Skip to main content

Sayang Bumi Sayang Anak

Sharjah - UAE Gw suka banget belanja online. Ya karena praktis aja. Tentu saja gw juga suka banget belanja langsung on the spot  kalau lagi stress dan lagi ada waktu buat muter-muter. Tapi... ternyata gw jadi kesel tiap abis belanja online, gw harus berurusan dengan plastik-plastik bekas belanja.  "Dih plastik lagi." Emang, beberapa barang tentu saja perlu plastik/ bubble wrap  ekstra. Tapi banyak dari belanjaan gw yang nggak perlu itu semua. Tebel banget. Gw paham juga beberapa toko lebih milih dibungkus plastik tebel biar tokonya nggak dikomplain. Tapi bagi gw, udah kebangetan.  Gw tau kita nggak bisa sepenuhnya nggak pakai plastik. Kita masih akan pakai plastik. Konsekuensinya, ya kita harus tau sampah plastik ini harus diolah gimana biar nggak kebuang sia-sia. Mana nggak bisa terurai ratusan tahun lagi.  Masalahnya, plastik ini seringkali nggak bisa dipake lagi karena selotip yang muter. Susah lah di- breakdown lagi biar bisa dipakai ulang. Akhirnya, tentu saja dibuang pe

Book : Jatuh Cintaku Pada Bumi Manusia



Gw tau buku ini justru dari H. Iya dari siapa lagi? Dia bilang katanya buku ini bagus, dia pengen baca. Ada berbagai macam versi bahasa kan ini. Tapi tak kunjung beli hingga akhirnya kemarin kok penasarannya memuncak dan pengen lah beli, kubelilah Bumi Manusia ini. Maksud hati beli versi Bahasa Inggris tapi nggak ada dong, yasudah. Padahal kalo beli versi Inggris kan ntar H bisa baca juga. 

Tapi membeli buku ini dalam versi Bahasa pun tak kusesali sama sekali. Sungguh ini buku bagus banget. Gw baca sample dalam Bahasa Inggris di kindle, terjemahannya bagus bener. Sama sekali nggak merubah esensi dan feel yang ada di buku itu. Begitu gw baca versi bahasa Indonesianya, ya tuhan! Gw jatuh cinta! Bahasa yang digunakan Pak Pram ini aduhai. Gimana ya? Seperti digunakan bahasa baku ala roman romansa tapi masih renyah dibacanya. Nggak kaku. Pinter amat sih nulisnya. Gw jadi iri banget.

Caranya mengutarakan "bercinta"
 
Gw udah jatuh cinta banget dari segi bahasa, penulisan, dan gayanya. Setelah mengenal setting lokasi dan tahunnya, makinlah ku jatuh cinta. Settingnya di awal abad ke-20 yang mana pergundikan dilarang sejak puluhan tahun lalu tapi masih ada juga aksi tersembunyi menyimpan gundik. OMG merinding lah ku dibuatnya. Disitu juga diceritakan gimana sih seorang Jawa yang sungguh sebenernya nggak bodoh dibandingkan Eropa, cuma aja dilarang mengenyam pendidikan kecuali beberapa keluarga pejabat. Jadilah terkesan bodoh, ya padahal cuma nggak tau sama seperti orang Eropa aja.

Gimana perlakuan kepada perempuan. Duh gemes lah gw! Gimana "pribumi" dimusuhi dan dianggap rendah. Eh itu rumah juga rumah pribumi, yang cuma "tamu" malah gatau diri. Gila ya! Gemes kan jadinya gw nih.

Sosok Nyai Ontosoroh begitu menamparku. Perempuan yang "dijual" bapaknya buat dijadiin gundik, bisa "menampar" pandangan orang tentang perempuan kala itu. Perempuan lokal jaman dulu kalo udah dijadiin gundik, biasanya dimusuhi orang karena ya nggak nikah secara agama, seringnya juga berakhir dibaptis, dituduh cuma cari enaena dan harta aja. Padahal jadi gundik juga nggak seperti yang orang pikirkan. Kalo beruntung ya dijadiin istri, kalo nggak beruntung ya.... begitulah.


Uniknya, Nyai Ontosoroh ini luarbiasa pinter karena akses yang diberikan tuannya terhadap pendidikan. Intinya si nyai ini nggak cuma urus rumah dan enaena aja tapi sampai urus perusahaan besar pula. Jarang kali itu. Bisa lah berdiri di kaki sendiri, tabungannya aja udah ribuan gulden yang kala itu belanja sebulan aja cukup 10 gulden bahkan kurang. Sungguh menginspirasi.

Hayo tebak ini foto di Surabaya bagian mana? 😄
 
Latar lokasi cerita diambil di Surabaya, sekitaran Wonokromo pisan. Gimana makin ga cinta coba? Gw pernah hidup di Surabaya dan juga familiar dengan beberapa set masa lalu yang ada di Surabaya.

Tokoh utama si Minke sebenernya ya. Setelah mengenal Minke, sekarang gw paham kenapa beberapa waktu lalu banyak orang protes yang bakal memerankan Minke adalah si Iqbal Dilan. Ya kita tunggu aja ya Minke versi Iqbal ini apakah memuaskan pembaca Tetralogi ini.

Buku ini buku kedua tercepat yang selesai kubaca setelah Persepolis. Semalem udah setengah buku aja. Sebegitu menariknya 😍 Harganya yang versi Indonesia 140ribuan, yang kindle versi Inggris USD 13.99. Kalau yang paperbook versi Inggris di periplus sekitar 270ribuan. Kalo yang bajakan yaaa 30ribuan. Tapi ada juga yang jual e-booknya 30ribuan.

 

Intinya satu sih, gw nyesel ga baca buku ini dulu-dulu. Nggak sabar buat baca Anak Semua Bangsa  💗 Btw tahun depan gw mau turunin aja deh reading challenge gw di goodreads. Masa iya 24 buku cuma kelar 7 buku 😓 Terlalu pemilih mah.

Gimana, ada yang udah baca buku ini juga?

Comments

  1. menarik ceritanya, bagus synopsisnya…
    thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sungguh menarik kakak :)
      Thankyou for stopping by :)

      Delete
    2. Buku karangan yang lainnya juga tidak kalah menariknya. Pokoknya saya hampir punya semua deh.

      Delete
  2. Ya telat, saya sudah lama, dan hampir dibilang semua karangan Pram saya punya. Dulu untuk mendapatkan buku karangan pram, harus sembunyi, alias dijual dengan terbatas. Sebab buku-buku karangan pram waktu itu dibakar atau disita penguasa.dan saya mendapatkan buku, langsung dari rumah pram waktu itu. Membacanya harus dilanjutkan dengan buku lainnya, ada empat buah kalau tidak salah, semisal rumah kaca, jejak langkah dan anak semua bangsa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HUWAAAAAAAA mas bumi udah baca semua :O

      aku nyesel banget mas ini telat banget lah bacanya. sekarang lg baca yg kedua, anak semua bangsa. belom semalem udah baca 100 halaman aja. Saking kerennya gaya bahasa dan penulisannya pak pram nih. Ku jatuh cinta banget

      gimana itu kok bs dapet bukunya langsung dari penulisnya??? :O Tuh kan jadi iri lah aku. lebih iri lagi

      skg banyak di jual di mana2, cm yg anak smua bangsa ini yang susah abis dimana2

      Delete
  3. Judul yang ini belum baca, jadi penasaran pengen baca.
    D.waktu jajan buku nanti pengen coba cari-cari buku yang seperti ini.
    Oh ada ebooknya juga ya, Teh yang jual buku ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibaca kak dibacaa yuk cus. bagus banget deh. berbobot tapi nggak krasa berat banget. Beda sama Max Havelaar yang antep banget isinya.

      nda jual bukunya hehe coba cari di toko2 online, banyak kok yang jual e-booknya :) ada juga yang free download sih hehhe

      Delete
  4. Mbak, saya punya LENGKAP semua karangan Pramoedya Ananta Toer, ihik...


    #pamer

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Feeling Balanced

Never thought that I could feel this balanced. I now understand what zen is.  After all ups and downs that made me question my existential (probably won't be the last), I am starting to feel only love and less hate. As if love and compassion filling my heart every day. It's easy to annoy me normally, but so far, this past couple of months I feel less annoyed. So weird, crazy, yet amazing. Say, when I hear people talking about things I prefer not to talk about, like polygamy, I don't feel hate anymore. Usually, I'll say bad words, cursing them, you name it. But last night I watched a video about that and it made me feel "HA HA HA Stupid ignorant reasons" that was it. I thought I'll be emotional and angry, but I didn't. I even take pity for them. I know it's their right to do so, but the youngest wife wanted to go to college, and instead, she is married to that old guy who promised her to pay for her college. But that never happens (yet) even after 3

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala