Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Berakhir Pekan di Ubud

Seminyak

Let's go back to January 2020. 

Salah satu temen deket gw lagi dilempar ke Bali buat kerja beberapa bulan. Ya di kantor yang sama kayak gw. Trus gw bilang "Ah masa lu di Denpasar Seminyak Sanur doang mainnya. Ayok lah ke Ubud biar pernah keluar dikit."

Akhirnya kami berdua berangkat ke Ubud dengan naik shuttle bus Perama. Ini andalan banget, harga dari Sanur ke Denpasar 50 ribu tapi kalau ada membernya jadi 35 ribu aja. Ya kalo sekarang sih ada opsi lain, teman bus udah bisa sampai Ubud sekarang. Kami berdua berangkat sore, abis ngantor langsung cus ke Ubud nginep 2 malem. 

Kami nginepnya di homestay yang ala Bali. Tipe homestay Bali pasti pintu depannya kecil bahkan nggak keliatan, ketika masuk barulah keliatan segede apa. Gw ambil yang di Jalan Gautama biar dia tau juga rasanya ada di tengah-tengah. Pun jalan kemanapun juga lebih deket. Karena kami berdua akan jalan kaki, bukan sewa motor ataupun sepeda. Pengalaman bersepeda di Jogja bareng dia malah sepedanya dituntun nggak dinaikin.

Water Palace ini kalau lagi musim hujan begini pasti subur


Kami nggak terlalu ngoyo harus ke semua tempat. Kami sempat ke Puri Saren Agung (bukan yang Puri Peliatan). Lalu kami juga sempat ke Water Palace yang ada di belakang Starbucks Ubud. Tentu saja kurang lengkap tanpa jalan-jalan keliling pusat Ubud dan pasar Ubudnya. Apakah kami membeli sesuatu di sana? Tentu tidak 😂 OH temen gw sih yang beli-beli buat oleh-oleh. Kita bahkan sempet ngulang pasarnya karena yaa... suka aja liat-liat.

Tentu ke Ubud tak lengkap tanpa melihat pertunjukan tari. Dia pengen banget liat tarian Bali dan di Ubud itu jadwal tarian tiap harinya beda-beda. Seperti digilir begitu. Misal hari ini tarian A di tempat A, nah besok udah harus tarian B di tempat A. Tempat terdekat waktu itu pas banget ada tarian kecak. Gw pernah sekali nonton kecak dan agak kurang suka karena panas pake acara bakar-bakar. Bukan berarti ga bagus ya, tetep bagus bangettt. Cuma karena gw duduk paling depan jadinya ya gitu deh. Panas 🔥 Tapi di pertunjukan itu juga gw duduk di tempat paling depan lagi sih 😅

Makanan depan homestay sebelum balik ke Denpasar, di Jalan Gautama.

Kami nggak sempat ke Tjampuhan karena waktu yang singkat. Sempet kepikiran lho "Bolos aja kali besok ya," tapi nggak jadi. Kami akhirnya balik ke Denpasar malamnya. Sebelum balik gw sempet pijet kaki dulu. Agak gempor dua hari jalan kaki terus.

So she's one of my best friends. I've lived with her for 6 years, so yes of course we're that close. Hobi kami adalah ngobrolin semua hal dari yang penting sampe nggak penting. Hingga pada tengah malam kami berdua lapar dan "Let's go get some snack!" Sebelum pandemi, tentu saja masih banyak Circle K yang buka 24 jam. Jaman kuliah kita sering banget tidur jam 3 jam 4 meski kuliah jam 7 pagi hanya karena bahasan obrolan kami semenarik itu. I can say that it was all positive. Ya maksudnya, nggak yang ngomongin orang, negatif, lalu iri maupun dengki akhirnya capek sendiri. 

Jalanan Ubud

Kami udah berteman sejak 2005. Pernah nggak ngobrol bertahun-tahun juga 😂 Tapi ya gitu, begitu diobrolin masalahnya juga kita udah bisa balik lagi kayak dulu. Ini orang yang paling sering jalan bareng gw, dibandingkan dengan temen deket gw lainnya. Salah satunya ke Bromo waktu semi-semi erupsi tipis. Karena sering jalan bareng jadinya tau gayanya gimana. Gaya kami berdua? Chill banget. Kami hobi meresapi energi di tempat yang kami kunjungi. 

Gw rasa emang Ubud cocok buat liburan singkat selama akhir pekan. Masih jadi tempat favorit gw sampai saat ini meskipun makin banyak WNA yg hmm begitu lah ya di sana. Yahh liat aja apakah akan berubah atau tidak dalam waktu dekat ini 😅

Comments

  1. Kalau emang dasarnya udah di Bali, kemana-mana juga nggak masalah ya ... tinggal naik bis aja udah sampe, enak banget itu pasti liburannya :D

    Btw, lagi musim covid gini di Bali masih rame orang liburan nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betulll banget! Everyday is sunday memang betul adanya kalau tinggal di Bali.

      Musim pandemi begini akhir-akhir ini agak rame sih daripada semester awal pandemi. Cuma yaa daerah barat sepi bgt dibandingkan dg hari normal. Tapi masih blm macet, pertanda keramaiannya ga sampai 50% hari normal. Sampe lupa rasanya macet2an di Bali wkwkw

      Delete
  2. aku waktu ke ubud naiknya kura kura bus.. beli kartu dulu...

    enaknya bisa nonton tari tarian oas malemnya itu.. aku nalah bingung terjebak jalan aja di sepanjang oasar seni ubudnya doang

    kalau tari traian malah aku lihatnya di gwk

    kocak pas bagian di jogja sewa sepeda jatohnya cuma dituntun doang hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. GWK ini jauh bangettttt dari Denpasar ini. Bagian selatan bgt dahh. Tapi yaa emang banyak sih yg kesitu ya, kayaknya lbh familiar aja ya.

      Kura-kura bus ini yg gimana mbak? Kok aku nggak tau :D

      YAAA mbak coba aja kalo liat sendiri kejadian kita udah gowes muter kota, ternyata dia malah berhenti di tengah dan sepedanya dituntun. Ya kan kita dah nunggu setengah jam lebih taunya dia leha2 😂

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya