Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Surrender Dana Unitlink


Gw punya satu unitlink sejak 2017. Waktu itu sih belum paham bener bedanya apa. Yang gw tau gw butuh tabungan yang nggak bisa diambil sewaktu-waktu, agennya juga temen gw sendiri. Jadi yaudah lah ya. Bikin satu. 

Namanya belajar, kalau nggak terjun langsung ya kurang yahud dong.

Waktu berlalu dan gw udah lebih melek soal investasi dll. Gw pikir-pikir, ngapain gw taro di unitlink 500rb/bulan kalo gw bisa taro dananya di Index fund dengan nilai pengembangan yang jauh lebih bagus. Karena duit yang disetor ke unitlink itu sebagian untuk asuransi jiwa, sebagian lagi buat komisi agen, sedikitnya buat diinvestasikan. Nilai yang diinvestasikan baru akan penuh setelah tahun keberapa gitu. 

Nggak kok, gw nggak nyesel. Belajar kalo nggak ngalamin sendiri juga bakal bertanya-tanya. Senggaknya jiwa gw terasuransi sejak 2017 hingga 2020 Desember kemaren.

Gw isi formulir surender yang kemudian harus dikirimkan ke kantor pusatnya, beserta dengan polisnya. Yaudah gw kirim balik semuanya. Map itu nggak pernah gw buka sejak gw terima pertama kali 😂

Gw dapet dana gw sebesar kira-kira 50-55%. Menurut gw sih, gw lagi beruntung karena nilainya cukup bagus di masa pandemi, bulan Desember kemarin. Jadi pengembalian dana gw terhitung cukup bagus. Trus kehilangan 50% dana dong? Yaa nggak juga, kan itu asuransi jiwanya. Anggep aja gitu. 

Prosesnya bisa dibilang cepet banget. Saat gw email perkara ingin memberhentikan polis gw, gw langsung dapet email balik tentang prosedurnya. Setelah gw isi dan gw kirim balik ke kantor pusat, gw dapet sms soal proses pengajuan surrender tadi. Tentu saja dirayu dulu agar tidak surrender namun mengajukan cuti bayar polis atau diambil sebagian saja. Tapi karena gw mau rombak portofolio gw jadi lebih baik surrender saja. Dokumen diterima mereka sekitar 4 hari setelah gw kirim. Seketika itu gw dapet SMS dan dana diterima dalam jangka waktu 14 hari katanya. Tapi setelah 3 harian, dana sudah gw terima di rekening gw. 

Dari banyak hal yang gw baca soal surrender ini gw sempet was-was karena kok orang-orang dengan polis yg sama per bulannya tapi dapetnya kok cuma 30% itu gimana. Dari komentar-komentar yg ada pada marah-marah karena dapetnya nggak banyak. Tapi setelah gw alami sendiri, bisa jadi mereka lupa soal potongan untuk asuransi jiwa, potongan untuk komisi agen, bisa jadi waktu itu nilai investasi juga sedang rendah, dsb. 

Menurut gw sistemnya ga ada yang salah. Itu bukan penipuan seperti yg orang sering sebutkan. Yang salah adalah persepsi kebanyakan dari kita tentang "Unitlink adalah investasi" dan juga penyampaian agen yg kebanyakan cuma kejar target nasabah tapi nggak bilang resikonya apa. 

Tapi setelah gw ngerti, gw juga nggak akan buka unitlink lagi di masa depan karena unitlink nggak cocok buat profil gw. Gw lebih cocok investasi di reksa dana yang bisa gw diversifikasi jadi macem-macem bentuk tergantung tujuan gw investasi. 

Jadi, apakah kalian ada yg punya unitlink?  

Comments

  1. Akoh tak punya unitlink karna kebetulan dari dulu udah melek finansial. Orang yang mata duitan kaya gw sangat tidak cocok masuk unitlink. Paling bener pisahin asuransi sama investasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHA iyak betollll. Akupun juga karena belajar jadi tau. Nyesel ga nyesel sih. Kalo liat jumlah duitnya ya nyesel HAHAHHAHAHA tapi yaaasudahlah wong sudah kejadian ya dijadikan bahan belajar biar bisa menggurui yg lain 🤣

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men