Skip to main content

Cooking and Baking Skills Unlocked

First trial banana bread baked in the rice cooker. The picture was taken at 4 PM Bali times, golden hour when sunlight passing through my window and curtain.  
During 2020 I cook and bake a lot more than I did in the previous year. A lot of people told me that I can't cook. But I know that is not right. I just had no willingness to cook. When I moved to Bali, I started to miss the familiar foods in Java. My comfort foods. Although I eat everything Balinese cuisine was not that good for me the first time I tried it. It did not really satisfy my taste buds. But I realize it was just because I ate a not tasty Balinese food back then. Told ya first impression is important for me. Now I love it.
So I start to cook a lot more at home because I can't find tasty Javanese foods here. Yes, you can, but you need the journey to find the best one. It's a fun journey where you need to try a lot of things and decide which one is matching your palate. 
Aglio Olio. I don't fancy spaghetti…

Mikir sebelum nyinyir

Kemarin, ketika menghadiri pernikahan seorang teman, ada seseorang yang baru saja melahirkan baby girl-nya. Nah biasanya, acara kondangan kan identik dengan 'mini reuni' tho ya... Jadinya kita temen kuliah pada ngumpul mesra manja gitu. Kebetulan ada seseorang ini sebut saja si A yang berbeda kelas dengan kita tiba-tiba membaur dengan beberapa dari kita. Saya sih nggak seberapa deket sama dia. Jadi cukup salaman aja sama nanya kabarnya.

gambar pinjem sini


Nah, ada salah satu teman yang baru saja menikah, sebut saja si B, tiba-tiba didatangi si A. Ya maksud hati sih ingin ngobrol basa basi juga sih ya, tapi rupanya agak 'salah sasaran' yang mengakibatkan si B agak tersinggung. Si A dan B ini tidak terlalu dekat. Intinya sih kita emang nggak terlalu dekat dengan si A

A : Hai B, apa kabar?

B : Hai, baik kok

A : gimana? udah isi belom? *pertanyaan agak nggak sopan sih menurutku*

B : Belom (sambil tersenyum)

A : Lho? Kenapa? Nunda? Ngapain nunda? Kamu udah pacaran 6 tahun kan? Ngapain nunda momongan? nggak baek lho kalo nunda momongan itu. Mending langsung aja. Nggak usah kawatir, anak itu bawa rejeki masing-masing kok. Tenang aja, yang penting jangan nunda lah, ngapain sih nunda. Aku aja pacaran 3 tahun, nikah langsung hamil, nggak nunda.

Reaksi si B adalah tersenyum kecut dan meninggalkan si A

Si A tiba-tiba nyinyir begitu, bukan nyinyir sih, tapi lebih ke arah 'memberikan wejangan sok' dengan blablablabla dan kenapa si B meninggalkan si A dengan senyuman kecut? Karena si A tidak mengetahui apa yang sedang di alami si B. Ceritanya si B ini sedang dalam kondisi pengobatan rahimnya. Rahimnya sedang bermasalah jadi harus menjalani terapi terlebih dahulu. Nah si A kan nggak tau apa-apa tiba-tiba asal judge  seolah si B ini nggak pengen punya anak. Seolah si B ini menunda momongan. Bayangkan aja, dengan kata-katanya yang sok memberikan wejangan dengan tanpa mengetahui kondisi si B, wajar dong kalo si B agak tersinggung?

Kita yang temen akrabnya si B aja tiap hari ngasih semangat biar dia nggak putus pengobatan dan terapinya biar cepet punya momongan sesuai keinginannya dan suaminya.

Cerita lain datang dari si C. Si C adalah cowok yang akan menikah tahun depan.

A : Hai apakabar?

C : Baik. Oiya aku pengen nanya sesuatu

A : Oiya nanya aja

C : Ini, kalo boleh tau kamu punya vendor apa aja buat ngurus nikahan? Kayak baju, catering, apapun lah yg ada hubungannya sama pernikahan

A : Kamu mau nikah kapan?

C : taun depan rencananya

A : Lho ngapain taun depan? Kalo ada niat baek itu ya disegerakan lah, nggak usah lama-lama. Ngapain nunggu taun depan? Toh lebih baik sekarang nikahnya, kamu pacaran juga udah lama kan dari jamannya kuliah dulu. Aku aja pacaran cuman 3 tahun langsung nikah kok. Baeknya emang langsung nikah. Wes ndak usah nunggu tahun depan lah. taun ini aja

C : Lho? Aku nikah tahun depan ya karena aku biayai pernikahanku sendiri, nggak minta sama orangtua. Semua udah aku pertimbangin kok.

dan seketika si C meninggalkan A begitu saja

Nah si A ini modelnya kayak nggak tau kondisi lawan bicaranya, tapi langsung saja judge dan memberikan 'wejangan'. Nggak masalah kalau memang ingin memberikan saran, tapi mbok ya jangan asal judge nggak berdasar kayak gitu. Apalagi asal memberikan ceramah kayak gitu. hemmm jadinya aku yang pengen nyinyirin dia dehhhh :D



Karena berpikir sebelum berbicara itu penting! Think before talk!


Comments

  1. 'dan seketika si C meninggalkan si B begitu saja'

    Koyone ono sing salah deh...

    Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kalo aku jd dosennya, tka jamin dirimu ndak lulus kelas logika matematika bang :p

      Delete
    2. Ya gustiiiiii aku yg salah hahahaha tak revisi dulu dah hahaha

      Delete
    3. Hyuuhh maafken lah bang
      Mental lagi gak sehat hiks hiksssssss

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…