Skip to main content

Kehidupan Selama Pandemi

Lidah mertua yang selalu gw pindah-pindah lokasi untuk mengejar sinar mentari. Ya gendeng. Gw sadar ada banyak hal berubah sejak pandemi. Banyak hal baik, tapi yaaa nggak sedikit yang eww I wish this pandemic never exist.  Level stres gw udah di level yang bikin gw pengen ke psikolog.  Skipped forward to November 2020 . Gw jadi rajin masak. Meskipun yaaa masih kadang order kalo pas pusing menyerang, tapi masak jadi agenda harian. Yang biasanya masak weekend doang, sekarang beli makanan kalo nggak kuat berdiri dari kasur. Tentu saja selain masak, dengan bantuan Sayurbox gw jadi lebih sering konsumsi buah dan sayur tiap hari. Tak lupa, segala macem vitamin dan minuman-minuman macam Oronamin, bear brand, yakult, dsb. Btw, buah dan sayur di Sayurbox itu murah-murah banget lho sungguhan. Gw jadi rajin yoga. Olahraga kecil-kecilan aja lah yang penting badan gerak dan nggak terlalu kaku. Karena gw lebih aktif di malam hari, jadi gw yoga biasanya sebelum tidur. Semales-malesnya gw yoga, minima

[Movie] My Way

Plot cerita diawali dari Kim Jun shik dan Tatsuo yang doyan lari, sampai akhirnya mereka menjadi pelari nasional. Tatsuo yang merupakan orang Jepang dan berasal dari keluarga yang berkuasa di Korea. Kalau nggak salah sih jaman itu masuk PD2. Sampai Jepang masih berkuasa di Indonesia, alihan dari Belanda jaman itu.

Ini film lama, saya nonton pas tengah malem di salah satu stasiun tv swasta yang akhirnya membawa saya kepada kegantengan Jang Dong Gun dan membawa keheranan kepada salah seorang teman Korea "kamu kelahiran taun berapa Pris kok sukanya Dong Gun sih? Ketuaan tuh" hoho. Tua-tua mateng ganteng hehehe. Ubek-ubek leptop ternyata nemuin film ini jadilah nonton lagi.

Jungshik dan Tatsuo ini sudah kenal dari kecil, mereka sama-sama pelari maraton. Tapi karena Jepang berkuasa atas Korea, maka orang-orang Korea dijadiin budak mereka. Nggak beda jauh lah dari jamannya Jepang di Indonesia. Nah suatu ketika ada olimpiade nasional maraton, tadinya Jungsik nggak boleh ikutan, tapi maksain akhirnya dia ikut olimpiade itu. Sebenernya menang sih, tapi Jepang ogah ngumumin kemenangan dia akhirnya yg dijadikan pemenang adalah Tatsuo ini, dan beberapa Jepang yang lainnya. Marah dong ya, merasa menang kok nggak diakui. Tawuran deh akhirnya semua orang Korea ngelawan orang Jepang. Singkat kata pihak Jepang memberikan hukuman kepada orang-orang Korea tersebut dengan menjadi prajurit untuk Jepang dan harus berkorban demi kekaisaran Jepang. Berpisahlah Tatsuo dan Jungshik ini. Jungshik jadi tentara paksaan, Tatsuo disuruh ke Jerman buat sekolah kedokteran. Tapi dia nolak sih, trus nggak tau kelanjutannya gimana.

Ntah kenapa, mungkin salah satu alasan Jepang mengambil banyak orang Korea untuk menjadi prajuritnya karena Jepang kabisan prajurit kali ya. Sama seperti Belanda yang mengambil orang Afrika untuk dijadikan prajurit waktu menjajah Indonesia.

Nah, mulai deh. Cadas dari sini. Prajurit dipaksa berperang melawan Uni Sovyet kala itu. Cadas men. Perang terus deh dari sini. Darah dimana-mana. Nah nggak tau gimana ceritanya, ehh kok Tatsuo tiba-tiba jadi kolonel yg datang untuk memimpin pasukannya Jungshik. Nah kan aneh? Ehh tapi nggak juga sih, kan kakek dia orang pentingnya Jepang juga. Dan dia emang pengen jadi kayak kakeknya sih.

Digambarkan bagaimana keras dan jahatnya Jepang kepada orang Korea yang dijadikan prajurit secara paksa. dihantam sana sini, dipaksa sana sini, duhh kesian deh liatnya. Liat orang ganteng digebukin, ditonjok-tonjok kan sayang hehee. Tapi ini jadi bikin saya mikir sih, Jepang tuh jahat banget ya jaman perang (nggak bermaksud menyinggung orang Jepang jaman sekarang lho ini, tapi jaman dulu, dan pandangan saya terhadap orang Jepang dulu dan sekarang beda kok, yg jelas saya ndak bermaksud menyinggung). Berkali-kali bilang kalau orang Korea pemalas, kerja lamban, sifat itu emang bawaan orang Jepang yg etos kerjanya 3 kali lebih tinggi dari orang Korea. Dan karena kebawa sampai sekarang, gila aja, mereka gila kerja. Workaholic. Saya kadang sering aneh sama orang yg gila kerja. Seolah hidupnya hanya didedikasikan untuk kerja. Ada satu orang Korea di film itu bilang "mending kalo perang untuk negara sendiri daripada perang buat Jepang".

Setelah Jepang kalah, sepertinya ada pemboman Nagasaki Hirosima yang membuat Indonesia bisa memproklamirkan kemerdekaan disini, nasib para orang Korea sampai pimpinan Jepang yg Tatsuo itu pindah ke Uni Sovyet. Uni sovyet memegang kendali atas mereka. Ibarat bola, mereka dioper sana sini tak jelas nasibnya. Jungshik sama Tatsuo masih nggak akur aja. Tapi Jungshik masih mikirin nasib temannya yang dulu jadi cucunya majikannya ini. Singkat kata, perang pecah di Sovyet dan mereka bisa kabur dari sana ntah gimana caranya mereka bisa sampai didaratan lain. Tatsuo yang tertembak kan ditinggalin bentar dirumah kosong sementara Jungshik cari bantuan. Ehh kok ya Jungshik malah ditahan.

3 tahun kemudian..

Tatsuo yang terpisah dari Jungshik merasa memiliki 'hutang nyawa' kepada Jungshik. Bertahun-tahun dia mencari Jungshik sampai desperate gitu. Eh nggak nyangka ketemu di Eropa. Mereka berdua sama-sama jadi pasukan Eropa. Ntah ya gimana caranya, yg jelas kan sudah ketemu.

Perang pecah lagi disana. Dimana-mana perang pecah. Ini saya nggerasa dunia nggak ada amannya. Apa mungkin Thailand doang yg aman? Mengingat nggak pernah ada orang yang menjajah Thailand btw. Nah karena perang lagi, mereka berdua hanya ingin pulang. Dari awal mereka ada di Sovyet juga mereka cuman pengen balik pulang, tapi malah kelempar-lempar sampai Eropa. Akhirnya mereka berhasil kabur, tapi ada pasukan yang membunuh orang Jepang. Di masa pelarian, mereka nggak luput dari tembak dan bom sana sini yang akhirnya membuat Jungshik terkena peluru didadanya. Jantung deh kayaknya.

Kemudian Jungshik memberikan kalung nama milik dirinya dan menukarkan dengan milik Tatsuo. Sembari dia bilang ke Tatsuo "kamu bilang aja kamu orang Korea, kalo kamu bilang kamu orang Jepang mereka akan membunuhmu. Mulai sekarang nama kamu Kim Jungshik, bukan Tatsuo. Kamu harus pulang, kamu harus lari lagi".
"Tapi kita harus pulang dan lari bersama, aku ingin lari lagi dengan kamu"
"Aku ingin pulang tapi tak bisa pulang, kamu harus janji kepadaku kamu harus pulang dengan selamat disana. Dan lari"

Yah karena kondisi Jungshik yang sekarat, akhirnya dia meninggal.

Ini scene yang paling menyentuh. Karena mengingatkan saya kepada siapapun yang selalu berkorban demi orang lain. Jungshik bisa sebenernya hidup dan pulang ke negerinya dg mengorbankan Tatsuo, ya kan? Tapi yang dia pilih adalah mengorbankan dirinya sendiri dengan memilih bertukar identitas.

Tatsuo akhirnya bisa pulang dan menyandang nama Kim Jungshik serta melanjutkan berlari.

Ingatlah, selalu ada orang yang rela mengorbankan dirinya sendiri demi orang lain. Ntah apapun itu alasannya, semenyedihkan apapun orangnya, saya yakin bahwa selalu ada orang yang rela berkorban demi orang lain.

Dan yang jelas, Jang Dong Gun biarpun berdarah-darah dan mati akhirnya, dia masih keliatan ganteng banget hehhee.....

Taken from internet

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala