Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Miki Kabur

Seperti biasa, kalo HJ dateng pasti kita pulang ke mama. Dia selalu tidur di lantai 2. Nah kebetulan kucing kucing pada ditaro atas, gara-gara si adek kecil belum boleh interaksi langsung sama kucingnya, takut infeksi lukanya. Ditarolah meong itu diatas. Di kandang pula. Si HJ yang suka banget sama kucing, mana tega liat kucing dikandang. Dia keluarin lah si Miki yang item itu pas abis sholat subuh. Setengah lima pagi. Itu setengah lima pagi lho.

He is cute actually, but sometimes crazy

Eh eh eh dasar Miki emang agak ndablek ya, akhirnya pas mau dikandangin, dia lari. Biasanya sih kalo kabur ya ke samping. Tapi karena ini dilantai 2, ya endingnya kaburnya ke genteng. Mama teriak-teriak dikamarku bilang kalo Miki kabur. Aku masih molor manja dikamar, tiba-tiba bangun kaget gara-gara semua heboh. Duhh pikir ati, Miki paling juga kesamping tetangga.

"Paling juga kesamping ma"
"Digenteng dia, lari-lari itu. Gara-gara HJ ini"
"HEEEEEHHHH genteng????" perasaanku nggak enak nih

Pergilah aku ke lantai 2 liat si meong, nah di lantai 1 dihadang papa sama mama. Sisanya ke lantai 2. Sumpah seriusan aku masih ngantuk banget nget langsung syok deh dibangunin begitu. Udah gitu Miki itu lari-lari bahagia gitu kesana kemari, trus naek genteng paling atas dan kita takutnya kalo dia jatoh aja.

ya begini ini dia lari kesana kemari, kita yang liat juga takut dia jatoh

Duhh sayang kamu kasih aku kerjaan aja deh pagi-pagi.

Nah tiba-tiba si Miki mendekat ke arahku, sisi genteng diarahku tapi nggak ada yang bisa ambil. Adek juga nggak berani naek genteng, yaudah karena yang paling enteng adalah diriku, yawes dengan terpaksa naek genteng setelah sekian taun tobat naek genteng. Itu naek genteng jam 5 pagi, masih gelap, dingin pula. Ini beneran kucingnya juga gelap jadi makin susah liatnya soale genteng rumahku warnanya nggak kuning. Udah lah aku naek ke atas, eh Miki kabur lagi. Ini meong tak sembeleh baru tau rasa kamu ya.

dikandangin deh lah ya akhirnya

Beberapa menit kemudian, Miki tiba-tiba mendekat dan taraaaaaaaaaaaa ditarik mami. Mami yang nggak ikut naek genteng bisa ngambil Miki sementara aku yang naek-naek genteng ditinggalin gitu aja abis Miki diambil. OMEGOT AKU MASIH DISINI!! Untung aja HJ sadar trus narik tanganku buat turun.Masalahnya adalah, aku kepleset dan seharian pinggang rasanya sakit bener. Si HJ sempet aja takut kalo Miki kabur karena ini baru pertama kali dia kabur digenteng. Abis Miki masuk kandang, dia langsung janji deh nggak bakal keluarin dia lagi kayak pagi ini.

Rasain deh, udah jam tidur kepotong, harus olahraga pula. Beneran olahraga sampe naek-naek genteng 😪😥

Comments

  1. Replies
    1. Padahal dia udah pnya pendamping idup lhooo!! Cuman ndak hamil2 gatau knp, gak trtarik kali ya si Miki sama betina

      Delete
    2. Sang pendamping hidup pasti kurang menggairahkan

      Delete
    3. padahal si cimong itu atraktif menggairahkan lhooo

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...