Skip to main content

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Berakhir Pekan di Ubud

Seminyak

Let's go back to January 2020. 

Salah satu temen deket gw lagi dilempar ke Bali buat kerja beberapa bulan. Ya di kantor yang sama kayak gw. Trus gw bilang "Ah masa lu di Denpasar Seminyak Sanur doang mainnya. Ayok lah ke Ubud biar pernah keluar dikit."

Akhirnya kami berdua berangkat ke Ubud dengan naik shuttle bus Perama. Ini andalan banget, harga dari Sanur ke Denpasar 50 ribu tapi kalau ada membernya jadi 35 ribu aja. Ya kalo sekarang sih ada opsi lain, teman bus udah bisa sampai Ubud sekarang. Kami berdua berangkat sore, abis ngantor langsung cus ke Ubud nginep 2 malem. 

Kami nginepnya di homestay yang ala Bali. Tipe homestay Bali pasti pintu depannya kecil bahkan nggak keliatan, ketika masuk barulah keliatan segede apa. Gw ambil yang di Jalan Gautama biar dia tau juga rasanya ada di tengah-tengah. Pun jalan kemanapun juga lebih deket. Karena kami berdua akan jalan kaki, bukan sewa motor ataupun sepeda. Pengalaman bersepeda di Jogja bareng dia malah sepedanya dituntun nggak dinaikin.

Water Palace ini kalau lagi musim hujan begini pasti subur


Kami nggak terlalu ngoyo harus ke semua tempat. Kami sempat ke Puri Saren Agung (bukan yang Puri Peliatan). Lalu kami juga sempat ke Water Palace yang ada di belakang Starbucks Ubud. Tentu saja kurang lengkap tanpa jalan-jalan keliling pusat Ubud dan pasar Ubudnya. Apakah kami membeli sesuatu di sana? Tentu tidak 😂 OH temen gw sih yang beli-beli buat oleh-oleh. Kita bahkan sempet ngulang pasarnya karena yaa... suka aja liat-liat.

Tentu ke Ubud tak lengkap tanpa melihat pertunjukan tari. Dia pengen banget liat tarian Bali dan di Ubud itu jadwal tarian tiap harinya beda-beda. Seperti digilir begitu. Misal hari ini tarian A di tempat A, nah besok udah harus tarian B di tempat A. Tempat terdekat waktu itu pas banget ada tarian kecak. Gw pernah sekali nonton kecak dan agak kurang suka karena panas pake acara bakar-bakar. Bukan berarti ga bagus ya, tetep bagus bangettt. Cuma karena gw duduk paling depan jadinya ya gitu deh. Panas 🔥 Tapi di pertunjukan itu juga gw duduk di tempat paling depan lagi sih 😅

Makanan depan homestay sebelum balik ke Denpasar, di Jalan Gautama.

Kami nggak sempat ke Tjampuhan karena waktu yang singkat. Sempet kepikiran lho "Bolos aja kali besok ya," tapi nggak jadi. Kami akhirnya balik ke Denpasar malamnya. Sebelum balik gw sempet pijet kaki dulu. Agak gempor dua hari jalan kaki terus.

So she's one of my best friends. I've lived with her for 6 years, so yes of course we're that close. Hobi kami adalah ngobrolin semua hal dari yang penting sampe nggak penting. Hingga pada tengah malam kami berdua lapar dan "Let's go get some snack!" Sebelum pandemi, tentu saja masih banyak Circle K yang buka 24 jam. Jaman kuliah kita sering banget tidur jam 3 jam 4 meski kuliah jam 7 pagi hanya karena bahasan obrolan kami semenarik itu. I can say that it was all positive. Ya maksudnya, nggak yang ngomongin orang, negatif, lalu iri maupun dengki akhirnya capek sendiri. 

Jalanan Ubud

Kami udah berteman sejak 2005. Pernah nggak ngobrol bertahun-tahun juga 😂 Tapi ya gitu, begitu diobrolin masalahnya juga kita udah bisa balik lagi kayak dulu. Ini orang yang paling sering jalan bareng gw, dibandingkan dengan temen deket gw lainnya. Salah satunya ke Bromo waktu semi-semi erupsi tipis. Karena sering jalan bareng jadinya tau gayanya gimana. Gaya kami berdua? Chill banget. Kami hobi meresapi energi di tempat yang kami kunjungi. 

Gw rasa emang Ubud cocok buat liburan singkat selama akhir pekan. Masih jadi tempat favorit gw sampai saat ini meskipun makin banyak WNA yg hmm begitu lah ya di sana. Yahh liat aja apakah akan berubah atau tidak dalam waktu dekat ini 😅

Comments

  1. Kalau emang dasarnya udah di Bali, kemana-mana juga nggak masalah ya ... tinggal naik bis aja udah sampe, enak banget itu pasti liburannya :D

    Btw, lagi musim covid gini di Bali masih rame orang liburan nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betulll banget! Everyday is sunday memang betul adanya kalau tinggal di Bali.

      Musim pandemi begini akhir-akhir ini agak rame sih daripada semester awal pandemi. Cuma yaa daerah barat sepi bgt dibandingkan dg hari normal. Tapi masih blm macet, pertanda keramaiannya ga sampai 50% hari normal. Sampe lupa rasanya macet2an di Bali wkwkw

      Delete
  2. aku waktu ke ubud naiknya kura kura bus.. beli kartu dulu...

    enaknya bisa nonton tari tarian oas malemnya itu.. aku nalah bingung terjebak jalan aja di sepanjang oasar seni ubudnya doang

    kalau tari traian malah aku lihatnya di gwk

    kocak pas bagian di jogja sewa sepeda jatohnya cuma dituntun doang hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. GWK ini jauh bangettttt dari Denpasar ini. Bagian selatan bgt dahh. Tapi yaa emang banyak sih yg kesitu ya, kayaknya lbh familiar aja ya.

      Kura-kura bus ini yg gimana mbak? Kok aku nggak tau :D

      YAAA mbak coba aja kalo liat sendiri kejadian kita udah gowes muter kota, ternyata dia malah berhenti di tengah dan sepedanya dituntun. Ya kan kita dah nunggu setengah jam lebih taunya dia leha2 😂

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Happiness is ...

Few days ago I met new friends. They are friends of my friend. I helped them for their competition. It's good to know them since the way they think about something is unique and quite close to mine. Until one of them ask me : 'What is happiness for you?' I told them that for me happiness is when I stop compare myself with others and not being compared with anybody else (well, you can compare me with others but don't tell me if you do haha!). I used to compare myself with people. For following their success path might be ok, but for having the same life as theirs who seen successful and happy, I don't think so. So I stop to compare myself with others and it make me feel enough. I feel more relax, since I don't have to pretend or to be somebody else. I feel more 'me' because I only think about me and free to do what I want to do (or to think what I want to think). But one of them said 'For me happiness is when you can breathe, eat, sleep, and p...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...