Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Satu langkah baru



...

Keesokan paginya kita ada jadwal ke kantor MUI. Nyapo? Minta surat pengesahan keislaman. Ya kali nikah kudu pake begituan kan buat yang mixed couple ini. Sebenernya secara praktikal dia sudah menjalankan kewajibannya. Hanya saja tanpa memiliki surat keterangan tersebut. Jadilah kita dibantu Pak Ustad kenalan keluarga yang kebetulan aja temennya ketua MUI Pasuruan. Kepriben tho? Langsung ke ketuanya mintanya.

Syaratnya ya sama aja sih sebenernya, cuman mengucapkan dua kalimat syahadat dan ya sudah disaksikan orang-orang disana. Karena diurusin sama pak ustad, jadilah saya tugasnya cuman menerjemah aja hehe. Gegara orang-orang disana pada bisa Bahasa Arab tapi nggak ada yang bisa Bahasa Inggris. Barulah ketika datang itu si bapak sekertaris MUI, yang bisa Bahasa Inggris dikit-dikit, baru deh bisa saya tinggal pipis. 
 
Saya deg-degan lho, padahal kan ini cuman bikin suratnya aja. Tapi pas dia ngucapin itu sama artinya saya deg-deg an banget. Kesannya kayak pertama kali gitu. Hemm bener-bener deg-deg an. Suasananya sih santai banget. Santai banget, mereka pada pake sarung tho, yang akhirnya dia nanya ‘itu mereka pake dress apa sih sayang kok keliatannya enak banget’ 

Setelah sah, resmi, kita lanjut ngeprint dokumennya. Menulis sih lebih tepatnya. Nama saya tertulis sebagai saksi dan nama dia juga ditulis juga yang nama islamnya. Nggak wajib sih, tapi kalo ada ya lebih bagus katanya. Manut wae lah. Wis nulis lengkap semuanya, drama dimulai eng ing enggggg…

‘Aduh mbak kok printernya ngadat sih?’
‘Lah trus gimana dong Pak?’
‘Ini masih dibenerin sih, bisa kok, tapi ya nunggu. Nggak ada jadwal kemana-mana kan?’
‘Santai kok pak’

Karena kesian telah membuat kita menunggu lama, akhirnya diputuskan untuk print diluar. Baru juga 5 menit keluar eh lampu mati. Trus bapak-bapak yang lain bilang : ‘wahh kalo lampu mati gini bisa sampek malam mini. Gimana ini?’

Mampus lah kowe

Ya udah akhirnya dengan perdebatan sengit dan alot akhirnya diputuskan untuk ketemu lagi besok dengan bapak sekertaris itu untuk mengambil sertifikat. Kebetulan rumah bapak itu nggak jauh dari rumahku. Yawes lah, kita langsung cus pulang dan makan bakso. 

Oiya untuk fee sebenernya gratis, cuman kasih semacem ‘infaq’ aja gitu. Rata-rata sih 200 ribu. Mau lebih juga nggak apa-apa.



…bersambung lagi…

Comments

  1. Infaq opo kui mbak 200 ewu???

    Salah sui ngko dadi inFAK.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya tak ralat ya. Administrasi fee seikhlasnya hahaha

      *seikhlasnya tp minim 200rb hahah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men