Pembelokan opini

8:05 AM

Saya sudah lelah. Lelah kenapa ini? Oho, bukan lelah karena abis kerja rodi ya, tapi lelah dengan media masa. Jadi begini nih, kemarin-kemarin saya sudah bisa anggap itu hal yang lebih baik tidak diperhatikan, tapi lama-lama gatel juga.

Beberapa waktu lalu ada teman yang share gambar, yang isinya kurang lebih begini : (saya bikin contoh paling gampang saja lah).
Wartawan bertanya ke anggota dewan A: bapak, suka masakan buatan istri?
Anggota dewan A: suka sih, tapi nggak favorit banget, soalnya istri jarang masak
Wartawan : kalau masakan ibu janda muda depan kantor, suka?
Anggota dewan A: ohh suka, itu langganan kita, kita sering makan disana
Judul artikelnya akan menjadi "Anggota dewan A lebih memilih janda muda daripada istrinya sendiri". NAH LHO?!?!

Relevan nggak sih judulnya? Dibaca sekilas, pasti langsung mengarah ke opini "wahh anggota dewan itu jangan-jangan selingkuh", atau bisa juga kalau yang membaca adalah orang yang suka nyinyir jadinya "yaelahh, namanya cowok juga gitu, uda punya bini malah nyari janda muda". Kena deh dua2nya dinyinyirin. Kalau orang cerdas, bisa jadi "ah, paling juga judul sama isinya nggak relevan".

Ketidakrelevansian judul dengan isi bisa menyebabkan prahara lho. Yakin deh. Kalau menyangkut hajat hidup orang banyak, itu bahaya. Tapi kalau tidak mencederai siapapun, paling juga websitenya ditinggalin dan mikir kalo "nggak kredibel". Udah gitu doang. Masalahnya, kalau malah menyebabkan huru hara, misal sampai gugatan ke ranah politik, yang harus disalain ya media yang memberitakan dong.

Ahh tapi sudah banyak sekali media yang seperti itu. Bukan smakin membikin maju pembaca, malah membuat bodoh pembaca. Serius deh, saya sekarang makin males baca berita online. Karena menurut saya, judul dibuat semenarik mungkin agar dibaca, tapi kalau ternyata mengecewakan yaaaa males kan jadinya.

Let's be smart!

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about mine ~ Share it here