Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Cerita Marji Tentang Persepolis

 
Persepolis (taken from hitchhikershandbook.com)

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata Iran? Kalau mama papa sih mikirnya Iran negara yang tidak aman. Sesaat setelah terjadi bom di Tehran, kita merencanakan untuk pergi kesana yang ternyata berubah destinasi menjadi Dubai, mereka mikir Iran sedang dalam keadaan darurat teroris. Ya untuk kota-kota penting dan besar yang sering jadi sasaran teror layaknya Jakarta sih masih bisa dimaklumi (karena sejatinya ancaman teroris selalu mengejar kita).

Kalau kata suami, Iran itu negaranya cantik. Semacam persuasif bagi saya ya, jadi pengen ke Iran juga (tapi kabarnya urus visanya agak panjang prosesnya sekarang ini).

Tiba-tiba saya menemukan buku yang judulnya Persepolis. Dan buku ini adalah one of the best books yang pernah saya baca. Suami aja kaget kok saya bisa nemu buku ini (soale biasanya saya baca buku bagus hasil rekomendasi dia tapi kali ini dapet sendiri).

Buku ini adalah salah satu karya cerdas Marjane Satrapi. Marji menggambarkan bagaimana hidupnya sedari kecil hingga keluar dari Iran untuk melihat hal baru hingga kembali lagi ke Iran. Kita semua tau bahwa Iran yang di embargo Amerika sampai-sampai Iran tidak menerima segala macam bentuk kartu kredit (karena kartu kredit produknya Amerika katanya). Sik sik ini kok kayaknya nggak nyambung ya? gapapa wis buat nambah ilmu. 

Buku ini dimulai dari kejadian tahun 1979 ketika revolusi terjadi, they call it revolusi Islam. Semua hal yang tadinya bebas berubah menggunakan hukum islam. Termasuk menyuruh wanita menggunakan penutup kepala dan tidak boleh menggunakan celana. Kalau nggak pakai gimana? Ya kalau ketauan pengontrol jalanan, otomatis suruh bayar denda atau dipenjara. Tergantung hukum apa yang dilanggar. Tapi cara mengenakan kerudung bagi Iranian berbeda dengan orang lain kebanyakan. Pokoknya asal dislempangin aja pokoknya di kepalanya ada penutupnya, meskipun nggak cover semua rambutnya.

Nah sejak tahun 1980 ini semuanya berubah total. Sekolah bilingual harus ditutup semua, segala macam jenis pendidikan harus di perbanyak porsinya untuk agama islam, sederhananya mereka di doktrin secara strict dengan hukum islam. Hingga pemerintahan memiliki petugas patroli jalanan yang fungsinya mengontrol setiap perilaku orang dijalanan, termasuk jika ada sepasang sejoli berjalan bersama, besar kemungkinan mereka akan di intrograsi hubungan mereka apa (yang ini suami pernah liat sendiri katanya).

Spoiler alert!

Marji merupakan sosok perempuan yang dibesarkan secara bebas dan demokratis oleh keluarganya. let say, Marji is such kind of rebel girl. Marji tumbuh menjadi sosok yang berani. Berani melawan apapun yang tidak sesuai logikanya. Marji kecil merupakan sosok yang lebih spiritual, bahkan bercita-cita menjadi seorang nabi. Hingga suatu ketika peristiwa revolusi itu terjadi, Marji kecil mulai tidak 'percaya' kepada tuhan yang selalu dipujinya. Menurut pandangan saya pribadi, sosok tuhan yang kita percayai pasti mengajarkan semua kebaikan bagi pengikutnya. Tidak ada yang mengajarkan keburukan, meskipun dalam kitab yang saya percayai ada beberapa hal yang terdengar seperti kekerasan, tapi kembali lagi, kitab tersebut diturunkan di jaman orang yang tidak bisa sama sekali diberitahu dengan lembut dan santai, jadi kudu agak keras agar mereka paham. Seiring dengan berkembangnya jaman, tentunya cara berpikir manusia juga berubah menjadi lebih canggih dan lebih luas. Tentu saja kita tidak bisa semena-mena dengan mata tertutup melakukan kekerasan dan menjustifikasinya dengan alasan bahwa kitab kita menyuruh kita melakukannya (bahkan untuk hal yang katanya baik sekalipun, kita harus berpikir panjang dengan alasan yang logis agar tidak menyakiti orang lain, tentunya dengan alasan yang rasional dan jangan pernah sekali-kali justifikasi nafsu kita menggunakan kitab kita).

Revolusi Iran mengubah hidupnya. Orangtua Marji merasa mereka harus menyelamatkan putri mereka dengan cara mengirimkannya ke Amerika. Tapi karena alasan politik mereka tidak semudah tahun sebelumnya mengeluarkan visa Amerika untuk warga Iran. Marji pun dikirim ke Eropa. Surprisingly, banyak orang Eropa yang tidak mengetahui keberadaan Iran. Bahkan tidak tahu bahwa Iran itu ada. Marji meninggalkan Iran yang sedang dibombardir sana sini.

Marji hidup bertahun-tahun di negeri orang, dengan harapan menemukan kehidupan yang lebih baik. Tapi Marji merasa gagal. Marji terlalu terlena mendapatkan kebebasannya diluar sana. Merasa gagal dengan kehidupan asmara, pendidikannya, kehidupan sosialnya, Marji rindu akan kampung halamannya dan memutuskan untuk pulang.

Enough for spoiler!

 

Kenapa buku ini layak baca? Karena buku ini memberikan gambaran politik dari revolusi yang ada disana dari sudut pandang citizen yang tertarik akan politik. Buku ini ringan tapi berbobot. Bentuknya komik, tapi baru kali ini saya bisa baca komik. Penyajian grafiknya juga menarik. Bahkan filmnya pun juga bentuknya persis seperti bukunya, bedanya buku dengan filmnya hanya terletak pada gambar bergerak dan gambar diam saja. Papa mertua memberikan copy filmnya, tapi sayang dalam bahasa Prancis dan belum nemu subtitle nya.

Harga buku ini, karena impor ya, tapi saya beli di tokopedia dengan harga sekitar 170ribuan (kalau nggak salah inget sih). Yang jelas buku ini worth to read 👍

Tenang, gw udah update review gw di goodreads huhhu

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …