Skip to main content

Hey, I Am Turning 30!

I always thought that wherever I go, August will be the hottest month of the year. Because it is summer for most people. August is my favourite but I always hated it for being the hottest month. But hey, if I move my ass to Australia, I'll be having August in winter!  I forgot that Australia is different. Although it is considered winter, the weather seems good between 15-22 degrees. It's the best temperature ever. August is my favourite month of the year.  Anyway, I am turning 30 today. A new milestone. I am feeling anxious lately. Some people said, "You're a young adult in your 20s but you became an adult when you turn 30" yea that definitely didn't help my anxiety.  When my mum was 30, I was already 10. So yes I had this in my mind, "30 is serious age, by that time I am probably married, have one of two toddlers." Everything was planned traditionally just like how I saw my mum. Graduate, job, married, having kids, living like a normal family. Turn

Mengenal Nyai, Eyang Buyut Orang Indo Kebanyakan

 
Bukan Nyai, hanya seorang nenek Indo yang lagi belanja di pasar beli pindang buat sarapan

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang darah campuran Eropa, saya pernah janji nulis tentang orang Indo dan Nyai, nenek buyut dari para Indo kebanyakan. Sekarang kita liat definisi dari Indo sendiri. Jadi Indo (Indo-Europeaan atau Eropa Hindia) adalah para keturunan yang hidup di Hindia Belanda (Indonesia) atau di Eropa yang merupakan keturunan dari orang Indonesia dengan orang Eropa (Kebanyakan Belanda, Jerman, Prancis, Belgia). Itulah kenapa saya agak risih mendengar orang menyebut Indonesia dengan singkatan Indo. Karena kedua hal itu beda definisi dan arti.

Sekarang apa itu Nyai? Apa definisi dari Nyai? Nyai adalah seorang perempuan pribumi (bisa jadi orang Indonesia asli), Tionghoa dan Jepang yang hidup bersama lelaki Eropa di masa Hindia Belanda. Hidup bersama atau samenleven yang artinya kumpul kebo, tidak menikah. Fungsinya nyai itu apa? Fungsinya diatas seorang baboe dan dibawah seorang istri, tapi wajib melakukan kewajiban seorang baboe dan istri. Karena memiliki istri bagi prajurit Belanda kala itu adalah hal yang mahal dan mustahil, tapi mereka juga memiliki hasrat untuk melampiaskan kebutuhan biologis mereka, akhirnya mereka diijinkan mengambil nyai. Awalnya nyai tidak diperbolehkan, namun karena sifat devoted nya seorang pribumi terhadap tuannya, yang mana itu artinya juga menjaga tuannya dari penyakit kelamin (bagi Belanda jaman dulu lebih baik mengobati prajurit yang terkena penyakit kelamin daripada harus mendatangkan prajurit baru lagi yang biayanya jauh lebih mahal dan tidak efisien), maka memelihara nyai pun akhirnya diijinkan.

Namanya juga hidup bersama, resiko untuk menghamili nyai nya sangat besar. Kurang disebutkan dalam buku tersebut tentang penggunaan kapotje (kondom), tapi yang jelas banyak dari nyai yang melahirkan anak lebih dari dua.

Menurut cerita dahulu, memiliki istri bagi prajurit artinya adalah menikah dengan seorang wanita kulit putih yang mana banyak menguras uang mereka dan juga kehidupan para istri Eropa yang selalu minta dimanjakan a.k.a diperlakukan ala putri. Bagi petinggi sih nggak masalah, yang masalah adalah bagi para prajurit rendahan. Mereka hanya mampu memelihara nyai, yang katanya dikasih uang berapapun akan ditrima dan akan dengan rela ikhlas mengurus tuan mereka layaknya seorang suami bagi mereka. Sifat ini masih diturunkan hingga generasi sekarang, yang mana istri akan secara otomatis berbakti kepada suami.

Bagi para prajurit yang terlanjur jatuh cinta kepada nyainya, dan juga berbaik hati kepada nyainya, sebut saja para nyai yang beruntung maka akan dinikahi dan status anaknya diakui. Dengan status anak yang diakui ini, maka secara otomatis sang anak akan ikut warga negara sang bapak. Tapi bagi nyai yang tidak beruntung, sang tuan akan mendepak nyai keluar dari rumahnya yang akan digantikan dengan istri Eropanya, dan nasib anak pun tak jelas karena tak mendapat pengakuan. Pun begitu dia bisa dipindahtangankan untuk menjadi nyai dari teman prajurit yang lain. Banyak dari mereka berusia muda dan memiliki tuan yang usianya jauh diatasnya. 

Kesannya enak banget sih para tuan itu, dapet yang enak-enaknya aja, lah nyainya? Habis manis sepah dibuang. Padahal juga belom sepah-sepah banget. Ada banyak tuan yang meninggalkan nyainya tapi tetap mengakui anaknya. Dan setiap anak yang diakui akhirnya harus dikirim ke Belanda untuk sekolah sejak usia 5 tahun. Meninggalkan sang ibu dan negeri ini. Banyak dari para nyai yang kehilangan kontak dengan anaknya sejak saat itu.

Ketika Jepang mengambil alih kuasa dari Belanda, para Indo yang ada di Indonesia harus dikirim kembali ke Belanda, demikian pula dengan pengiriman prajurit Belanda kembali ke Kerajaan Belanda. Bagaimana dengan nasib nyai? Nasib nyai itu kasian, apa lagi nyai yang kurang beruntung. Dia hidup di caci maki masyarakat yang menganggap hidup bersama dengan lelaki tanpa pernikahan adalah hal yang menjijikkan, sedangkan mereka juga membutuhkan uang untuk hidup. Belum lagi ketika dipisahkan dengan anaknya untuk kembali lagi ke Belanda, sedangkan sang ibu ditinggalkan di negeri ini sakit-sakitan. Sakit karena menahan rindu kepada anaknya, dan nelongso dicampakkan begitu saja oleh tuannya. Ada kemungkinan sang nyai menjadi jugun ianfu di jaman penjajahan Jepang (ada kemungkinan, karena hal ini tidak disebutkan, ini hanya pendapat pribadi). Banyak dari mereka mati karena sakit perasaan yang terlalu dalam. Tapi ada juga para nyai yang akhirnya memilih untuk pergi ke Belanda untuk berada bersama anak-anaknya (bagi yang mampu, karena tidak semua mampu).

Itulah kenapa banyak keturunan Indonesia dengan orang Eropa (terutama Belanda) yang berada di Belanda (dan juga di Indonesia). Seperti kata papa mertua saya, kamu akan merasa seperti dirumah jika ada disini, karena saking banyaknya juga sekarang orang Indonesia yang menikah dengan orang Belanda.

Pertanyaan saya, kenapa banyak bener orang Indonesia yang nikah sama orang Belanda? Termasuk gw 😁

Buku ini bener-bener menarik banget buat dibaca, apalagi buat history addict dan juga keturunan Indo, coba dibaca.

 
 Pic : bukukomunitasbambu.com

Data Buku
Judul : Nyai dan pergundikan Hindia Belanda(De Njai dalam bahasa Belanda)
Pengarang : Reggie Bay
Penjual : Online pas nemu di Tokopedia (nyarinya setaun lebih), tapi kemaren pas ke Gramedia ada nih buku, yang bikin pengen obrak abrik toko buku aja haha!
Harga : Gramedia 90,000 ; tokopedia kemarin pas beli IDR 70,000 belum ongkir
Rate pribadi : 4,8/5,

Worth to read banget buat nambah pengetahuan sejarah. Dijelaskan juga tentang bagaimana mereka mendoktrin pribumi agar mendorokan para Belanda, yang sayangnya masih menurun sampai saat ini karakter tersebut. 

Beberapa hal yang sekarang saya pahami kenapa itu terjadi saat ini :

1. Sifat mendorokan kulit putih yang diturunkan dari masa penjajahan. Nggak heran sampai sekarang sifat itu masih bisa dilihat. Bedanya, jaman dulu kumpul kebo dengan lelaki kulit putih bukan merupakan pilihan dan mereka dipandang tak terhormat, tapi sekarang adalah kebalikannya contoh : banyak bule hunter yang ngejar ras kulit putih demi mungkin demi kenaikan status agar dilihat terhormat. Ini menurut cara pandang orang Asia kebanyakan (ah bosen ah bahas dukanya kawin campur!)

2. Haram hukumnya menikahi kafir. Kafir dalam hal ini adalah orang yang bukan beragama katolik. Karena merek hanya ingin anak yang dihasilkan adalah murni katolik tanpa campuran ras Indonesia yang kebanyakan bukan katolik.

3. Pribumi dan tionghoa sama-sama direndahkan oleh ras kulit putih. Dari dulu mereka berjuang bersama lho. Herannya kenapa sekarang banyak orang musuhin orang tionghoa hayo?

4. Jaman dulu anak Indo tidak memiliki tempat di dua dunia, mereka dianggap anak pembawa karakter negatif dari kedua orangtuanya. Mereka dipercaya adalah turunan yang memiliki semua karakter buruk dari orangtuanya, hingga hal ini ditentang Douwes Deker (Multatuli). Nah bedanya sekarang, anak Indo gampang bener ya ngartis?

Jaman emang udah beda!


Jangan lupa share ceritanya kalau udah baca ya πŸ˜‰

Comments

  1. bagus ni ceritanya, latarbelakangnya tentang sejarah. di gramed ada gk ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren sih pas aku udah beli tuh buku online, dia tiba2 nongol di gramedia malang. Padahal setaun dua taun aku nyatroni gramedia nggak ada haha
      Coba aja gramed dlu, kl ga ada coba di tokopedia. Yg jual toped cm satu haha.

      Bagus lho! Worth to read banget! Selaamat membacaaa

      Delete
  2. ini belum beli aku, nunggu neraca APBN sehat xixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahahaha
      Pinjem a? Eh ojok wes, ga enak lhooo kalo ga beli *godaansetan😌

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya