Ngancemny...