Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Romanticizing My Cooking

Bakso

I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself. 

Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one. 

I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar.

So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy. So I keep doing trial and error with lots of recipes. It's not always Indonesian dishes, but whatever dishes come to my mind then I'll try to find the correct recipes for that. We know that food is all about my style or not. So now I keep recipes that I think taste good.

When I started to feel happy while cooking, it feels like unlocking the new side of me. Turns out, I can cook. I am not bad at it, as long as I have the correct recipes. I woke up and curious to what to cook. I woke up excited knowing what to eat. Usually I plan my meals a day before. Not always but usually I am checking my fridge to see what I have and what can I do with it. 

I saw videos about people who are feeling "full" after cooking and too lazy to eat their own cook. That did happened to me before. But now I am always excited to taste what I cook. Especially when I tried something new or something I never tasted before. 

Of course, I still take out some food. I still go to the cafe or restaurant for a meal out, usually once a week. Some things are not worthy making myself lol. 

I am currently using stainless steel pan, cast iron, and Korean type of pan. I am not frying always because I don't like the oil splashing. If I want to eat some deep fried things, I usually just buy it. The usual cooking I do is mostly stir fry using less oil, oven, grilling. I don't always cook Indonesian food, but when I do, I usually get the ready to use bumbu or just working out easy simple recipe with things I have.

So here's what I cook recently, my current obsession of food. I will attach where did I get the recipe from because it's crazy good!

Broccoli beef 


Korean soup 

(probably kimchi or tofu soup, not sure what is the name)



Beef basil 

(I love her easy recipes!)






Hot and sour soup (had no dark soy, so the color is a bit pale but taste great)



Vietnamese roll - made it myself but usually the marinate beef I took from that beef broccoli above. The filling usually lettuce, this white noodles (bihun), carrot, cucumber, spring onion, mint, and beef or shrimp.


Pumpkin soup


Madeleine (my fav site for baking, I made cookies from her too)


Cookies that stay soft inside even after an hour.


Miso soup


 

Tomato egg drop soup


Terang bulan - Indonesian famous dessert. This is always sold in a bigger portion and I like to have only one or two slices. So I made it with my small new cast iron which I really LOVE SO much! Look at the bubbles! THAT LAST PIECES OF HAGELSLAG 😿


Breakfast sandwich or salad made it myself. Basically just throw everything on my plate with lettuce, some protein like egg or beef, sometimes avocado, fruit that day that I have. The dressing can be ready to have, or basic olive oil with salt pepper garlic. 

 

 


Lalapan sambal. Of course, my native Indonesian tongue loves sambal. I made it simple with 3 cloves of garlic, one chili (I dont like it too spicy), tomato, shrimp paste, add red chilli or paprika for color, sugar, salt, a bit of msg if needed. 



BAKSO. Bakso has to be tasty, it is a non negotiable for Malang people lol. I love it with bunch of noodles. I love cooking using this Korean type pot. It stays hot longer, and practical.

 

Cooking is like doing magic, using chemistry, physics, math, and doing it with heart. I love one quote that I saw last time, "Everything is learn-able. You can learn anything you want to."

So... what's your favorite meals to cook? 😉

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Seperti Ganesha bukan? Dewa ilmu pengetahuan dan lambang kecerdasan. Favorit gw. Tapi ini speaker sih 😆   "Aku mau investasi" "Oke bentuknya apa dan berapa lama?" "Hmm ya pokoknya apa lah yang cocok buatku" Ya you kira I dukun? Selain menentukan profil resiko , acara yang perlu untuk dipikirkan adalah menentukan berapa lama jangka waktu investasi. Ada yang membagi kedalam dua kategori yaitu pendek dan panjang, ada pula yang membaginya ke tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Nah kebutuhan ini hanya investor yang tahu. Tentunya tiap orang nggak bisa disamakan kebutuhannya.  Jangka pendek biasanya berkisar tidak lebih dari 5 tahun. Biasanya deposito dan obligasi dimasukkan dalam kategori ini. Biasanya yang jangka pendek ini selalu mendapat return pasti, karena selalu pasti jadi resikonya sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa untuk mengecek apakah return yang ditawarkan masih mampu untuk menghalau laju inflasi untuk beberapa tahun ...