Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Kenapa Matematika?

Tanyakan kepada banyak siswa siswi di seluruh Indonesia, apakah mereka menyukai matematika? Saya yakin akan lebih banyak yang menyatakan "kurang menyukai matematika" daripada "menyukai matematika". Layaknya sudah menjadi hal yang umum dan wajar kalau mengatakan matematika itu sulit. Bahkan setelah saya menjadi mahasiswa matematika dan lulus dari jurusan matematikapun saya juga merasa kalau matematika itu memang sulit. Bukan bermaksud membesar-besarkan kalau memilih jurusan matematika itu pasti akan mengalami masa sulit karena sulitnya matematika. Bukan. Setiap jurusan pasti memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

Nah, dulu saya sering bertanya-tanya kenapa kita belajar matematika sesulit ini di sekolah ?Fungsinya apa??? Apakah integral bisa diterapkan orang awam dalam proses membeli barang di supermarket ? Apakah differensial bisa juga digunakan orang awam untuk menghitung hutang ? Selalu bertanya-tanya seperti itu. Bagi beberapa teman, matematika memang momok terbesar bagi mereka. Ilmu yang menurut mereka terlalu sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. begitupun saya. Saya sangat merasakana hal tersebut. Berbeda lagi dengan fisika yang selalu aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

Setelah resmi menjadi mahasiswa matematika, saya merasakan ilmu matematika yang didapatkan di SMA sangatlah berlebihan. Menurut saya sih. Misal tentang integral untuk menghitung volume benda putar menggunakan cakram. Itu sangatlah tidak aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, karena ilmu tersebut memang berguna untuk kedokteran untuk mengitung volume kanker agar bisa memberikan dosis yang tepat untuk penembakan laser (partikel). dan masih ada beberapa ilmu yang hanya bisa diterapkan bagi orang yang nantinya akan melanjutkan kuliah dibidang teknik maupun yang lainnya.

Bukan berarti saya mengatakan jika matematika itu tidak penting dan tidak perlu dipelajari, berdasarkan pengalaman, saya tidak pernah terlalu iseng menghitung volume susu cair dalam kardus yang penyok. Jika saya ingin membeli susu kardus, ya sudah saya beli aja, liat harganya berapa trus ambil dan bayar, trus diminum. Beres. Tidak semua orang awam bisa 'iseng' seperti itu, kecuali beberapa teman saya. Mungkin pemberian materi sulit tersebut di SMA bertujuan untuk mengenalkan hal tersebut kepada siswa yang mungkin nantinya tertarik untuk melanjutkan studi dibidang matematika. Mungkin lho ya. Tapi sejauh pengalaman saya dan beberapa murid saya, itu hanya menghabiskan banyak waktu (seandainya kita bs protes haha).

Memang matematika itu penting dalam setiap aspek tetapi tidak semuanya dan tidak serta merta diberikan dibangku SMP ataupun SMA. Contoh lain, misal program linier. Itu penting untuk diajarkan karena fungsinya mencarai nilai maksimum dan minimum, dan hal itu sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari yang tidak terlalu rumit. Ada lagi materi yang pernah saya dapatkan di semester 5, tahun ini diajarkan untuk anak SMA kelas 2 bidang peminatan.

Menurut pandangan saya, harusnya ilmu matematika yang diajarkan sesuai dengan porsi bagi pola pikir dan kebutuhan. Karena tidak semua siswa setelah lulus akan kuliah matematika. Mungkin untuk ilmu fisika dan kimia 60% akan terlihat pemanfaatannya dalam kehidupan, lain halnya dengan matematika yang tetap terlihat absurd. Kuasanya matematika terletak pada akarnya, tidak terlihat. Untuk menghasilkan teorema yang aplikatif dan mudah dalam bidang fisika sudah tentu menggunakan teorema njelimet matematika yang hanya dipahami orang yang 'iseng' hahaha

#curhatan iseng mantan mahasiswa matematika#

Dapet gambar ini dari share grup, dan sangat googleable. Mengingatkan kenangan buku kuliah yang paling mahal

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…