Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Transaksi Saham di IPOT dan MOST

Rove City Centre.

Gw pakai keduanya. Gw pakai IPOT sejak 2019, dan MOST baru-baru ini. 

IPOT ini dulunya IPOT-go, lemotnya ya tuhan ingin membuatnya mengutuk. Kadang bahkan sampai kehilangan momen murah karena app-nya loading terus tapi nggak kebuka-buka. Tapi sejak beberapa waktu, mereka upgrade app mereka jadi IPOT aja. IPOT ini jadi lebih wow cepet sekali. Belum diklik aja langsung muncul. Tentu saja gw langsung woro-woro ke siapapun yang pake IPOT-go. 

Tampilan IPOT app

IPOT ini IndoPremier, bank kustodiannya adalah Bank Permata. Appnya warna biru gelap, bikin mata sejuk ngeliatnya. Lebih alus geraknya ketika klik ini itu. Nggak ada waktu tunggu yang berarti. Jarang nge-lag. Kemudian, butuh nol rupiah untuk pembukaan rekening sahamnya. Jadi rekening saham bisa dibuka saat santai meski belum punya duit. Pendaftarannyapun serba online tanpa perlu kirim-kirim dokumen dll. 

Segalanya disetujui dalam waktu singkat. Nah yang gw suka, top up dananya cuma beberapa menit aja. Kemudian setelah menjual sahampun, dananya bisa masuk di hari yang sama dan bisa segera dikirim ke rekening lainnya. 

Selain password, ada PIN yang harus dimasukkan sebelum transaksi. PIN tersebut hanya sekali dimasukkan, setelahnya nggak perlu. PIN ini kita bikin sendiri, kombinasi 6 angka saja. Smooth sih gw bilang app ini. 

IPOT bisa pake website juga. Tapi tampilannya jadi mirip app IPOT-go. Tapi gw nggak pernah pake versi websitenya karena app terbarunya udah cukup lincah buat transaksi.

IPOT versi website.

Sedangkan MOST adalah bagian dari Bank Mandiri. Verifikasi dokumen semuanya online, kemudian esoknya ada email yang masuk untuk tandatangan di dokumen tersebut. Prosesnya 11-12 lah seperti IPOT.

Kemudian akan diberikan ID yang berupa nomor, lengkap dengan PIN-nya. Dua hal ini kita nggak bisa ubah (sepertinya). Setiap kali masuk ke fitur tertentu yang ada di app, kita harus masukkan PIN. Every single time. PIN ini bisa disimpan otomatis (karena ada tanda auto), tapi nggak tau kenapa itu cuma bisa di satu fitur aja. Lainnya harus manual masukin PIN. Untuk liat order, masukin PIN. Liat portofolio, masukin PIN. Liat jumlah dana juga masukin PIN. Apapun perlu masukin PIN. Mungkin sebagai pengaman ya, tapi gw liatnya keterlaluan sih, terlalu banyak aja 😂

Tampilan permintaan PIN 

Soal transfer dana, bisa langsung masuk. Tapi untuk withdraw dana dari rekening sahamnya ke Mandiri, dana akan masuk minimal di atas jam 3 sore. Untuk transfer ke beda bank, dana bisa diterima setelah 1-2 hari melalui kliring. Dibilang lama banget sih nggak. Tapi kalo harus nunggu beberapa jam agak kurang praktis. Pun untuk jual saham juga begitu. Dana masuk H+2 setelah menjual saham. 

Gw jarang transaksi melalui app, lebih suka pakai website kalau MOST ini. Sejauh ini sih app MOST ini nggak lemot kok. Cukup cepat dan ringan. Tapi karena isinya padat dan banyak banget fiturnya yang gw nggak begitu pakai, jadi di hp keliatan lebih kecil-kecil. Geraknya smooth kok, tapi karena kebanyakan masukin PIN jadi gw males transaksi dari HP. Lebih leluasa dari website aja. 

Tampilan MOST versi website.

Yang gw suka dari kedua app ini, mereka sama-sama nggak perlu dana awal untuk transaksi. Cukup dengan nol rupiah kita udah bisa buka rekening saham. Meski sama-sama anti lemot, secara pribadi gw lebih nyaman transaksi pake IPOT daripada MOST. Tapi yaa dua-duanya tetep gw pake juga sih 😅

Jadi, kamu pake yang mana? 

Comments

  1. sangat bermanfaat untuk saya seorang pemula di dunia ini, ajarin saya main saham dong kak, he-he

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa macem bandar judi aja ya main saham haha

      Delete
    2. apa judi,..wow,..kabur,..belum berani saya deket-deket itu, he-he

      Delete
  2. Halo kakakkkk

    Aku kembaliiiii....

    Aku sih dulu pake IPOT. Tapi berhubung lemot ganti pake RHB Sekuritas. Lebih simpel saiii...

    Oh iya, anak eikeh sudah lahir, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. RHB punya siapa dah?

      IPOT sekarang yahud kakakk,

      HOREEEE aku jadi tante onlineeee. ditunggu ceritanya ganti status jadi bapaks-bapaks.

      Delete
  3. ada yg pake ajaib juga nih.. sama sama enak kyakny ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih suka pake IPOT sejauh ini :D tapi dua2nya oke juga kok. Yang penting ga pake setor dana awal dulu hoho

      Delete
  4. Always so odd to me that these apps are half in Indonesian and half in English!

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha yea confuse me more when it is written in Indonesian. I kinda understand the terms better in English :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala