Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Magical Places I Would Love To Come Back Again and Again

 

So far, there are three magical places that I would love to come back again and again. I thought they wouldn't be that special but I was wrong. They are :

Bromo


First time I went to Bromo was 5 years ago (I think) with my Korean friend and it was my birthday present lol. At that time Bromo look so stunning for me although it was a real hard work for me to reach the top of it. I know I am not a big fan of climbing the mountain (although Bromo has stairs there to reach the top, how lazy I am). Going to the top of mountain always tiring and was always give me feeling "Don't climb. You gonna be so tired". But it's all paid off when you reach the top. Waiting for the sunrise always challenging. It is always freezing cold, always crowded during a special ceremony, but again it will be paid off when you see the sun rising and see the villages down there. Whenever I met people who came from countries with 4 seasons, they said "It is cold Pris but not that cold". F*ck you dude! I cant feel my legs.

 
rindu bromo dan ingin mengunjunginya lagi

Ubud

 

Another magical place that I am in love with is Ubud. Definitely the land of the gods. A long time ago I wonder why people love to go back to Bali. Bali is a real mainstream island that I don't think I would come back because it is too mainstream. Oh well oh well I was wrong. I was there last time for a month and it was so great. And another month after that it always calls me back lol. Unfortunately, the seafood prices are still higher than Bangkok lol. But Ubud will always be my "home".

 

Istanbul

 

 
meskipun komposisi ga pas, pantat mereka kepotong, yasudahlah. kusuka tapi kecewa sama jepretan sendiri hmmm 

Istanbul is the real magic. Somehow, it dragged me back to thousand years ago where the byzantine conquers this city for so long. At first, I have no idea that it could be this magical. I went there to see my parents in law. I didn't expect it will be this magical for me. I was so excited to go there to see my parents in law but wasn't that excited about the city. At all. And especially after the airport mess (believe me this airport sucks), long line in immigration and mine took longer than other people (guess because so many Indonesians went to Syria from Istanbul), I wasn't really in the mood. But the moment I leave the airport, OMG! And when we stroll around the old city that evening to find some food for dinner, I knew that this city stole my heart. And so many cats, the nicest to the worse, the thin to the fat ones, the small to the big ones, they are all there. We spent almost 2 weeks there and I just love it. It is magical especially Hagia Sophia. Man this place is so 😍 A great building that witness the great time.



Those places always calling me to go back again and again. The list might goes on... but so far these three are magical. How about you?

Comments

  1. My magical places I'd like to always come back... My bed. Hahahhaah :D
    I like to travel but I don't travel much. Mostly because I'm too scared to travel alone. Haha. Tapi terakhir aku sempet kabur dari rumah ke Bali hahahah sampe di sana tengah malem.. oke abis itu bingung keluar dari airport gimana. And it was my first time traveling alone dan sempet kaget saat banyak bapak2 nyamperin nawarin transport. Karena biasa dijemput, ini gak dijemput siapa2. Hadeh...

    Eh lah malah curhat di mari. Maapkeun.. 🙏🏼
    Eh eniwei, your photos are cool!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aww thank you for compliment :)

      gosh! I forgot to mention bed above. That is definitely my favorite place too haha!

      sometimes traveling alone is needed lol. Cuma kudu hati2 aja sih, banyak orang serem. Tapi banyak jg orang baek kok wkwkwk. Coba lebih milih mana solo traveling apa traveling bareng orang yang nyebelin? hahahah!

      Salam kenal ya :)

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…