Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

[Piknik] Menyambangi Bromo kala batuk

Ceritanya beberapa waktu yang lalu, bromo lagi batuk-batuk ya. Salah seorang teman dekat ingin mengunjungi bromo. Yasudahlah saya pergi menemani dia. Ehhh la kok pas Bromo batuk. Beneran batuk. I mean lagi aktif. Tapi kita nekat hahaha *padahal pas si mas pengen kesana pas aktif, dilarang-larang beneran. Yang pergi malah yang ngelarang.

Really! Kita berdua nekat dengan modal bismillah hihi

Karena baru pertama kali mengunjungi ketika aktif, pikir saya sih 'ah kita kan nggak deket-deket banget. Cuman liat dari jauh aja kok'. Ternyata kita naik juga ke kawahnya. Dasar ndablek!

Tapi, I am sure and I even can suggest you to come when it is active. It's REALLY beautiful. Beneran, nggak boong kok. Cantik banget. Mana mendung lagi sampe kita balik ke Malang. Ahh nggak nyesel jadi agak ndablek dikit.

Sayangnya, 5 hari kemudian itu Kasada. Duhhh sayang banget.

ini bukan kolam susu lhoooo

cantik kan?

Ini masih pagi banget lho, sekitar jam 7an. tapi foggy begini

Bromonya putih, Batoknya ijo. kontras yang cantiiiikkk

oiya, jangan khawatir, ada toilet yang bersih lho

disuruh antri begini, yang bersih-bersih sempet marahin aku gara-gara melewati batas


 berkali-kali kesini juga masih aja lupa ini namanya pura apa, padahal kalo Kasada ini banjir-banjir yang dateng.



kadang kita sering ngeluh dengan kondisi kita yang kurang lah, yang nggak cukup lah, bosenin lah, anyway this person have to spend his day to sell this Edelweis which cost only 10,000 - 20,000. dan pastinya berjemur gini. nikmat tuhanmu yang mana yang kau dustakan? bersyukur yok....

tapi si abang keliatan kayak bule lagi sun bathing aja deh 

mau tau bunyinya pas lagi aktif? serem sumpah! sama mikir 'ya gustiiii ijinin kita pulang dengan selamat ya'. praktis, kita berdua cuman lima menit diatas gegara merinding gahahaha


 do you have dreams? I have! if you have, then step on each ways you'll face in front of. hard? must be! no gain without pain lah!

ceritanya ini lagi moto eh difoto. lagi moto aja pake pose segala nih

kita berdua nggak sengaja dresscode-nya kembaran. jaket biru, tas nyolot oranye begini. tujuan saya sih cuman satu pake tas warna nyolot begini, biar gampang ditemuin kalo ilang. soalnya hobi banget jalan duluan dan ilang. jadi yang belakang bisa ngeliat nyolotnya tas oranye ini dari belakang 

 salah satu jalan yang disekitar bukit teletubies
focus on what you want to reach! but dont forget to enjoy your life

 we've been together for more than 10years. since we were 14 years old. ya, time flies. We dont always have sweet times only, we do have bitter times. we havent talk for a year but we found that we can still be a friend. especially when we talk about politic and such things. we are def in same frequency 


Ada yang bilang, berapa kalipun kamu ke Bromo, dia akan selalu menawan dan selalu memiliki sesuatu yang berbeda disetiap kunjungannya. Yes, that's true. and I am in love with Bromo

Comments

  1. Mbak, gak bukak lapak sekalian?

    Jual jagung bakar kayaknya laris deh

    ReplyDelete
  2. Hahaha, jangan keras-keras mbak ngomongnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak prlu pengumuman kali bang, wong abangnya slalu declare kl berotak koko2 hahahahaa

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

[Piknik] Jejak sejarah di Malang

Beberapa bulan yang lalu ketika si mas ke Bromo, dengan waktu yang mepet banget, akhirnya kita niat jelajah singkat jejak sejarah di Kota Malang. Biasa lah ya, dia selalu bawa buku panduan. Selain nerd, dia juga nggak mau oon ketika dia berada di suatu tempat baru. Dia terlalu nggak percaya sama kemampuan sejarahku akan kota Malang, karena pasti kalo nanya sejarahnya yang aku tahu paling juga nggak jauh-jauh dari lapak baju buku murah. Sejarahnya, tanyain mbah mbah jaman dulu dah. kantor balaikota Malang Perjalanan kita mulai dari hotel Tugu. Kita mulai dari naik becak. Tadinya saya kira aja sampai seratus ribu ya nganter ke daerah pasar besar (alun-alun kotak), eh ternyata cuman 30ribu. Terheran-heran juga kok, ini muka bule nggak dimahalin?? Derita punya partner bule, harga dibedain.   dari sampul sih nggak beda banyak, tapi begitu buka dalemnya...hmm kalah deh cetakan Indonesia sama cetakan luar negeri buku ini bagus kok, ada peta-peta jelajahnya juga Malang saat...