Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Old But Gold

 Yangon cityhall

Yangon bisa dibilang kota yang nggak terlalu bersih. Masih kebayang gimana rusuhnya. Tapi seninya jalan itu dimana saat kita bisa menemukan sisi cantik dari sisi terjelek sekalipun. Betul ndak?

makanan ala warteg yang baunya hemmm semilir enak tapi nggak berani makan 

 warteg tipe begini biasanya tipe all you can eat 1000 kyat (10 ribu aja)

Memang nggak beda jauh dari bagian kumuh kebanyakan di kota besar. Sama. Lebih panas pula. Nah yang bikin terkejutnya, tata kotanya simetris. Dan di sepanjang tata kota yang simetris ini, bangunan-bangunan peninggalan Inggris sangat rapi berjejer. Kalau di Indonesia tipe bangunannya ala Belanda kalau di Yangon ala British, karena ya wajar juga sih mereka pernah dibawah jajahan Inggris.




Tata kota yang simetris seperti ini buatku cantik, tapi seperti labirin. Dengan payahnya kemampuan navigasi seorang wanita ini meskipun sudah pakai peta offline dan online, tetap saja tak bisa ku temukan arah kembali ke titik awal. Saking lamanya sampai kena heatstroke.

researchgate.net

Nah serunya ketika menjelajah satu persatu jalan ini, ternyata banyakkkk buanget bangunan cantik yang bangunannya masih asli. Saking aslinya sampai nggak terawat sedihnya. Tapi disitu pula ditemukan banyak tempat ibadah yang saling berdekatan satu sama lain. Itu juga spesial lho.
 



Kalau aja nggak panas, bakal krasa Eropanya (koyo tau tau o nang eropa lol). Beberapa bangunan terlihat aktif dan masih digunakan sebagai kantor resmi kenegaraan semacam kantor pos, bank, kantor imigrasi, dll. Tapi nggak sedikit juga yang digeletakkan begitu saja. Kosong. Mlompong. Serem berhantu mungkin. Kotor tentu saja, karena yang masih dipakai saja nggak terlalu terawat apalagi yang kosong.



Berandai-andailah kita, seandainya kita tajir mlintir ya, kita restorasi bangunan di kota ini trus kita buka tur heritage. Seru kan?

Yang paling gw inget dari sekian banyak itu adalah Sofaer Building. Dia seorang trader yahudi asal Irak yang ntah jualan apa, akhirnya jadi kaya disana. Kemudian fotonya dipajang di Yesuah Sinagoge pada awal 1900an. Jadi ya inget aja. Padahal gedungnya warna kuning gonjreng.

 
Ada hal menarik dari old school nya Yangon ini. Masih ada orang yang pake mesin ketik. Semacam rental komputer, tapi disana rental mesin ketik. Dua kali pula ketemu orang yang menyewakan mesin ketik. Old but gold isn't it?
 

Intinya sih, jalan-jalan sekitar downtown Yangon ini seperti Asia rasa Eropa. Seru kan?(tapi tetep panasnya panas Asia Tenggara banget, not gonna lie about this!)

Comments

  1. Kerenn banget, dari dulu pengen banget liat kota yang tersusun simetris gitu. Apalagi ada nilai historisnya. Keren banget dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya keren ya mereka bisa bikin tata kota simetris gt. bisa main2 ke yangon dong kamu, apalagi kl pake drone motretnya :D

      Delete
  2. City hall-nya cukup megah, bangunan lainnya seperti ke arah proses "decaying"..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sayangnya yang lain nggak terawat seperti city hall nya ya

      Delete
  3. Kok koyo kota lama Semarang yah?

    Cuman kalo kota lama Semarang masih lebih terawat. Soalnya udah banyak yang direstorasi terus jadi bank, hotel, restoran, kafe, bagus jadinya. Cuman kalo Kota Lama Semarang masih suka banjir kalo hujan. Bukan karna selokannya mampet, tapi air lautnya naik -___-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. eman yo mas sik sering banjir, tapi ancen banjir masih jd masalah kita semua sih. krg serapan banget biasanya

      Delete
    2. Ini karna rob mbak. Kalo hujan kan air di kali ke laut semua, nah air lautnya jadi naik karena kota lama semarang cuman berapa cm doang dari air laut. Jadi begitu hujan dikit langsung rob. Harusnya dibuat tanggul macem di Belanda.

      Delete
    3. waduh kalo yang macem gini ini isa diprediksi ya kapan banjirnya. kl ga ndang ditanggul ya eman bgt ini, mslh yang sama terulang trus :(

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu