Skip to main content

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing. Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja.  Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan".  Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆 Jadi m

[Book] Max Havelaar

Akhirnya kelar. Itu deh kata-kata yang pertama saya ucapkan ketika selesai membaca Max Havelaar. Dari dulu saya suka sejarah, suka banget. Cuman ya paham sendiri kan bagaimana guru sejarah yang ada disekolah, kebanyakan, nggak semua kok, itu agak bosenin. Kebanyakan kok, karena ada satu guru sejarah waktu SMA dan saya fans beratnya. Udah cantik, modis, trendi, kalau ngajar sejarah enak banget. Belajar sejarah baru kali itu terasa menyenangkan. Nilai ujian pun bagus-bagus hahahah

Kembali ke Max Havelaar. Buku ini menjadi buku incaran saya sejak SD. Karena SD masih belum paham apa-apa, Cuma mikir aja sekarang “sok pinter banget ya gue dulu, pengen baca buku beginian”. Dulu penasaran karena katanya buku ini membunuh kolonialisme. Sampai gimana banget sih sampai buku ini dilarang beredar dan pernah dilarang edar oleh pemerintah Belanda kala itu. Takut kayaknya sih mereka.

Buku ini ditulis Multatuli (nama pena dari Douwes Dekker). Oiya, kepengen punya buku ini karena yang nulis Douwes Deker, beken banget kan waktu itu ceritanya, nggak tau kenapa beken pokoknya keren aja dulu ngerasanya. Kesampaian beli ini buku akhir tahun 2014. Bayangin, belinya 2014, kelarnya april 2016. Dasar males baca.

Jadi ceritanya intinya nyeritain tentang si Multatuli yang kerja 18 tahunan sebagai Residen di beberapa daerah di Indonesia (sebut saja orang penting) pada masa itu. Beliau melihat banyak sekali penindasan dan ketidakadilan. Yaiyalah ya, namanya juga jaman penjajahan, Belanda disini 350 tahun begitu, pastilah banyak penindasan. Seolah beliau itu kasian banget ngeliat orang Indonesia jaman penjajahan dulu. Dan melakukan kritik keras melalui buku ini. (saya tidak bahas inti cerita lebih dalam, bisa nanya ke mbah google kalau soal ini). Tapi beliau emang paling nggak nyampe hati ngeliat orang menderita kok.

Menurut pengalaman saya baca buku ini, ini buku diawal ngebosenin banget. Bukan karena bukunya jelek, bukan, tapi karena saya nggak terlalu suka aja deskripsi yang panjang. Dan buku ini diawal banyak deskripsinya. Bagus kok sebenernya, untuk menggambarkan kondisi kala itu yang masih jaman 1800an. Buat saya yang lahir mendekati jaman millennium, jelas lah jaman penjajahan itu jauh dari bayangan saya (bersyukur banget lahir nggak di jaman penjajahan hehe). Penggambarannya bisa dibilang detail. Detail cerita betapa menderitanya orang-orang Indonesia kala itu.

Karena saya bacanya nggak runtut, I mean baca dari tahun 2014 sampai 2016 dan males ngulang lah ya, akhirnya ingetnya juga sepenggal-penggal. Intinya aja, bisa ngerasain gimana menderitanya deh. Nah, karena merasa kok buku ini lama banget kelarnya, berniat baja deh akhirnya. Pokoknya bulan April 2016 harus kelar. Kelar kok. Dan mendekati akhir-akhir jadi mulai merasa “Wahhh buku ini beneran deh kerennnnn”. Mulai kerasa nyambungnya dan bagusnya juga mendekati akhir. Karena memang cerita buku ini alurnya nggak kayak novel, tapi loncat sana sini yang bener-bener harus konsen biar bisa ngikutin ceritanya. Tapi beneran, di akhir itu bener-bener bisa dibilang “Pantes lah buku ini dapet penghargaan, pantes lah buku ini pernah dilarang edar, satire banget”.

Pokoknya seneng aja akhirnya kelar baca buku yang berat ini. Seneng deh. Akhirnya juga bisa bilang “Bagus”, jadi nggak nyesel nyari buku ini bertahun-tahun, nyelesein bacanya juga bertahun-tahun hehehe. Oiya, Multatuli diakui sebagai penulis yang berpengaruh pada jamannya sama kerajaan Belanda.

Baca aja Max Havelaar kalau ingin mengetahui lebih banyak gambaran penderitaan rakyat pada masa itu. Ngeri.

 

Ini ada di Belanda sana katanya
Gambar wikipedia

Buku yang dapetinnya taunan, baca juga taunan.

Comments

  1. I have that book, dan ASLI bukan bajakan *penting*

    Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha buku ini jg aseliii lhooo, nyarinya susahhh pas aku dlu pengen. Baru ketemu taun kmrn dan bacanya baru kelar taun ini hahahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Menjadi dotcom

Few days ago, I wrote what I want to do on early 2017. And one thing has been done today. What is that? Tarararaaaaaaa.... silverestrella.com As I promised myself, now this blog has been upgraded to dotcom. I found a domain hosting through Mas Adhi . He wrote that when I was looking for hosting for my blog. So thank you so much, you came on right time hahaha Dibilang alay ya udahlah nggak apa-apa, yang jelas seneng akhirnya bisa upgrade jadi dotcom yeyeyeyeee