Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Attitude

Saya yakin tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya tidak memiliki sikap yang baik. Sebut saja well behave and good appetite attitude. Saya belum menjadi orangtua, jadi saya tidak ingin sembarangan judge bahwa mereka adalah sumber dari ketidaksopanan sikap dari anaknya. Tapi.... buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu pasti. Tapi ingat juga, kondisi lingkungan juga mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan sikap. Misal nih ya, ada buah apel jatoh dari pohonnya, nah jatohnya pas dibawah pohon itu. Tapi pas jatoh, ehhh tiba-tiba ketiup angin jadinya buahnya jatoh jauuuuhhhh banget dari pohonnya. Banyak faktor memang, tapi pusat pembelajaran pertama seorang anak adalah rumah, jadinya ya orangtua jadi cerminan perilaku anak.

gambar pinjem sini


Ceritanya saya mau curhat. Ada satu rekan kerja yang menurut saya dia tidak well behave dan tidak punya sopan santun serta etika yang sepantasnya dilingkungan profesional. Ketika ada si A sedang berbicara dengan si B didepan si C (si C ini yang etikanya kurang baik), si A dan B tidak melibatkan si C dalam pembicaraan. Tapi posisi A dan B didekat si C. Karena si C merasa jika dia memiliki jawaban atas pembicaraan A dan B, maka menyahutlah si C tanpa dimintai pendapatnya. What the!!!!

Kejadian itu tidak terjadi sekali, tapi berkali-kali dengan orang yang berbeda. Masalahnya, dia itu sok tau. Setiap kali mengintervensi pembicaraan orang, seolah dia benar padahal itu informasi ngarang, sok tahu dan nggak bisa dipertanggungjawabkan. Pernah suatu ketika handover affiliate yang dia pegang kepada saya, dia tidak memberitahukan informasi penting ke saya. Alhasil saya dong yang dimarahin sama affiliate sana. Mereka mengira saya tidak bertanggung jawab. Akhirnya saya belajar ke pemegang affiliate sebelum dia (sebut saja mbak Winny) untuk membuat beres semuanya. Mbak Winny marah ke dia yang teledor dan dia bisa ngeles dengan gampangnya 'nggak tuh mbak, mbak nggak pernah ngajarin aku'. Lah gimana nggak ngajarin kalau itu starting point-nya kerjaan???

Nah tadi, dia bertanya sekaligus bertanya kepada saya apakah saya mempunyai guidance untuk Q. Karena saya yang terlalu 'ramah' dan selalu berusaha menjawab setiap pertanyaan yang masuk ke saya, wajar dong kalo saya nanya dia lebih detail. Nah nggak tau kenapa pas tengah-tengah menjelaskan tiba-tiba dia bilang 'Ah yaudah mbak nggak usah, nggak jadi deh, udahlah' dengan gayanya yang sok bossy padahal dia junior saya. Berani-beraninya dia dengan nggak sopannya memutus pembicaraan orang seperti itu. Saya tidak menyebut dia harus menghormati yang tua, nggak, bukan itu, tapi etikanya yang sudah salah diawal, yang ketika memanggil saya pun tidak dengan mendatangi meja saya tapi mengetuk-ngetuk meja saya (tadinya sih nggak gubris, sengaja, tapi kan terganggu juga lama-lama), lalu memutus penjelasan saya ditengah-tengah seolah saya hanya memberikan informasi abal-abal, dan bersikap seolah dia memang yang paling benar. Ohh mennnnn.... saat itu saya pengen banget keluarin koleksi kebon binatang saya!

Ah mungkin dia mrasa kalau ngobrol dengan saya tidak akan menghasilkan sesuatu yang penting. Tapi setidaknya saya bisa jamin informasi yang saya berikan itu yang benar, kalaupun saya kurang paham ya saya tanyakan supervisor dulu biar jelas dan nggak salah sasaran.

Dan yang jelas Attitude is everything.


Comments

  1. Tonjok aja tuh orang !

    Hahaha

    Kalo ada anak baru yang tengil kaya gitu di kantor, kata-kata yang keluar dari mulut saya adalah:

    'Anda sudah bosan kerja disini? Saya bisa memberikan rekomendasi khusus ke HRD tentang anda'

    'Oh enggak pak, maaf...'

    -__-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha udah rekomendasiin aja hahahah

      Tapi dia biasanya manis didepan bos, cuman songong aja ke kita2 bahkan sama seniornya

      Delete
    2. Dih jijik banget sama orang model penjilat kaya gitu. Kalo rajin mah rajin aja, kalo males ya males aja. Gak usah pencitraan

      Delete
    3. Jaman sekarang kan musimnya pencitraan banggg hahahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Setelah Schengen Visa Ditolak Jerman

Bentheim Gw tau Jerman tuh emang meticulous banget, tapi gw nggak sangka bakal se- meticulous itu. Kira-kira bulan Maret gw apply Schengen via Jerman. Kenapa via Jerman? Karena Belanda nggak ada slot heheheee. Rencana perginya bulan April kalau nggak salah waktu itu. Karena suami ada libur tapi cuma pendek banget, dan dia pengen banget pulang ke sana, yaudah lah coba aja. Dapet antrian, mana bayarnya 700ribu pula 😅 lalu pergilah gw submit semua dokumen gw.  Gw bukan yang pertama kali mengajukan Schengen, jadi gw udah "tau" harus submit apa aja. Karena sebagai orang yang menikah dengan warga EU, kami berhak untuk tidak menunjukkan buku tabungan (yg penting tabungan pasangan yang EU yg ditampilkan), dll. Dengan ina inu, eh ternyata diminta surat kerja lah, kalau freelancer harus kasih tau bukti kerjaan juga. Gw rasa ribet ya karena nggak formal kerjanya, jadi ya udah gw tulis ibu rumah tangga. Itu juga masih harus bikin surat pernyataan siapa yg membiayai biaya hidup gw kala...