Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Kenapa Matematika?

Tanyakan kepada banyak siswa siswi di seluruh Indonesia, apakah mereka menyukai matematika? Saya yakin akan lebih banyak yang menyatakan "kurang menyukai matematika" daripada "menyukai matematika". Layaknya sudah menjadi hal yang umum dan wajar kalau mengatakan matematika itu sulit. Bahkan setelah saya menjadi mahasiswa matematika dan lulus dari jurusan matematikapun saya juga merasa kalau matematika itu memang sulit. Bukan bermaksud membesar-besarkan kalau memilih jurusan matematika itu pasti akan mengalami masa sulit karena sulitnya matematika. Bukan. Setiap jurusan pasti memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

Nah, dulu saya sering bertanya-tanya kenapa kita belajar matematika sesulit ini di sekolah ?Fungsinya apa??? Apakah integral bisa diterapkan orang awam dalam proses membeli barang di supermarket ? Apakah differensial bisa juga digunakan orang awam untuk menghitung hutang ? Selalu bertanya-tanya seperti itu. Bagi beberapa teman, matematika memang momok terbesar bagi mereka. Ilmu yang menurut mereka terlalu sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. begitupun saya. Saya sangat merasakana hal tersebut. Berbeda lagi dengan fisika yang selalu aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

Setelah resmi menjadi mahasiswa matematika, saya merasakan ilmu matematika yang didapatkan di SMA sangatlah berlebihan. Menurut saya sih. Misal tentang integral untuk menghitung volume benda putar menggunakan cakram. Itu sangatlah tidak aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, karena ilmu tersebut memang berguna untuk kedokteran untuk mengitung volume kanker agar bisa memberikan dosis yang tepat untuk penembakan laser (partikel). dan masih ada beberapa ilmu yang hanya bisa diterapkan bagi orang yang nantinya akan melanjutkan kuliah dibidang teknik maupun yang lainnya.

Bukan berarti saya mengatakan jika matematika itu tidak penting dan tidak perlu dipelajari, berdasarkan pengalaman, saya tidak pernah terlalu iseng menghitung volume susu cair dalam kardus yang penyok. Jika saya ingin membeli susu kardus, ya sudah saya beli aja, liat harganya berapa trus ambil dan bayar, trus diminum. Beres. Tidak semua orang awam bisa 'iseng' seperti itu, kecuali beberapa teman saya. Mungkin pemberian materi sulit tersebut di SMA bertujuan untuk mengenalkan hal tersebut kepada siswa yang mungkin nantinya tertarik untuk melanjutkan studi dibidang matematika. Mungkin lho ya. Tapi sejauh pengalaman saya dan beberapa murid saya, itu hanya menghabiskan banyak waktu (seandainya kita bs protes haha).

Memang matematika itu penting dalam setiap aspek tetapi tidak semuanya dan tidak serta merta diberikan dibangku SMP ataupun SMA. Contoh lain, misal program linier. Itu penting untuk diajarkan karena fungsinya mencarai nilai maksimum dan minimum, dan hal itu sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari yang tidak terlalu rumit. Ada lagi materi yang pernah saya dapatkan di semester 5, tahun ini diajarkan untuk anak SMA kelas 2 bidang peminatan.

Menurut pandangan saya, harusnya ilmu matematika yang diajarkan sesuai dengan porsi bagi pola pikir dan kebutuhan. Karena tidak semua siswa setelah lulus akan kuliah matematika. Mungkin untuk ilmu fisika dan kimia 60% akan terlihat pemanfaatannya dalam kehidupan, lain halnya dengan matematika yang tetap terlihat absurd. Kuasanya matematika terletak pada akarnya, tidak terlihat. Untuk menghasilkan teorema yang aplikatif dan mudah dalam bidang fisika sudah tentu menggunakan teorema njelimet matematika yang hanya dipahami orang yang 'iseng' hahaha

#curhatan iseng mantan mahasiswa matematika#

Dapet gambar ini dari share grup, dan sangat googleable. Mengingatkan kenangan buku kuliah yang paling mahal

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …