Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Pembelokan opini

Saya sudah lelah. Lelah kenapa ini? Oho, bukan lelah karena abis kerja rodi ya, tapi lelah dengan media masa. Jadi begini nih, kemarin-kemarin saya sudah bisa anggap itu hal yang lebih baik tidak diperhatikan, tapi lama-lama gatel juga.

Beberapa waktu lalu ada teman yang share gambar, yang isinya kurang lebih begini : (saya bikin contoh paling gampang saja lah).
Wartawan bertanya ke anggota dewan A: bapak, suka masakan buatan istri?
Anggota dewan A: suka sih, tapi nggak favorit banget, soalnya istri jarang masak
Wartawan : kalau masakan ibu janda muda depan kantor, suka?
Anggota dewan A: ohh suka, itu langganan kita, kita sering makan disana
Judul artikelnya akan menjadi "Anggota dewan A lebih memilih janda muda daripada istrinya sendiri". NAH LHO?!?!

Relevan nggak sih judulnya? Dibaca sekilas, pasti langsung mengarah ke opini "wahh anggota dewan itu jangan-jangan selingkuh", atau bisa juga kalau yang membaca adalah orang yang suka nyinyir jadinya "yaelahh, namanya cowok juga gitu, uda punya bini malah nyari janda muda". Kena deh dua2nya dinyinyirin. Kalau orang cerdas, bisa jadi "ah, paling juga judul sama isinya nggak relevan".

Ketidakrelevansian judul dengan isi bisa menyebabkan prahara lho. Yakin deh. Kalau menyangkut hajat hidup orang banyak, itu bahaya. Tapi kalau tidak mencederai siapapun, paling juga websitenya ditinggalin dan mikir kalo "nggak kredibel". Udah gitu doang. Masalahnya, kalau malah menyebabkan huru hara, misal sampai gugatan ke ranah politik, yang harus disalain ya media yang memberitakan dong.

Ahh tapi sudah banyak sekali media yang seperti itu. Bukan smakin membikin maju pembaca, malah membuat bodoh pembaca. Serius deh, saya sekarang makin males baca berita online. Karena menurut saya, judul dibuat semenarik mungkin agar dibaca, tapi kalau ternyata mengecewakan yaaaa males kan jadinya.

Let's be smart!

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...