Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Netflix Series to Watch; Gilmore Girls

Gw baru-baru aja nonton series ini, baru masuk season 3 dan ini total ada 7 season plus season khusus. Udah masuk daftar tonton tapi baru bener-bener ditonton semingguan yang lalu. Gw demen binge watching ya jadi seminggu udah habis 3 season ya wajar 😅 Series ini tahun 2000an rilis ya, jadi tentu saja lawas sekali. Yang lucunya beberapa model baju mereka adalah model baju saat ini yang lagi in. Bisalah dijadiin referensi.

Ini ceritanya tentang Lorelai Gilmore yang hamil anaknya usia 16 tahun yang diberi nama juga Lorelai, tapi panggilannya Rory. Si mamaknya masuk usia 30an, anaknya 16 tahun. Jadi kisah ketidakstabilan emosi remaja dengan mamaknya yang mulai masuk fase ingin berkeluarga. 

Bapaknya Rory namanya Christoper. Kehidupan Chris dan Lorelai ini bisa dibilang putus nyambung. Ada yang namanya Luke yang diam-diam selalu ada buat Lorelai dan ya tentu saja Lorelai ini rada malu nganggep Luke ini spesial. Luke punya diner yang gw selalu pengen banget ke diner modelan gitu 😍 Lorelai dan Rory tiap hari ke Luke's karena nggak bisa masak. 

Di sini gw bisa relate banget ke Lorelai. Usia nggak bisa boong ya. Di sisi lain ketidakstabilan Rory dan gimana remaja berusaha untuk menghadapi situasi mereka, bikin gw gemes kayak "HIH drama banget sih. Diomongin juga beres" yang artinya.... gw dulu juga gitu 😆

Tak lupa juga drama mini antara Rory yang harus memilih Dean si good boy atau Jess si bad boy. Ini sering bikin cewe-cewe galau nih di jaman remaja, pilihan antara good boy atau bad boy. Padahal juga kalau udah dewasa yang dipilih bakal orang yang bertanggungjawab dan bisa diandalkan. Gitu banget ya pesona bad boy 😂

Bagi gw drama ini ringan banget yang menggambarkan kehidupan rakyat jelata sehari-hari. Banyak banget jenis karakter di series ini yang bikin gw, "AH ini persis si A nih. Ah ini si B..." karena ya memang ini menggambarkan kehidupan sekampung. 

Gw suka banget lokasi mereka yang deket satu sama lain. Di kota kecil yang semua orang kenal, banyak festival nggak penting juga 😂 Gw suka banget bentuk perumahan di Amerika sana yang tamannya luas dan rumahnya lucu-lucu. Buat gw ini flashback ke tahun 2000an banget yang masih ada pager, nokia 3310 juga. 

Gw belum tahu akhirnya gimana ya. Karena baru season 5 juga. Tapi sejauh ini gw suka karena ini ringan banget nggak pake mikir drama juga. Cocok buat nemenin makan siang atau istirahat atau series sebelum tidur. 

Comments

  1. baru melanjutkan lucifer season 5b. so far so good. abis nyelesein lucifer, nonton ini deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. AHHHHH ku juga nonton lucifer! Baru beberapa episode awal sih, masnya ganteng banget pake logat british gitu. Malah suami yang udah nonton masuk season 2. dibalik deh, abis ini ngelanjutin lucifer. udah season 7 sih gilmore ini.

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men