Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Old But Gold

 Yangon cityhall

Yangon bisa dibilang kota yang nggak terlalu bersih. Masih kebayang gimana rusuhnya. Tapi seninya jalan itu dimana saat kita bisa menemukan sisi cantik dari sisi terjelek sekalipun. Betul ndak?

makanan ala warteg yang baunya hemmm semilir enak tapi nggak berani makan 

 warteg tipe begini biasanya tipe all you can eat 1000 kyat (10 ribu aja)

Memang nggak beda jauh dari bagian kumuh kebanyakan di kota besar. Sama. Lebih panas pula. Nah yang bikin terkejutnya, tata kotanya simetris. Dan di sepanjang tata kota yang simetris ini, bangunan-bangunan peninggalan Inggris sangat rapi berjejer. Kalau di Indonesia tipe bangunannya ala Belanda kalau di Yangon ala British, karena ya wajar juga sih mereka pernah dibawah jajahan Inggris.




Tata kota yang simetris seperti ini buatku cantik, tapi seperti labirin. Dengan payahnya kemampuan navigasi seorang wanita ini meskipun sudah pakai peta offline dan online, tetap saja tak bisa ku temukan arah kembali ke titik awal. Saking lamanya sampai kena heatstroke.

researchgate.net

Nah serunya ketika menjelajah satu persatu jalan ini, ternyata banyakkkk buanget bangunan cantik yang bangunannya masih asli. Saking aslinya sampai nggak terawat sedihnya. Tapi disitu pula ditemukan banyak tempat ibadah yang saling berdekatan satu sama lain. Itu juga spesial lho.
 



Kalau aja nggak panas, bakal krasa Eropanya (koyo tau tau o nang eropa lol). Beberapa bangunan terlihat aktif dan masih digunakan sebagai kantor resmi kenegaraan semacam kantor pos, bank, kantor imigrasi, dll. Tapi nggak sedikit juga yang digeletakkan begitu saja. Kosong. Mlompong. Serem berhantu mungkin. Kotor tentu saja, karena yang masih dipakai saja nggak terlalu terawat apalagi yang kosong.



Berandai-andailah kita, seandainya kita tajir mlintir ya, kita restorasi bangunan di kota ini trus kita buka tur heritage. Seru kan?

Yang paling gw inget dari sekian banyak itu adalah Sofaer Building. Dia seorang trader yahudi asal Irak yang ntah jualan apa, akhirnya jadi kaya disana. Kemudian fotonya dipajang di Yesuah Sinagoge pada awal 1900an. Jadi ya inget aja. Padahal gedungnya warna kuning gonjreng.

 
Ada hal menarik dari old school nya Yangon ini. Masih ada orang yang pake mesin ketik. Semacam rental komputer, tapi disana rental mesin ketik. Dua kali pula ketemu orang yang menyewakan mesin ketik. Old but gold isn't it?
 

Intinya sih, jalan-jalan sekitar downtown Yangon ini seperti Asia rasa Eropa. Seru kan?(tapi tetep panasnya panas Asia Tenggara banget, not gonna lie about this!)

Comments

  1. Kerenn banget, dari dulu pengen banget liat kota yang tersusun simetris gitu. Apalagi ada nilai historisnya. Keren banget dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya keren ya mereka bisa bikin tata kota simetris gt. bisa main2 ke yangon dong kamu, apalagi kl pake drone motretnya :D

      Delete
  2. City hall-nya cukup megah, bangunan lainnya seperti ke arah proses "decaying"..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sayangnya yang lain nggak terawat seperti city hall nya ya

      Delete
  3. Kok koyo kota lama Semarang yah?

    Cuman kalo kota lama Semarang masih lebih terawat. Soalnya udah banyak yang direstorasi terus jadi bank, hotel, restoran, kafe, bagus jadinya. Cuman kalo Kota Lama Semarang masih suka banjir kalo hujan. Bukan karna selokannya mampet, tapi air lautnya naik -___-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. eman yo mas sik sering banjir, tapi ancen banjir masih jd masalah kita semua sih. krg serapan banget biasanya

      Delete
    2. Ini karna rob mbak. Kalo hujan kan air di kali ke laut semua, nah air lautnya jadi naik karena kota lama semarang cuman berapa cm doang dari air laut. Jadi begitu hujan dikit langsung rob. Harusnya dibuat tanggul macem di Belanda.

      Delete
    3. waduh kalo yang macem gini ini isa diprediksi ya kapan banjirnya. kl ga ndang ditanggul ya eman bgt ini, mslh yang sama terulang trus :(

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...