Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

It Is Not Chocolate's Fault!


Halo! Hari ini tanggal 14 Februari. Hari ini kelas ngajar gw penuh dari jam pagi sampe jam 8 malem dengan jeda 30 menit aja per kelasnya. Lumayan sih nggak terlalu ngotot meskipun full day.

How was your day? 

So I have been thinking of why people keep messing around with the issue of 14 Feb every year. It is not that I have nothing else to think but this is so damn interesting. It is ok not to follow what people do, or celebrating it. But do not blame the chocolate or flower as the symbol of maksiat 😋 I can't take this!

FYI I just bought my chocolate (I love Cadbury cashew nut in case you want to give me chocolate), I had 10% off (Lai Lai), even if you buy 2 big bars then you will get one free (Indomart). So thoughtful. How can you say no to this kind of discount huh?

This is a kind of big deal for most people (or let say western people). My friends asking me if I am celebrating it and I said that I barely do that. Yea how can I do that if I dont have my husband here? And they were all like "What? You never celebrate it?" So far that I remember, no. Only got a bunch of chocolate from my coworkers and that was all. And Oh favorite pain in the ass!

Maybe you people worried that the rate of free sex will get higher during 14 Feb, but oh dont you know that people do that freely even if it is not 14 Feb? Sex is the basic human rights! Is the condom selling get higher on February? Then it is a really big business. I have read that people in America spend more than 100 dollar for 14 Feb, to celebrate it. Chocolates and flowers prices are getting more expensive during this day and that is why my friend told me that he is happy enough to be a single right now so he can save money LOL.

Nas Daily once made the video about this and said that 14 February is a big business. They sell chocolates, flowers, everything related to love~valentine things. And they earn a lot! Interesting right?

But I wonder why they put discount on the chocolate here if it is a big business?

Well anyway, I bought myself a bar of chocolate not because I want to celebrate but I am craving for chocolate suddenly (as well as craving for sex and attention and cuddle LOL!). But wait a minute, what is so wrong with me celebrate it? Nada!

For you who are celebrating it, please enjoy it. For you who does not, then dont bother the ones who enjoy it 😂 As simple as that haha!

Have a good weekend ahead 

Comments

  1. Is the condom selling get higher on February? No, it is selling ndek ngarep etalase minimarket sak arat2 wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakaka still a lot in the etalase huh? then it is failed haha

      Delete
  2. Mbaknya sukanya diunyel-unyel suwamih yah?

    Ihik

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men