Skip to main content

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite spot ...

Berkendara Keliling UAE

Sudah lama banget rasanya nggak nulis tentang jalan-jalan. Banyak draft yang belum dirilis, pelan-pelan deh. Satu per satu, mumpung longgar buat nulis. 

Tahun lalu ketemu suami di Dubai setelah 10 bulan nggak ketemu. Aturan selama pandemi di Dubai adalah semuanya harus memakai masker, semua tempat sedia hand sanitizer, diberi jarak agar tdk terlalu mepet juga, boleh melakukan semua aktifitas. Waktu itu kasus harian berkisar 1000 kasus/hari, dg kematian yang sangat rendah. Tes PCR bisa didapat hasilnya dalam waktu 4 jam dengan harga yang tidak sampai satu juta rupiah. 

Tidak ada aturan yang kami langgar, kami memutuskan untuk berkeliling UAE sembari menunggu visa dan printilannya. Dubai bisa dibilang kota yang sibuk dan padat. Setelah keluar Dubai malah lebih jarang menemui manusia dan keramaian 😁 Gw ngerasa lebih aman tanpa dekat-dekat manusia. Dengan segala protokol tambahan tentang kebersihan dan kesehatan, udah hampir gila aja kita semua ini. No, we can't afford to get covid. We don't want that.

Metro stop dan parkir bandara yang sepi.

Tadinya berencana naik bus saja. Tapi kalau naik transportasi umum malah nggak bebas kemana-mana karena harus naik taksi dan lainnya, sedangkan gw paham banget gaya kita yg selalu di luar rencana. Jadi, kami putuskan untuk menyewa mobil yang diambil di bandara DXB. Kami sewa menggunakan emirates.com untuk menabung miles juga. Mobil yang kami sewa harganya sekitar 500 ribuan/hari. Mobil automatic, baru, bersih, semuanya dicek terlebih dahulu kurang lebihnya termasuk goresan kecilpun. Begitupun saat mengembalikannya. 

Ini tentang perjalannnya, nanti tentang tempat yang kami tuju akan coba gw tulis terpisah.

Perjalanan awal kami dari Dubai menuju kota Sharjah, tepatnya Arabia's wildlife center. Menempuh jarak 45 KM dengan jarak tempuh sekitar 40 menit saja. Sebagai perbandingan di Bali, 40 menit itu jarak tempuh rumah gw ke bandara DPS, dengan jarak 10 KM. Kalo nggak macet dan lewat tol baru bisa 30 menit. You got the idea.

Jalanannya tentu saja mulus, aspalnya mulus, jarang gronjalan nggak jelas, jalan juga super lebar dan membingungkan hamba si pengarah GPS (you definitely know what I mean). Saking santainya nyetir nggak kerasa aja diatas 120km/jam. 

Harga bensin di seluruh UAE nggak sampai 2 Dirham/liter. Harga per liternya nggak sampai 7ribuan rupiah. Iya, murah banget emang. Lebih murah dari harga air botolan. Pertama kali berkunjung ke Dubai nanya supir taksi, "Di Dubai yang murah apa ya?", beliau jawabnya "BENSIN!" Akhirnya gw tau emang harganya murah gila.

Kami lanjutkan perjalanan ke Fossil Rock. Dikiranya fossil rock ini cukup keliatan dari jauh aja, tapi ternyata it's more than thatIt's way more fascinating. Tentu saja ini pasti gw tulis tentang ini karena begitu keren banget. Karena kami salah kira dan tujuan, di belakang kami ada 2 mobil jeep yg kasih tau kalau jalannya bukan ini. Kami harus ke sana sini untuk ini itu begitulah. Tapi yang gw perhatiin banget, dalam mobil ini ada 2 cewek-cewek yang ketika keluar itu rasanya mirip kayak di film-film yang diambil di gurun. Sumpah men! Gw aja terpesona (dan kaget).

