Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

BaliSeries (3): Libur Lokal Lebih Banyak

Ini waktu galungan-kuningan di Ubud.

Pertama kali tau dari temen gw yang udah hijrah ke Singaraja duluan. Dia bilang dia ada tambahan sekitar belasan libur lokal. Lho kok bisa?

Orang Bali banyak kegiatan upacara dan hari rayanya. Bali punya kalender sendiri yang beda dengan kalender nasional, jadi udah bisa dipastikan mereka punya kalender Bali di tempat masing-masing. Dulu sering kaget kok hampir tiap hari ada aja upacara. Upacara ini keliatan beda dari kegiatan sembayang sehari-hari karena biasanya kalau sembayang harian bisa aja pake baju biasa, tinggal pakai selendang aja. Tapi kalau hari raya atau hari penting lainnya mereka pasti pakai kebaya lengkap dan bagus-bagus. 

Meskipun hitam, mereka punya agenda sendiri. Yang libur lokal ditandai dengan lingkaran merah.

Gimana gw nggak demen ngeliatnya? Bagus-bagus banget kebayanya.

Selain itu, persembahannya juga istimewa. Pasti gede, bukan canang kecil yang harian itu. Seru banget liat lalu lalang orang berangkat ke Pura atau kemanapun ke tempat yang mereka anggap suci. Gw demen banget liat orang-orang berangkat beribadah, apapun agamanya. Energizing gt lho liatnya. 

Nah yang sering kejadian adalah gw nggak inget itu libur lokal meskipun gw rajin liatin kalender. Sering kejadian waktu berangkat ditanyain "Kerja mbak?" Ya menurut ngana. Lalu disambut dengan pertanyaan lainnya "Emangnya nggak libur? Kan ini hari raya mbak" Mateng, hari raya opo iki?



Sering ke kantor waktu libur lokal. Ini ditulis saat Hari Raya Pagerwesi. Libur. Gw tau kemaren kalau ini hari libur, tapi kok ya pagi ini gw ke kantor juga. Kadang karena nggak cek kalender Bali, pas ke pantai tiba-tiba ada yang upacara. Itu seru banget ngeliatnya. 

Ini di Sanur

Jadi, orang yang kerja di Bali memang banyak liburnya daripada libur nasional. Meski beberapa perusahaan menetapkan libur hanya untuk pemeluk agama hindu, atau yang beragama lain masuk tapi setengah hari. Maka dari itu pertimbangan di satu tempat kerja harus ada orang yang beragama selain hindu untuk piket ketika libur besar agama hindu. I think it's a win-win. 

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sudah Vaksin Covid Lengkap

Sei sapi yang kucintai Yes, it's my biggest flex this year.  Setelah vaksin pertama akhir Mei kemarin, akhirnya gw udah dapet suntikan kedua tanggal 21 Agustus 2021. Cantik kan tanggalnya?  Masih di RS yang sama, Surya Husadha, kali ini gw berangkat pagi. Yaa... 15 menit lebih pagi daripada vaksin pertama 😬 Karena gw ketiduran, seperti biasa. Hari itu hari sabtu, memang sengaja milih akhir pekan waktu vaksin pertama. Kita nggak tau efeknya bakalan gimana kan.  Vaksin pertama gw bisa bilang hampir ga ada efek apapun sih. Cuma ke UGD aja hari ketiga karena asam lambung naik banget. Setelah gw inget-inget, gw emang nggak banyak makan setelah vaksin malah gegoleran dan kata dokternya "Kalau abis vaksin tuh makan mbak yang banyak, protein yang banyak, jangan malah ga makan. Jadinya asam lambung naik kan?" Yasudah abis disuntik ranitidin, sejam juga gw udah mendingan.  Jadi gw bertekad "Ok setelah vaksin kedua, gw harus makan yang banyak!!!" Setelah gw datang di RS,...