Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Nggak haram



Lin : Pris pris, ini lho cemilan, kuping gajah mini. Enak nih ada rasa-rasanya lho

Pris : rasa apa bu? Rasa sayange?

Lin : weh ngawur ini ah, yang ini rasa duren. Kemaren ada yang green tea

Win : heh?? Rasa duren?? Enak nggak?

Pris : Nah makanya ini tak coba dulu ah

Bebarengan mengunyah kuping gajah mini dan seketika bilang enak, nah si mbak Winny iseng ngeliatin bungkusnya, dan tiba-tiba 

Win : Eh pris, ga ada label halalnya lho?

Mendengar itu ketika kunyahan terakhir dan si gajahnya kuping udah pas glek ketelen

Pris : hah?? Iseng banget sih ngeliatinnya

Win : lho iya beneran lho, nggak ada label halalnya. Kayak poki itu lho, kan nggak ada label halalnya

Lin : waduh! Tapi pris itu nggak nyuri kok, jadi halal

Pris : lagian mana ada tepung dari udel babi? Ada kah?

Win : yawes pokoknya udah aku kasih tau lho yaaa

Lima menit kemudian, Luqman menghampiri…

Luq : wahhh,,, cemilan apa nih? (sambil tangannya yg aktif kreatif mengeksekusi kuping gajah tadi)

Win : nggak ada label halalnya lho Luq

Luq : masa sih?

Win : lho sungguhan, nggak ada. Jadi kamu ga boleh makan ini

Pris : ah itu mah alesan mbak Winny aja biar cemilannya dia sendiri yang abisin

Win : yaelahhh, kan aku sayang sama kalian tho, aku udah berbaik hati bilangin nggak ada label halalnya tho

Luq : tapi nggak ada label haramnya kan? (tangannya makin kreatif mengeksekusi kuping gajah sampai separo bungkus)




Ini yang oon bukan gue kan????

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...