Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Abra Satu Dua Dirham

Abra 2 dirham

Konon diambil dari Bahasa Arab, abara yg artinya nyebrang. Abra ini ada di area Bur Dubai, salah satu tempat favorit kami karena ya suka aja ada di kota tuanya. 

Ada sungai kecil yg memisah daerah kecil di Dubai, yg ujungnya lari ke laut. Dulu sih gw nggak gitu suka naik Abra karena takut tenggelem wkwkw. Gw nggak bisa renang 😅 Trus kemarin ngide nyari tau seberapa dalam sih nih sungai. Ternyata 1-5 meteran kira-kira. Yang paling deg-degan ini pas naik turun abra karena goyang-goyang dan kadang masih ada jarak sekian cm dari abra ke apa sih sebutannya yang kayak jembatannya gitu. Kalau udah prosesi naik turun pasti gw fokus banget nggak bisa diganggu gugat.

abra satu dirham lagi docking.

Abra ini sekali nyebrang harganya 1 dirham aja, sekitar 4 ribuan lah. Sebenernya bisa aja nggak nyebrang sungai pake abra kalau mau ke tempat tujuan, tapi muter dan lama. Nyebrangnya juga sebentar aja kok, 5 - 10 menitan. Serunya naik abra ini bener-bener bisa menikmati gedung-gedung tinggi dari air. Iya, gedung-gedung tinggi, Dubai mah punya apa selain gedung-gedung bagus yang balapan tumbuh ke atas. 

posisi supir abra 2 dirham

posisi supir abra 1 dirham

pemandangannya, gedung-gedung tahun 80an lah kira-kira

Pertama kali gw naik ini, gw naik yg harga 1 dirham dibayar koin. Baru kemarin aja tau kalau ada yg harga 2 dirham dan bisa dibayar pakai Nol card. Bentuknya lebih ekslusif banget. Bayarnya tap kartu ketika masuk dan tap ketika keluar. Abra yg ini malah terkesan seperti abra ala turis. Padahal ya nggak juga. Ini juga sama buat nyebrang. Lebih nyaman juga. 

Bentuk abra 2 dirham

jarak duduknya "nempel" air jadi bener-bener kecipratan air banget

supirnya lagi istirahat

Tiap kali ke Dubai, selalu nungguin naik abra. Ga perlu alasan aja karena tiap kali ke Dubai creek, akan selalu ada aja hal baru yg diliat. Manusianya, pemandangannya, perilakunya, ada aja. Ada yang begitu naik langsung foto-foto ala influenser sampe turun. Ada yang gitu naik, kepanasan, eh tapi nggak gerak sama sekali macem lagi sunbathing aja. 

Dulu jaman tanpa covid, abra yang satu dirham ini bisa bener-bener dempet umpel-umpelan. Semunya pasti duduk karena ya bisa nyebur kalo nggak duduk. Tapi sejak covid, duduknya jadi dibikin lebih longgar dan pasti berjarak minimal 1 orang. 

Gw suka semua jenis abra, mau yang satu dirham yang dua dirham semuanya suka. Selalu gw bawa dompet koin buat jaga-jaga naik abra karena H juga males nyimpen koin tapi kalo mau naik abra bingung nyari koin.

Indonesia punya nggak sih sistem transportasi air macem gini? 😆

Comments

  1. Wah sungainya dubai bersih banget yah jernih jg...

    Klo indonesiabak ndak usah ditanya punya rranspor kayak gitu atau enggak,, yg perlu dutanyakan sungai dindonesia masih ada aernya atw enggak,, kering banget mbak... Mending tinggal di dubai ahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHHAHA iya juga ya. Atau, airnya bisa jalan atau ketutup sampah wkwkkwk. PAdahal kalau dieksplorasi bisa seru juga lho ya. Jalan-jalan ke daerah orang dan pake transportasi masal ala daerah itu juga bisa jadi cerita yang seru banget sih bagiku.

      Delete
  2. Menyenangkan sekali bisa keluar negeri #mao

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkkw iya menyenangkan apalagi kalau nggak perlu bayar hahahah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...