Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Mary Poppins (returns), A Shared Moment with Grandma


I signed up for Disney+ and just realized that I got a month free. I say, let see if I am gonna like it. I saw that Mary Poppins Returns is there. It was a very unique movie I'd say. But for me, it's more than that. I shared a moment with my grandma and my two sisters.

Probably the end of 2018 or earlier 2019, we watched Mary Poppins Returns. It was my grandma, my two sisters and me. I did not know what’s Marry Poppins until my sister told me. 

"Alright let's give it a shot then."

My sisters came to Malang and stayed for the holiday. It was for a week or two. My sister had her college holiday before the exam, I believe. She said, “I want to watch a movie in the cinema. Wish me luck and get paid soon so I can take you all to the cinema.” She was the assistant professor at her university. Later that evening she got her paycheck (paycheck paid every a few months or so). 

So we went to the cinema the next day, in the evening. It was raining, so damn hard that I even heard some bang. Maybe, the cinema was on the top floor.

I told her to go to Sarinah, nearby Alun-Alun Malang because it cost only 25K/ticket. The cheapest one in Malang. It was the second time to watch a movie in the cinema with my little sister. The first one was Coco and we cried in the cinema. It was that good.

But it was, I don’t know, it must be the last time for my grandma after a long time. She bragged about how often she spent time in the cinema next door back then and that she missed watching the movies in the cinema. Our old house was just a few steps to the cinema in town. But that cinema was demolished and turned into a clothing store. 

Bought some popcorn, definitely enjoyed the movie. The way my grandma talked about the movie was so fascinating. They "reviewed" the movie on our way back home. She told everyone that her grand-daughter bought her ticket to the cinema and she really enjoyed it. She would brag it for a week or two. 

Yes, it was her last time to watch a movie in the cinema. 5 months after that, she left us. It's pretty ironic as that was my first time watching a movie in the cinema with her, but it was the last time for her to watch a movie in the cinema.

I miss her. It's been a while I haven't write about her. I just miss her. The last time I visited her grave was the day she died. I am afraid I won't be able to joke around when I visit her. Damn, that happened when I visited my grandpa, a day before I got married. I couldn't say anything but cried as if he just left us the day before. The pain is still there. I guess I am just afraid to cry out loud.

Well, both of them now sleeping next to each other so I guess... I am pretty happy they're together 💚

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...

Selamat hari guru

Saya pernah lho jadi pengajar, and I found myself in it. Ya kurang lebih 2 tahunan lah saya mengajar. Awalnya sih nggak mau ngajar, karena malu dan nggak bisa ngomong didepan umum. Eh setelah dicoba ternyata keranjingan. Tapi saya nggak mau disebut sebagai guru, kenapa? Berat banget artinya. digugu lan ditiru, kalo kata orang Jawa. Dalem kan artinya? dijadikan sebagai seorang panutan, contoh dan teladan. Alesan lain nggak mau disebut guru karena saya masih doyan petakilan, kalo jadi guru kan kudu kalem ahaiiii. Saya nggak kalem. Saya lebih suka menyebut diri saya pendidik (educator) kala itu, bukan pengajar (teacher). Meskipun secara arti kayaknya lebih berat pendidik deh ya, tapi saya nggak mau aja related sama pengajar yang nggak memperdulikan anak didikannya, nggak menjaga moralitas dan tata krama anak didiknya, saya nggak suka meskipun nggak semuanya lho. Nggak semua, catet, nggak semua! Karena sebagai pendidik memberikan saya tanggung jawab lebih kepada anak didik saya.  ...