Ngikutin apa kata GPS, berakhir di jalan aspal terakhir di sini.

Akhirnya kami lanjutkan perjalanan ke Mleiha Archeological center. Tempat ini bikin gw ngiler nggak henti, super keren. Hari itu kami harus ke Fujairah karena tempat kami menginap ada di sana untuk semalam saja. Total di hari pertama, perjalanan yang kami tempuh sejauh 120KM dengan rute jalan panjang memecah batuan. Cepet sih, tiap perjalanan bosan juga kami berhenti untuk sekadar makan atau minum. Tapi, ngelewatin tol panjang dg pemandangan batuan meskipun hanya setengah jam juga bosen banget. Takut ngantuk juga saking membosankannya.

This dude almost lick me inside the car. Super stink! Man, do not leave your window open when you're very close to animals. Ya, gw nggak pernah ke Taman Safari sih.


Hari itu panas banget, kita terlalu excited dengan perjalanan pertama kami keliling UAE sampai lupa minum. Sampai di hotel suhu tubuh gw 36.9, suami gw lebih dari 37. Oh tentu saja kami khawatir. Ternyata esoknya suhu badan normal. Hari itu kami kurang minum dan suhu di luar sangat terik sekali. Dehidrasi banget. 


Bentuk jalan yang relatif mirip sepanjang puluhan hingga ratusan KM.

Dari Dubai ke Fujairah ini seperti perjalanan dari Barat ke Timur. Esoknya kami lanjutkan perjalanan menuju Khor Fakhan lalu lanjut ke Dibba dan bermalam di Dibba. Ini menuju utara, berbatasan dengan batas Oman. Ini negara bener-bener lucu banget batas negaranya. Ada yg irisan dalam irisan juga 😆

Kamipun sempat "menerobos" Oman melalui UAE tanpa perlu dokumen perjalanan apapun. Ini legal ya, meskipun gw dredegnya bukan main takut dicegat polisi batas negara 😂 Gw juga doa banget semoga mobilnya tahan banting dibawa perjalanan ngelewatin batu-batuan begini. Ini udah mikir banget kalo ban kempes minta tolong kemana ini. Kita berdua sama-sama bego urusan beginian.


Nggak kok, nggak ada apa-apa dan kita bisa selamat sampai tujuan berikutnya. Tujuan berikutnya adalah Hatta area. Hatta ini adalah kota batas antara UAE dan Oman tapi kalau mau lewatin batas negara harus pake visa. Kami hampir nembus karena salah jalan dan untungnya keliatan U-turn terakhir sebelum masuk dokumen cek. 

Secara keseluruhan, jalanan di UAE ini mulus banget (kecuali bagian bebatuan ini). Jalannya juga lebar banget bisa buat 4 jalur mobil di satu arah. Jalan tolnya juga otomatis pake sensor. Urusan ini gw kurang paham karena gw biasanya top up e-money di Indonesia 😂 Lalu ada juga sensor untuk kecepatan mobil. Perhatikan aja maksimum berapa kecepatannya. Ya sapa tau tiba-tiba dapet surat cinta dari pemerintah buat bayar denda kan. Terlalu cepat kena denda, terlalu lambatpun kena denda juga. Dendanya kisaran AED 1500 - 3000 tergantung apa yang dilanggar. Sepanjang jalan mantengin berapa kecepatan maks dan min. Jereng mata gw. 

Jangan lupa pake kacamata item juga sih karena silau banget meskipun musim dingin. Brightness level-nya matahari di sana selalu tinggi. Waktu itu musim gugur sih hitungannya. Suhu di Dubai masih di kisaran 30-40 aja, teriknya luar biasa. Waktu di Hatta suhu siang hari 30an, teriknya bukan main, tapi begitu malam hari suhunya turun jadi di bawah 20. 


But it was fun. Even more when I got to see camels walked along the road as if they're a group of ducks here 😌

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite spot ...

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...