Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Drama Jogjakarta #1


Ceritanya, apes sih, kan aku udah ngeyel banget buat tes bahasa Korea di Jogja. Udah set up the date deh, eh lakok jadwalnya sama pas dia dateng. Yaudah terpaksa kan akhirnya harus ikut dia ke Jogja. Ada dramanya? Ada dong jelas. 
 
Jadi seperti rencana, yang mau tes itu saya sama sahabat saya. Kita sepakat berangkat dari Surabaya naek kereta. Oke fix kita berangkat dari Gubeng naek kereta Sancaka Pagi yang notabene bisnis (apa eksekutif ya?? Lupa ding). Karena hanya 5 jam perjalanan, ok saya bisa terima. Dan ini kereta bisnis, agak mendingan la ya daripada yang ekonomi. At least si mas bilang ‘I like it’. Lega deh.

Sancaka pagi

Nah saya itu nggak pernah tau kalo Gubeng itu ada dua. Yang lama sama baru. Nah kita naek taksi kan bilang aja gubeng naek sancaka pagi, bapaknya udah tau sendiri dong. Belom check ini, jadi harus satu jam sebelum berangkat kalo nggak gitu nggak bisa keluar tiketnya. Kereta berangkat jam 7.30 pagi dan saya jam 6 sudah disana. Check in dan beli kopi. Dia nanya jam berapa, langsung senewen gara-gara kepagian katanya. Ya kan aku mending nunggu lama daripada hectic dewe yang akhirnya ketinggalan kereta. Hemmm 

Nah temen ini datengnya jam 7 kurang dikit. Nanya lokasinya dia sampe mbulet ruwet padahal tempat nunggunya sama kok nggak keliatan sih. Nelpon tuh berantem ngeyel lokasi dia salah, padahal dianya juga ngotot kalo di Gubeng. Ya kan kita berdua bodoh banget sih nggak tau kalo Gubeng itu dibagi dua. Lagian ngapain sih dipisah-pisah, kita jadi oon lah. 

Sampe kita berdua nanya ke petugasnya dan petugasnya bilang ‘Gubeng yang sancaka disebelah sana mbak, mbaknya salah stasiun’. Perfecto complicato ! trus saya bilang ke petugas yang disini karena emang tiket dia kan ada di sini, dia nggak bawa tiket. Akhirnya dibantu bapaknya bilang kalo salah satu harus nyebrang stasiun. Untungnya stasiunnya itu berhadapan, jadi nyebrangnya itu nyebrang rel kereta. Wow kan. Setelah dia nyebrang akhirnya dia nemuin kita di tempat pemeriksaan tiket itu. Finally. 


Nangis aku beneran. Cuapek pagi-pagi udah emosi. Udah dibikin emosi gara-gara salah informasi dan bikin si mas senewen dari pagi. Serem beneran dia marahnya. Jujur sih takut. Yawes akhirnya cuman bisa nangis. Nangisssssssss beneran sepanjang abis pemeriksaan tiket sampe masuk di kreta. Nggak diem-diem sampe akhirnya si mas ngalah sih yang bikin diem aku biar nggak nangis hehehe. Ribet nah jadi cewek ya

 
ini lho yang lucu, pesen kopi item eh cup-nya ditulis 'LONDO', kok ya nggak nomer kursi aja sih... tapi bisa bikin dia ngakak pas diceritain artinya londo

Yaudah akhirnya take breath lah, trus wes diem. Dan menikmati perjalanan. Apakah ada drama lagi? Ada dong! 



…to be continue…

Comments

  1. Buat pengalaman, kata pepatah, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Jadi ikut nangis.

    ReplyDelete
  2. Buset, lu yang orang Surabaya gak tau? Gw aja tau loh. Sering naik kereta ke Surabaya soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuman numpang idup di surabaya bang 😌

      Baru prtama kali naek kreta dari surabaya, sblmnya juga dari malang aja. Taunya disini cuman pasar turi malah haha

      Delete
    2. Aduhh pasar turi, jauh sis....

      Delete
    3. Jauh banget sissss ... Brasa 'ini masih surabaya??'

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya