Skip to main content

Rambut yang Menyuburkan

Awal bentukan sansiviera gw. Bukan, bukan rambut gw yang subur kok bukan. Rambut gw masih mengalami patah tulang harian, rontok kemana-mana ya tuhan susah bener biar rambut panjang gak rontok. Jadi ceritanya gw punya sansiviera kan, hadiah ulang tahun lalu. Dia mini gitu kan, batangnya banyak banget rimbun. Setelah gw tinggal berminggu-minggu, dia ternyata letoy karena kurang sinar mentari dan air. Hingga batangnya tersisa 4 dan akarnya semi busuk.  Posisi batang sudah mulai tegak Sansiviera ini termasuk tumbuhan yang tahan banting menurut gw. Daripada gw buang, yaudah lah gw tunggu dulu. Gw pindah ke pot, gw pangkas akar busuknya, gw tata lagi. Eh makin lama kok makin lemes yaa batangnya nih. Agak stres juga masa sih mati nih tumbuhan kan gw dapet hadiah.  Lalu, nggak tahu kenapa tiba-tiba gw dapet ilham buat naro rontokan rambut gw di pot. Gw cari dong apa iya sih rambut bisa nyuburin tanaman. Dapet beberapa dari hasil googling, katanya sebagai pengganti urea. Yahhh yaudah lah coba a

Kenapa Matematika?

Tanyakan kepada banyak siswa siswi di seluruh Indonesia, apakah mereka menyukai matematika? Saya yakin akan lebih banyak yang menyatakan "kurang menyukai matematika" daripada "menyukai matematika". Layaknya sudah menjadi hal yang umum dan wajar kalau mengatakan matematika itu sulit. Bahkan setelah saya menjadi mahasiswa matematika dan lulus dari jurusan matematikapun saya juga merasa kalau matematika itu memang sulit. Bukan bermaksud membesar-besarkan kalau memilih jurusan matematika itu pasti akan mengalami masa sulit karena sulitnya matematika. Bukan. Setiap jurusan pasti memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

Nah, dulu saya sering bertanya-tanya kenapa kita belajar matematika sesulit ini di sekolah ?Fungsinya apa??? Apakah integral bisa diterapkan orang awam dalam proses membeli barang di supermarket ? Apakah differensial bisa juga digunakan orang awam untuk menghitung hutang ? Selalu bertanya-tanya seperti itu. Bagi beberapa teman, matematika memang momok terbesar bagi mereka. Ilmu yang menurut mereka terlalu sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. begitupun saya. Saya sangat merasakana hal tersebut. Berbeda lagi dengan fisika yang selalu aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

Setelah resmi menjadi mahasiswa matematika, saya merasakan ilmu matematika yang didapatkan di SMA sangatlah berlebihan. Menurut saya sih. Misal tentang integral untuk menghitung volume benda putar menggunakan cakram. Itu sangatlah tidak aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, karena ilmu tersebut memang berguna untuk kedokteran untuk mengitung volume kanker agar bisa memberikan dosis yang tepat untuk penembakan laser (partikel). dan masih ada beberapa ilmu yang hanya bisa diterapkan bagi orang yang nantinya akan melanjutkan kuliah dibidang teknik maupun yang lainnya.

Bukan berarti saya mengatakan jika matematika itu tidak penting dan tidak perlu dipelajari, berdasarkan pengalaman, saya tidak pernah terlalu iseng menghitung volume susu cair dalam kardus yang penyok. Jika saya ingin membeli susu kardus, ya sudah saya beli aja, liat harganya berapa trus ambil dan bayar, trus diminum. Beres. Tidak semua orang awam bisa 'iseng' seperti itu, kecuali beberapa teman saya. Mungkin pemberian materi sulit tersebut di SMA bertujuan untuk mengenalkan hal tersebut kepada siswa yang mungkin nantinya tertarik untuk melanjutkan studi dibidang matematika. Mungkin lho ya. Tapi sejauh pengalaman saya dan beberapa murid saya, itu hanya menghabiskan banyak waktu (seandainya kita bs protes haha).

Memang matematika itu penting dalam setiap aspek tetapi tidak semuanya dan tidak serta merta diberikan dibangku SMP ataupun SMA. Contoh lain, misal program linier. Itu penting untuk diajarkan karena fungsinya mencarai nilai maksimum dan minimum, dan hal itu sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari yang tidak terlalu rumit. Ada lagi materi yang pernah saya dapatkan di semester 5, tahun ini diajarkan untuk anak SMA kelas 2 bidang peminatan.

Menurut pandangan saya, harusnya ilmu matematika yang diajarkan sesuai dengan porsi bagi pola pikir dan kebutuhan. Karena tidak semua siswa setelah lulus akan kuliah matematika. Mungkin untuk ilmu fisika dan kimia 60% akan terlihat pemanfaatannya dalam kehidupan, lain halnya dengan matematika yang tetap terlihat absurd. Kuasanya matematika terletak pada akarnya, tidak terlihat. Untuk menghasilkan teorema yang aplikatif dan mudah dalam bidang fisika sudah tentu menggunakan teorema njelimet matematika yang hanya dipahami orang yang 'iseng' hahaha

#curhatan iseng mantan mahasiswa matematika#

Dapet gambar ini dari share grup, dan sangat googleable. Mengingatkan kenangan buku kuliah yang paling mahal

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini