Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Satu langkah baru



...

Keesokan paginya kita ada jadwal ke kantor MUI. Nyapo? Minta surat pengesahan keislaman. Ya kali nikah kudu pake begituan kan buat yang mixed couple ini. Sebenernya secara praktikal dia sudah menjalankan kewajibannya. Hanya saja tanpa memiliki surat keterangan tersebut. Jadilah kita dibantu Pak Ustad kenalan keluarga yang kebetulan aja temennya ketua MUI Pasuruan. Kepriben tho? Langsung ke ketuanya mintanya.

Syaratnya ya sama aja sih sebenernya, cuman mengucapkan dua kalimat syahadat dan ya sudah disaksikan orang-orang disana. Karena diurusin sama pak ustad, jadilah saya tugasnya cuman menerjemah aja hehe. Gegara orang-orang disana pada bisa Bahasa Arab tapi nggak ada yang bisa Bahasa Inggris. Barulah ketika datang itu si bapak sekertaris MUI, yang bisa Bahasa Inggris dikit-dikit, baru deh bisa saya tinggal pipis. 
 
Saya deg-degan lho, padahal kan ini cuman bikin suratnya aja. Tapi pas dia ngucapin itu sama artinya saya deg-deg an banget. Kesannya kayak pertama kali gitu. Hemm bener-bener deg-deg an. Suasananya sih santai banget. Santai banget, mereka pada pake sarung tho, yang akhirnya dia nanya ‘itu mereka pake dress apa sih sayang kok keliatannya enak banget’ 

Setelah sah, resmi, kita lanjut ngeprint dokumennya. Menulis sih lebih tepatnya. Nama saya tertulis sebagai saksi dan nama dia juga ditulis juga yang nama islamnya. Nggak wajib sih, tapi kalo ada ya lebih bagus katanya. Manut wae lah. Wis nulis lengkap semuanya, drama dimulai eng ing enggggg…

‘Aduh mbak kok printernya ngadat sih?’
‘Lah trus gimana dong Pak?’
‘Ini masih dibenerin sih, bisa kok, tapi ya nunggu. Nggak ada jadwal kemana-mana kan?’
‘Santai kok pak’

Karena kesian telah membuat kita menunggu lama, akhirnya diputuskan untuk print diluar. Baru juga 5 menit keluar eh lampu mati. Trus bapak-bapak yang lain bilang : ‘wahh kalo lampu mati gini bisa sampek malam mini. Gimana ini?’

Mampus lah kowe

Ya udah akhirnya dengan perdebatan sengit dan alot akhirnya diputuskan untuk ketemu lagi besok dengan bapak sekertaris itu untuk mengambil sertifikat. Kebetulan rumah bapak itu nggak jauh dari rumahku. Yawes lah, kita langsung cus pulang dan makan bakso. 

Oiya untuk fee sebenernya gratis, cuman kasih semacem ‘infaq’ aja gitu. Rata-rata sih 200 ribu. Mau lebih juga nggak apa-apa.



…bersambung lagi…

Comments

  1. Infaq opo kui mbak 200 ewu???

    Salah sui ngko dadi inFAK.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya tak ralat ya. Administrasi fee seikhlasnya hahaha

      *seikhlasnya tp minim 200rb hahah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …