Skip to main content

Sayang Bumi Sayang Anak

Sharjah - UAE Gw suka banget belanja online. Ya karena praktis aja. Tentu saja gw juga suka banget belanja langsung on the spot  kalau lagi stress dan lagi ada waktu buat muter-muter. Tapi... ternyata gw jadi kesel tiap abis belanja online, gw harus berurusan dengan plastik-plastik bekas belanja.  "Dih plastik lagi." Emang, beberapa barang tentu saja perlu plastik/ bubble wrap  ekstra. Tapi banyak dari belanjaan gw yang nggak perlu itu semua. Tebel banget. Gw paham juga beberapa toko lebih milih dibungkus plastik tebel biar tokonya nggak dikomplain. Tapi bagi gw, udah kebangetan.  Gw tau kita nggak bisa sepenuhnya nggak pakai plastik. Kita masih akan pakai plastik. Konsekuensinya, ya kita harus tau sampah plastik ini harus diolah gimana biar nggak kebuang sia-sia. Mana nggak bisa terurai ratusan tahun lagi.  Masalahnya, plastik ini seringkali nggak bisa dipake lagi karena selotip yang muter. Susah lah di- breakdown lagi biar bisa dipakai ulang. Akhirnya, tentu saja dibuang pe

Taman Kucing

Temennya kucing gendut

Sebenernya bukan taman kucing tapi banyak banget kucing di taman itu. Lucunya, ada yang kasih makan. Taman ini letaknya di samping Rove City Center. Tamannya nggak gede banget tapi cukup asri. Lengkap dengan jogging track sepanjang 400 m. Yang bikin unik adalah kucing-kucing di sini makin tambah banyak jumlahnya. Btw nama tamannya Port Saeed Plaza.

bagus kan?



Bapak yang kasih makan lainnya

kalau belum musim panas gini, taman jadi tempat terasyik buat kongkow

Kami biasanya tiap sore ke taman, H jogging, gw jalan kaki beberapa putaran atau sampai H selesai jogging. Dulu kucingnya satu dua, sekarang tiap sudut ada. Dan tiap sore (karena ga pernah ke taman pagi) ada dua orang yang bagian kasih makan. Mungkin satunya dibayar, mungkin satunya ya emang suka kasih makan kucing aja. 


kucing gendut favoritku

Mereka berdua keliling taman untuk mengisi pot-pot makan dan minum mereka. Oh Royal Canin dong makanannya. Ada satu mamak kucing warna putih beranak 5. Dalam waktu 2 minggu kok anak kucing ini cepet banget ya gedenya?

Biasanya kalau siang-siang lagi panas, mereka masuk di bawah rerimbunan. Sorean dikit mereka udah mulai nongol lari-lari, kejar-kejaran, jadi model pemotretan, sembari nungguin makanan datang. Enak banget ya hidupnya kucing-kucing ini. Kalo ada reinkarnasi lah gw jadi kucing aja kali ya. Kerjaan cuma makan tidur males-malesan tapi hidup enak. 

salah satu yang kasih makan

Musim semi lho, bunga-bunganya mekar banget

Kucing favorit gw di sana ada satu warna putih, gendut banget dan keliatan masa bodo banget sama kucing-kucing lainnya. 

Kalian mau nggak reinkarnasi jadi kucing? 😺

Comments

  1. ya Alloh kucingnya bersih bersih banget ya meski liar, ada pula babonnya kucing weekekke endut jadi pengen elus elus....

    ini di dubaikah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya termasuk bersih2 ini, makanannya mewah banget. Di Dubai ini di pusat kota. Mana kucingnya lebih banyak dari tahun lalu juga. Makin gemes.

      Delete
  2. Ternyata kucing luar negri sama aja sama kucing kampung dr segi tampilannya,, saya kira bakal bule2 juga gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah saya kira juga gitu dulu mikirnya kalo ke luar negeri kucingnya minimal tampilannya persia lah. ternyataa ehhh sama juga kalo kucing kampung hahaha

      Delete
  3. Kucing nya kaya kucing Indonesia ya rupa² nya.

    Btw, itu kucing sebanyak itu, dan itu taman sehijau itu. Sy punya pertanyaan, bagaimana soal 'ranjau', tai kucing tahu sendiri punya aroma yang aduhai merusak hidung. Dengan kucing sebanyak itu, bagaimana mengelola tai kucingnya? Apalagi di sana lapangan hijau dipakai buat kongkow, duduk², apa gak ada yg kena ranjau tai ucing kah? Atau kucing² di sana cerdas²? Itu si yang q kepo hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kucing kampung ternyata sama aja bentukannya di mana-mana hahaha!

      kalo kucing pup sih pinter mereka karena pasti ngeruk tanah. abis selesai pasti ditutupin lagi. lain lagi sama anjing. anjing ga sepinter itu. Jadi di taman itu nggak bau eek kucing sih. tapi banyak beberapa spot bekas eek burung yang udah setengah kering wkwkwk jadi perlu hati-hati kalau mau duduk di kursi haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

Feeling Balanced

Never thought that I could feel this balanced. I now understand what zen is.  After all ups and downs that made me question my existential (probably won't be the last), I am starting to feel only love and less hate. As if love and compassion filling my heart every day. It's easy to annoy me normally, but so far, this past couple of months I feel less annoyed. So weird, crazy, yet amazing. Say, when I hear people talking about things I prefer not to talk about, like polygamy, I don't feel hate anymore. Usually, I'll say bad words, cursing them, you name it. But last night I watched a video about that and it made me feel "HA HA HA Stupid ignorant reasons" that was it. I thought I'll be emotional and angry, but I didn't. I even take pity for them. I know it's their right to do so, but the youngest wife wanted to go to college, and instead, she is married to that old guy who promised her to pay for her college. But that never happens (yet) even after 3

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a