Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Ibu Kita

Tanggal 21 April selalu menjadi hari yang berkesan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada tanggal itu tahun 1879 lahirlah seorang bayi perempuan yang diberi nama Raden Ajeng Kartini. Kala itu masih jaman penjajahan Belanda (iyalah non, Belanda disini ratusan taun), beliau termasuk orang yang lahir pada kalangan bangsawan. Beliau termasuk beruntung karena mengijinkan putrinya untuk sekolah, yang waktu itu hanya kaum lelaki saja yang boleh sekolah. Ya meskipun sekolahnya nggak sampai kelar juga sih, tapi paling nggak beliau sekolah sampai umur 12 tahun itu sudah bagus banget buat perempuan jaman segitu.

Dipingit lah beliau setelah umur 12, agak nggak tau juga sih kenapa ada mitos dan adat yang aneh-aneh begitu. Ohhh saya akan menulisnya terpisah tentang adat. Kembali ke Kartini, beliau yang tidak mau menyerah dengan keadaan, selalu menginginkan untuk maju dan berkembang. Akhirnya beliau mulai menulis surat kepada sahabat pena-nya yang ada di Belanda. Karena saban hari beliau bacaannya Bahasa Belanda, jadilah beliau makin mahir berbahasa Belanda itu. Mulai surat menyurat dan ternyata surat beliau banyak katanya. Kemudian beliau dinikahkan dengan bupati Rembang. Setelah menikah, beliau hamil dan lairan, tapi nasib berkata lain. Beliau harus berpulang tak lama setelah melahirkan anak pertamanya. Umurnya berakhir pada angka 25 tahun (seusia saya sekarang). Selesai sudah perjuangan beliau memperjuangkan hak-hak wanita agar menjadi sejajar dengan lelaki. Tapi ternyata masih ada Kartini Kartini lain penerus beliau.

Jadi ini ceritanya, Kartini itu sosok yang memperjuangkan kaum wanita dijamannya. Beliau tidak mau kaumnya dibodohi lelaki, hanya menunggu dirumah, belajar masak, menunggu dikawinkan, berperan di ranjang, hamil dan melahirkan, mengurus suami dan anak, udah begitu aja. Beliau tidak mau kaumnya hanya menjadi kaum yang tertindas dan tidak mengenal pendidikan. Termasuk sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia, surat-surat beliau yang pernah ditulis akhirnya dikumpulkan dan diterbitkan dalam satu buku. Habit gelap terbitlah terang. Pikiran beliau yang sudah bisa dikatakan maju pada masa itu, sangat berpengaruh kepada kemajuan wanita saat ini. Serius.

Bisa dilihat sekarang, di era globalisasi saat ini, wanita sudah sangat berkembang. Wanita memiliki hak atas dirinya sepenuhnya, bisa menentukan arah hidupnya, wanita juga tidak hanya berkutat di dapur dan ranjang saja saat ini. Bayangkan saja jika di era globalisali begini wanita Indonesia masih saja nangkring di dapur dan ranjang tanpa memberikan kontribusi apapun dalam perkembangan dunia. Alamak… mau jadi apa diri saya ini? Mungkin, bisa jadi, saya sudah punya anak 3 kali ya, yang tidak memiliki impian yang tinggi bahkan pendidikan sekalipun. Mentok juga SD aja kali.

Sekarang bisa dilihat jumlah wanita yang ada di jajaran posisi yang biasanya hanya ditempati laki-laki. Manajer saya seorang wanita. Mentri luar negeri kita juga wanita. Kita bahkan pernah punya presiden wanita. Sopir bus transJ juga ada yang wanita lho. Bayangkan jika wanita hanya ada di dapur dan ranjang???? Ke laut aja.

Saya menjadi salah satu orang yang beruntung karena hal yang dilakukan ibu kita Kartini. Beliau memegang peranan yang penting bagi perkembangan wanita Indonesia. Emansipasi. Saya hanya membayangkan sesuatu jika saya hidup pada masa itu. Mungkin saya akan menjadi seperti Kartini, yang akan menjadi fenomenal kali ya, mengingat betapa keras kepalanya saya.
Intinya begitu. Apa yang diinginkan Ibu Kita Kartini sudah sedikit banyak tercapai kawan. Namun sayang, hidupnya hanya sepanjang seperempat abad. Bayangkan jika hidupnya bisa lebih lama, mungkin beliau akan menangis terharu mengetahui bahwa impiannya tercapai.

Ibu… wanita-wanita Indonesia sudah banyak yang keras kepala ingin kemajuan ibu. Sama seperti yang ibu inginkan. Keinginan kita sama, menjadi maju dan tidak dipandang rendah kaum lelaki. Bukan berarti kami tidak perlu lelaki, tapi kami hanya ingin dihargai. Kami masih perlu lelaki, begitupun lelaki yang masih perlu wanita. Impian anda tercapai ibu.

Terima kasih atas impian anda dimasa lalu, karena impian tersebut menjadikan saya seorang wanita berpendidikan tinggi. Dan terima kasih Tuhan, saya tidak lahir di jaman penjajahan 

Thanks to our mother, Kartini.

Oiya, ada sekitar 5 jalan di Belanda yang dikasih nama Kartini. Negara sono aja bisa menghargai Ibu Kartini ya. Kalau jalanan disini yang pakai nama Kartini sudah tak terhitung banyaknya. Dan tradisi Indonesia setiap tanggal 21 April, apalagi bagi siswa, mereka pakai kebaya atau baju daerah. Lucu aja meliat pawai baju kebaya dan tradisional dress daerah lainnya. Serambi mengenalkan baju khas daerah selain Jawa (mengingat banyaknya baju adat di Indonesia).

And happy birthday to Prisca as well. She was born on April 21.
 
Taken from internet

She was not in a good mood

Her friends

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...