Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Catatan Pengajar Homescholing


Homescholing mulai menjadi satu pilihan akhir akhir ini. Kebutuhan akan homeschooling dirasakan menjadi mendesak kala seorang siswa merasa dirinya tidak bisa lagi keep up  dengan keadaan yang ada di sekolah dengan berbagai alasan seperti kemampuan menangkap materi yang sangat lambat, faktor kesehatan, faktor bullying, kasus yang terjadi disekolah hingga kasus drop out dan lain sebagainya.

Dulu banyak yang merasa kalau homeschooling adalah suatu hal yang aneh karena ya kasian aja anaknya nggak bisa bersosialisasi dengan baik dengan orang lain atau teman temannya. Tapi masalahnya, biasanya temannya yang menyebabkan mereka minder. Percaya nggak sih, mungkin dulu gw juga pernah bully orang secara sengaja atau nggak sengaja yang menyebabkan mereka merasa dirinya lemah. Mungkin banyak dari kita pernah melakukan perisakan kepada teman kita dulu, tanpa kita sadari kita anggap mereka mampu menerimanya padahal tidak semua orang bermental baja. Bisa jadi. Jadi jangan kemudian beranggapan kalau anak tidak bisa bersosialisasi kalau tidak di sekolah normal.

Salah satu murid HS gw memang sungguh spesial. Hanya orang yang kuat dan suka mengajar yang akan mampu bertahan. Meskipun dia lambat di pelajaran normal, dia ikut kegiatan ekstra seperti badminton. Klub badminton menjadi pilihannya dan dia sangat suka dengan kegiatan badminton. Apakah dia bermain sendiri? tentu tidak. Dia bersosialisasi dengan banyak orang.

Kebutuhan akan homeschooling meningkat akhir ini dan menyebabkan tanya diantara kita 'Kenapa ya? Apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan kita?' Bisa jadi. Murid terlalu banyak mempelajari hal yang diluar kemauan dan kebutuhannya menyebabkan mereka tidak bisa keep up dengan segala kegiatan di sekolah umum.

Karena sekolahnya dirumah, atau dengan kata lain diluar sekolah formal, orangtua harus pintar dalam mencari pengajar yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan siswanya. Eh jangan salah ya, homeschooling tidak melulu karena telat menangkap materi tapi ada juga yang homeschooling karena terlalu pintar dan selalu ingin lebih memuaskan hasrat belajarnya.

Seorang teman mengisahkan kekhawatirannya akan bagaimana anaknya nanti jika sekolah di sekolah umum. Seketika pun aku berceloteh 'Why bother with being ordinary if you can be extraordinary?' Kalau sekolah umum tidak memuaskanmu, homeschooling aja. Toh nggak ada buruknya juga. Semuanya tergantung preferensi dan kebutuhan kamu nantinya.

Keuntungannya ya dengan homeschooling, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakatnya dan memiliki waktu lebih untuk berkembang. Sapa tau nanti jadi seorang yang bekerja dari hobinya. Ya ndak?

Konsekuensinya, homeschooling itu lebih mahal karena bayarnya per pertemuan sama seperti les. Satu bulan saja bisa diatas 1,5juta. Jadi tetap kembali lagi ke preferensi dan kebutuhan masing masing orang. Jika dirasa tak mampu, ya usahakan gimana caranya bisa keep up disekolah formal.

Sekolah di sekolah formal maupun homeschooling sama sama bagusnya kok. Tinggal yang paling pas dihati dan dikantong yang mana aja. Tinggal pilih aja. Jadi balik lagi sesuai kemampuan juga. Dan yang terpenting adalah soal bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya. Begitu.

Udah gitu aja. Catatan dari seorang pengajar homeschooling matematika 😃

Eh btw, gambar diatas udah representatif kek Najwa Shihab Belom???? 😂

Comments

  1. Wahahaa, iya mbaaa, iyaaa, sudah kayak Najwa Shihab kok foto di atas tuh :D

    Errrr... nggak pernah homescholing sih sayanya, tapi sepertinya agak-agak menarik ya, jauh dari bullying :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah makasih lho :D

      homeschooling menyesuaiakn siswanya, seorang pernh bilang kalau mengajar seseorang itu seperti cultivating, jd nda bs lngsg mak blek mak slek dikasi rata semua. jadi emg efektif dr sisi pembelajaran jg sih. KALO siswanya niat bljr hahaha

      ngga ada yg bully kecuali kl pengajarnya yang merisak haha!

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu