Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Tentang (Bahasa) Korea

 

Apa yang pertama kali kepikiran pas denger kata Korea? Hemm mungkin Kpop? Atau alay? Nggak bisa dipungkiri juga sih banyak KPopers yang sungguh ngegasnya luar biasa. Dulu kita termasuk golongan yang "selow". Cukup mencintai bias masing-masing di satu boyband dan berlaku adil kepada lainnya. Lambat laun, kelas kita mulai jadi random KPopers. Udah mulai oke lah welcome sama yang lainnya dan menikmati lainnya. Nah trus sekarang sih gw masih nonton drama Korea karena perlu tapi udah jarang banget update soal musik-musik dan idol terbaru. Jadi udah mulai netral.

Tapi gw bukan garis keras lah. Karena kalo yang garis keras pasti berusaha mati-matian beli album artis idolanya dan segala pernak perniknya dan bahkan rela mengeluarkan uang jutaan lah untuk konser dll. Nggak masalah. Asal duit mampu buat itu. Kalo gw cenderung cari untungnya dari suka Korea ini mulai dari bantu temen jualan merch Korea sampai ngajar Bahasa Korea dengan segala tetek bengeknya dong. Ga mau rugi.

Nah soal bahasanya, ini bahasa bener-bener kek bahasa penuh dengan perasaan. Makin lama makin sebel banyak banget aturan yang nggak baku. Tapi ya karena banyaknya itu sebenernya justru lebih gampang mendefinisikan atau mengetahui perasaan dan pandangan orang terhadap apa yang diutarakannya. Ribet juga kan?

Sampe sekarang gw masih belajar terus improve kemampuan ini. Daripada udah belajar tapi sia-sia nggak dapet apa-apa kan. Bahasa Korea ini mirip bahasa Jawa lah yang punya level ngoko sampai kromo paling alus. Kalau jelasin ke murid yang orang Jawa, gampang. Tapi kalau yang orang luar Jawa, bingung jelasinnya. Orang Korea cenderung nggak mau kalo nggak diperlakukan dengan sopan. Jadi ya jangan heran kalau pertama kali ketemu yang ditanyain umur 😃

Bentuk tulisannya sih gampang banget, bacanya gampang, itulah alasan pertama kenapa gw belajar Bahasa Korea karena ya bacanya lebih gampang daripada Jepang dan Mandarin. Cuma cukup mampus aja pas masuk gramatikanya. Riweh.

Tapi meski begitu, makin lama makin banyak yang minat belajar bahasa ini lho. Bukan hanya untuk gaya-gayaan karena  KPopers tapi karena tujuannya untuk sekolah dan kerja. Dan udah semakin jarang banget gw ngajar orang yang murni cuma karena KPopers aja. Mereka pasti tujuannya kalo nggak sekolah, kerja, ya penunjang skill bahasa lainnya yang nanti bisa jadi kepakai suatu saat nanti.

Nah kalau kalian ingin melancarkan kemampuan bahasa kalian, rajin-rajinlah nonton drama, reality show atau film. Karena dialog drama sehari-hari akan sangat membantu menambah vocab baru dan juga mengenal ekspresi atau idiom yang mungkin nggak ada di buku. Kalau lagu... bisa sih, tapi lagu cenderung menyesuaikan irama dan nada jadi kurang memperhatikan estetika gramar bahkan sering penggal semau sendiri aja. Pengalaman lho kita berantem sama Orang Korea yag ngajarin kita gara-gara bahasa dalam lagu. Ngotot sama orang asli sana 😁

Tulisan ini ditulis dengan pengharapan Pemerintah Korea Selatan mengabulkan permintaan Presiden RI untuk mencabut visa ke Korea Selatan untuk WNI 😇 Sungguh ku berharap sangat lol!

Comments

  1. kalau saya sih begitu denger kata Korea yang kebayang pasti nami islandnya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww winter sonata ya? :)

      keknya pas dikunjungi pas musim gugur semi gitu ya hehehe

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

BERDIKARI

Kau tahu kawan kepanjangan dari Berdikari?? Aku rasa, kebanyakan dari kita pasti tau itu kan??!! Yah, BERDIKARI adalah berdiri di kaki sendiri. Artinya??? Mandiri, tangguh, tidak bergantung pada orang lain. Itu yang sejak dulu di gaung-gaungkan kepada kita. Indonesia merupakan salah satu negara yg berkembang. Kita emang sih belum menjadi negara maju seperti Eropa atau Amerika atau negara manapun lah itu. Tapi jika sedikit ditelisik nih ya, kita merdeka adalah hasil perjuangan atau hasil pemberian?! Pasti kita dengan kepala tegak akan mengatakan "Perjuangan sendiri, kerja keras kami selama ratusan tahun". Iya! Benar. Kita merdeka atas keringat dan darah seluruh warga negara. Kita berdiri di tanah merdeka ini dengan kerja keras. Patut bangga? Patut!!! Karena merdeka dengan hasil sendiri, tidak ada negara lain yg menopang hidup kita. Kita berdiri, berjalan, dan berlari atas kemauan kita sendiri. Akibatnya apa? Akibatnya tidak akan ada negara lain yg mengurus kepentingan intern...