Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Nama

Menyingung soal Bung Karno, siapa sih yang nggak kenal sama funding father-nya Indonesia ini? Seluruh dunia aja kenal. Sampai sekarang pun, ntah dari jaman dulu sampai jaman sekarang ini, belum pernah yang namanya nemuin orang yang karakternya kuat seperti Bung Karno. Bener-bener berani. Berani bener deh emang. Pernah marahin Amerika pas nawarin utang buat kita, “Go to hell with your aids”. Nah lho nah! Berani nggak kita (atau orang-orang penggede masa kini) bilang kayak gitu?

Karismatik, iya banget. Istrinya aja banyak (hehehe… ini beda cerita ya, nggak mau bahas soal ini dehhhh). Meskipun saya tidak pernah melihat beliau secara langsung, tapi saya percaya deh kalau beliau memang karismatik. Kalau nggak karismatik, agak susah ya megang negara jaman perang.

Yang ingin saya tulis disini itu soal nama Indonesia yang sering diberikan beliau kepada beberapa orang yang memakai nama ala barat. Nasionalisme beliau tinggi, sudah jelas, beliau bisa berbicara Bahasa Belanda juga Bahasa Inggris dengan baik, atau mungkin masih menguasai beberapa Bahasa lainnya juga (ini yang saya agak sebel kalau mendengar anak bilang saya nggak nasionalis karena mempelajari beberapa Bahasa asing. Wong Bung Karno aja bisa beberapa Bahasa, kurang nasionalis apa beliau hah? Mau nantangin elu?? Hayoooo… inget ya, Bung Karno yang seorang nasionalis aja bisa banyak Bahasa kok). Meskipun kiprah internasionalnya sudah tidak diragukan lagi, beliau lebih suka memberikan nama kepada orang dengan nama Indonesia, bahkan istrinya yang dari Jepang aja namanya diganti dengan nama Ratna Sari Dewi. Nama Ernest Douwes Dekker (ponakannya Eduard Douwes Dekker) juga dikasih nama Setiabudi Danudirja, bahkan sampai nama istri dan anaknya juga suruh ganti nama Indonesia. Sampai artis Marjolien Tambajong (nggak kenal pasti ya?), disuruh ganti nama jadi Rima Melati oleh Bung Karno. Karena Bung Karno merasa nama itu agak kebarat-baratan. Makanya, nama anak-anak Bung Karno juga Indonesia banget kan, dari Megawati, Guntur, Guruh, dan siapa lagi itu, semuanya namanya Indonesia. Wong beliau aja suka ganti nama orang lain, ya pasti nama anaknya juga pakai nama Indonesia lah.

Btw, nama beliau aslinya Koesno Sosrodiharjo, tapi karena sakit-sakitan jadinya diganti namanya jadi Soekarno. Koesno Sosrodiharjo terdengar beratttt banget buat saya, asli deh.

Siapa juga yang keberatan suruh ganti nama kalau Bung Karno yang minta? Saya juga nggak bakal keberatan kalau disuruh ganti nama sama beliau, mengingat nama saya yang nggak Indonesia banget. Prisca, nggak kedengeran Indonesia banget kan?? Tapi kalau diganti, mau diganti nama apa ini nama diriku???? Bisa jadi nama saya ganti Puspita nih, atau Priastuti. Duh, bancakan jenang abang nek ganti jeneng pak e 😃

 

*yang jelas he is one of my favorite. Karakternya benar-benar karakter pejuang. Salut!*

Comments

Popular posts from this blog

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu