Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Cant Stand The Crowds


I am not a party person. I hate loud music, loud voice, everything loud I hate that. This is the reason I hate to go to the night clubs. For what? Party? Dancing? Drinking? Then what? Going home with a super headache head? If I go to the place like that, my introvert side will pop up and make me tired in no time.

My friends in Surabaya once took me to a night club. I thought hmm okay why not, lets see what will happen there. But nah, I did not enjoy any moments of it. It was fun to be with them, but I did not enjoy the music or whatever crowds was. But that kind of loud music I can handle if it is only one source of loud music. What I cant handle is when I am in the middle of crowds with so many sources of voice (although it is not loud but crowded), that is the worse. Worse ever.

When we were in Istanbul, there was an underpass filled with so many vendors, countless people, so noisy, too crowded, so many languages spoken there, too hot, it is even make me feel tired by thinking about that again now. The underpass was not that far, probably less than 50 meters. But it took ages for me to pass it. I could not handle it. Covered my ears, walked fast, and once I made it to the end of the underpass, I sat in the corner and cried. I really cried. It was too much that I cant handle ever.

My husband of course did not understand why I cried. Maybe he thought that I was just exaggerate it. I can imagine if he cant understand it. I cant control myself even after I got out. It was really too much. I also did not understand why I cried, but lately I think about it and it is probably because I have a little bit of me being introvert. My husband can handle it, but I cant.

Once we passed it, I was too afraid to go back there and walk through the underpass again. I did not exaggerate it, it was too scary for me to go back again. But eh we walked through it again and I took a very deep breathe then walk in a not~very quick steps but did not stop. I control my pace so I can survive. After a few minutes I survived. I almost cried again but I can handle it. I just stopped, stood for awhile, taking breathe before continue the walk. Then I got ice cream to chill myself.

Today, I had my Dutch class, she suddenly act exactly like me when I am in the middle of the crowds. We had a really tough morning, this morning kinda busy with classes in the second floor so can you imagine the voices of people speaking English, Nederland, Japanese, I even mumbling myself with Korean, in one place? That was hard. It influence me and made me cant focus on my first 15 mins. We closed the door and said that we cant handle this crowds. The noise from every sources in one place is killing us. It may sounds childish, but every people has its own problem.

I found a way to control my feelings. When I go to the crowds place unintentionally, I always have my headphone with me and I choose to listen to the songs or audiobook, a bit louder. So what comes from my headphone will beat the crowds. So far it helps. 

So when you are with someone who cant handle this situation, do not get mad. They probably struggling inside to deal with it. Ask them, and take them to a less crowd place to take a breathe and control their feeling inside. It helps a lot.

Comments

  1. Percaya atau enggak, setiap orang itu kaya punya 'alamnya' sendiri. Kalo kita bukan anak parti, trus sok-sokan ikutan parti pasti rasanya aneh. Sama juga sama anak yang hobi parti trus suruh ngendon di tempat yang sepi pasti rasanya juga aneh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo kata anak matematika semestanya beda haha!
      ndak isa maksain diri juga jadinya, ga bakal masuk. masa iya bkn anak party diajak party yg dibuka kindle ditengah2 kebisingan lol

      Delete
    2. Joget mbak, malah bukak kindle

      -__-'

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men