Skip to main content

Beli Kartu SIM di Dubai

Dubai creek Ini merupakan tahun ke-4 setelah kunjungan pertama ke Dubai. UAE menjadi satu-satunya negara terbanyak yang gw kunjungi untuk alasan bertemu suami. Baru kali ini juga gw punya nomer Dubai. Dulunya gw kira kalau kita nggak bisa beli nomer segampang di Indonesia karena H bilang ribet katanya. Yaudah kita nggak beli, hanya sekedar pakai wifi hotel dan tempat tujuan aja seperti Dubai Mall. Lagipula juga intensitas utama gw balas chat ya dari suami gw. Yang lain bisa menunggu. Kalo bareng juga ngapain kan chatting . Tahun lalu, kami pertama kali eksplor UAE menggunakan kendaraan sendiri. Nyetir sendiri maksudnya, nggak naik bus dll. Karena nyetir sendiri, kami perlu internet untuk GPS dong. Akhirnya H beli nomer di bandara. Pake paspor aja biasa.  "Oh ternyata bisa ih beli nomer di Dubai" Nah, sekarang waktu kami ke Dubai lagi, H bertanya-tanya apakah nomer yang lalu tuh masih aktif apa nggak. Setelah cari informasi, ternyata kita bisa verifikasi paspor kita di kios a

Denpasar Moon

Sanur

I never thought that I would love to live in Denpasar. My favorite place in Bali is actually Ubud, but that's my POV as a tourist. I tried to look for a place to stay near the beach or some open spaces like a park. The first place I stayed was quite far from those. Well... 15-20 mins, still far. Then I moved a bit to the north and it's only 10 mins from Sanur and a minute walking distance to the big park. Oh and 5 mins walking distance to any government office, like immigration, tax, insurances, banks, post office, BPJS, you name it. 

Technically, Denpasar is a big city. But nature around is fantastic. You can access almost everything that a big city can offer, but also you can be in nature as much as you can and it's only within walking distance. Well... a few minutes at least.

When I lived in Malang, it was also in one of the good spots. Though I lived only close to the mall where I usually buy things I need there. Took me at least 30 mins to get to the Alun-alun or enjoy city walking around the old town. It was only 4KM but took me 30 mins. 4KM here I can reach in 10 mins driving. I wasn't able to go to the beach anytime I want. Even if I want to go to Bromo, I still need to arrange the car a day or two before. The closest beach was 2-3 hours from home. Bromo, well... 3 hours I guess. So the closest open space was alun-alun. 

People and dog watching in Sanur

I grew up in a small town where we don't have bookstores like Gramedia, let alone Kinokuniya. We need to travel to a bigger city like Surabaya or Malang only to get the books we want to buy. A little access to any open spaces like big parks. Though people can go to the waterfall an hour from my town, but my parents won't let me go because... the town is well known for prostitution center 😅 I kind of jealous of my husband childhood, he did a lot of things in nature. It's a privilege one can have. 

I spent my childhood staying home and school. 

What I meant was, people need a kind of life that we can enjoy nature after work (or any time we want). It would be ideal, to be honest. I can say that living in Denpasar is making me having this kind of privilege. Maybe you're having a hard time and just wanna release the tension by eating lumpia in Sanur for 5K 😌 

Lumpiyang they said

That made me think "I want my kids growing up in a place like this." It doesn't have to be Denpasar but a place where (almost) everything is accessible and also very close to nature and open spaces. It's good.  

We'll see. But that's the dream 😉 

Speaking of, who still remember Denpasar Moon song? 

Comments

  1. mba pris takkira asli bali, ternyata cilikane malang tah? hihi iya ya...pas masih kecil kotaku di ujung kebumen dan ga ada supermarket...kecuali di kabupaten kota...jangankan gramedia apalagi kinokuniya deh...toko buku tuh kecil banget hihi..bahkan cuma ngandelin kios buku lawas di pojok pasar atau rental buat hunting buku...

    btw iya juga ga heran ortu ga ngijining dolan suroboyo cz di sana deket gang dolly yes

    dan baliiiii...betapa nyenengin sekarang dikau bisa stay di sana..ah aku hiriiiih...aku pengen everyday is a picnic day..aoalagi ubud huwaaa surganya bali...aku pas ke bali ngerasa kurang lama jadi pengen ngulang jalan ke ubud :D, aku cuma duduk duduk tak tentu arah depan monkey forest karena lagi halangan jadi ga bisa masuk dan berakhir nongkrong di starbak sambil ngadem...tadinya pengen ngicip gelato gelatoan tang warna warni rasa buah tapi akhirnya ngopi aja huhuhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wong jowo aku iki yuk. Mung saiki urip nek Bali. Tibae pancen iyo, urip dek Bali = everyday is sunday hahahaha.

      Wahh ternyata sama aja ya orangtua takut anaknya iya-iya deket tempat prostitusi wkwkwkw padahal jg umur segitu jaman sekolah tau apaaa. Aku cukup polos untuk tau yg enak-enak 😓

      Gelato yg di sini wajib dicobain mbaksiss. Enak2 murah2 juga. Favoritku gelato secret sih, biasanya orang2 belinya yg Masimo gelato. Aku jg blm pernah ke monkey forest mbak, takut dijarah barang2ku hahaha. Kami berdua nggak gitu suka monyet juga 😂

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini