Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Lingkaran Setan

taken from internet

Lingkaran setan dimulai ketika kamu mulai mengeluarkan beberapa lembar uang atau sebatang kartu dari dompet, memberikannya kepada mbak kasir yang cantik, struk dicetak dan taraaaaa "Anda mendapat voucher free 50ribu setiap pembelian 150ribu berikutnya"

Beberapa waktu yang lalu saya membeli koper seharga satu juta dua ratus ribu rupiah. Yang membuat saya wow itu bukan harga kopernya tapi voucher yang saya dapat setelah membayar koper tersebut. 10 voucher seharga 50ribuan, dua voucher diskon 20% dan satu voucher diskon 10%. What the!

Bulan lalu, saya dan teman satu tim pergi karaoke, berdua belas orang. Setelah membayar untuk karaoke dua jam, kita mendapatkan voucher gratis satu jam. Yang kemudian kita gunakan lagi satu minggu kemudian. Satu minggu kemudian kami karaoke 2 jam (satu jam free voucher dan satu jam berbayar), eh dapet voucher free satu jam lagi. Ya Tuhan betapa hal ini sangat menyesatkan!

Nggak bisa disalahkan dong, itu strategi marketing membidik customer. Kita merasa 'ah kan gratis, ada voucher lho'. Yaaa... marketer akan mengatakan 'Go..Go..spend your money in your wallet'. Hati kita pun mengatakan 'Oh men! it's not wasting much money, I got this voucher, and will get another voucher when I buy this one'. Yaaaa terusin aja deh.

Kita sebut hal itu Lingkaran Setan 😜

Voucher ini sangat amat bermanfaat ketika shopping untuk lebaran. Tau kan kalo lebaran banyak orang borong baju biar 'Baju baruuu alhamdulillah... tuk dipakai dihari rayaa'. Pernah beberapa taun yang lalu belanja buat lebaran, buat orang satu rumah, abis banyak dan dapet voucher banyak, sampe kita dikasih sama orang, padahal kita juga dapet banyak voucher. Muak kali ya itu orang liat voucher yang nggak abis-abis didapet.

Ini strategi marketing sodara-sodara. Ada yang dirugikan? Hmm I dont think so. Karena.... marketer dapat memenuhi target penjualan, kitapun senang dengan harga diskon yang katanya masih untung banyak buat sellernya.

Kalau teman saya sih, sekalinya beli dan dapet voucher, langsung disobek. Biar nggak keterusan belanja 😂😂 Oke I always do the same actually. Dapet dan sobek! Kecuali pas shopping lebaran 😏

Comments

  1. Saya mah gak mempan pake free vocer gituan. Kecuali kalo dikasi cek satu milyar baru iman saya tergoda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teuteppp ya cek satu milyar! minta aja satu persen kekayaannya raja arab mas. Ada kali 2 milyar lebih

      Delete
  2. Bahahahaha untung aku gasuka shopping, gakarena aahsudahlah keuangan anak kost. Iyaahh banget ada temenku hobinya soping apalagi Kalo dapet vouher mah beeeeeeeeeee
    Iyoyaaa Kalo dipikir2 bikin khilaf berasa godaan setan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa iya May, dimana lingkaran ini nggak ada ujungnya *kalo ada ujungnya namanya kotak dong

      Smua ini hanya marketer, kita dan tuhan yg tau bgmn rasanya ini 😂😂

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya