Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Beda Bahasa Beda Persona

Burmese

Have you ever feel different when you speak in your local language and Bahasa Indonesia, or even English? 

Berbicara dalam bahasa yang berbeda bisa jadi menciptakan persona yang berbeda. Dulu sih awal-awal mulai berbahasa Inggris setiap hari ngerasa "Kok beda ya rasanya pas ngomong pake Bahasa Inggris?" Sejauh ini sih gw baru ngobrol pake 4 bahasa. Keempat bahasa berbeda itu juga ada feeling dan mood yang beda tiap kali dipake. 

Ternyata, persona yang berbeda dari bahasa yang diucapkan ini juga memang betul adanya menurut penelitian. Nggak mengubah kepribadian sepenuhnya sih, tapi lebih ke menonjolkan feeling yang lagi dirasakan. Bagi gw, berbahasa Inggris lebih bikin gw percaya diri dalam mengungkapkan isi hati, keinginan, apapun itu yang ada di uneg-uneg lebih bisa tersampaikan dalam Bahasa Inggris. Nggak tau kenapa, padahal bukan bahasa ibu juga. Menurut gw sih lebih karena nggak ada batasan sopan/nggaknya seperti unggah ungguh seperti di Bahasa Jawa/Korea. Lebih fair aja kalau mau kritik atasan atau orang yang lebih tua bisa pake Bahasa Inggris. Selama kata atau kalimat yang digunakan bukan kata yang tidak senonoh, masih masuk lingkup sopan.

Dulu waktu masih kerja kantoran, gw lebih bisa gampang nyampein kritikan atau saran ke bos gw yang WNA daripada ke atasan gw yang lokal. Kayak ada rasa sungkan gitu lho kalau pakai Bahasa Indonesia atau Jawa. Keterikatan unggah ungguh yang bikin kurang rileks dalam menyampaikan ide tersebut. Meskipun harusnya sih nggak gitu ya, karena bahasa kan cuma alat. 

Apartemen di tengah kota tua Yangon

Kalau lagi marah-marah atau pengen ngumpat, tentu saja lebih nikmat dalam Bahasa Jawa. Belum ada yang bisa ngalahin enaknya ngomong Jancok dengan nada marah maksimal. Kalau berbahasa Indonesia, rasanya formal banget dan agak menjaga jarak. Ini biasanya gw pake kalau ke orang yang baru pertama kali kenal atau ngobrol. Kalau udah ngerasa nyambung dan dia bisa bahasa lain yang gw kuasai, biasanya gw pake bahasa lain. Lebih deket aja. 

Nah kalau Bahasa Korea ini gw pake tentunya ke murid gw kalo di kelas dan juga ke sahabat gw. Kami belajar bahasa bareng. Koreapun belajar bareng, sekarang belajar Prancis juga bareng-bareng. Salah satu motivasinya belajar Prancis karena banyak-banyakan poin di Duolingo πŸ˜‚ Iya kami kompetitif. Ya selain sama dia ya tentunya ke orang Korea juga. Kadang ada frasa yang nggak enak kalo disebut di bahasa selain Korea. Lebih puas aja ekspresinya di situ. 

Tapi enaknya banyak bahasa gitu, ketika kita ada dalam suatu kondisi yang bikin "duh gimana ya jelasinnya, ini tuh kalo di Bahasa Jawa itu ndelomong. Kalau di Bahasa Korea ini tuh λ©€λΆ•

Whatever works for you I guess. 

Kalian gimana, ngerasa beda nggak waktu ngomong pake bahasa lokal dengan Bahasa Indonesia atau bahasa lainnya?

Comments

  1. salfoks...fotonya keren bangaat mba oris...latar belakang bangunane so artsy

    betewe betewe...saaamaaaa...klo lagi pengen misuh misuh paling pol gayenge yo ancen go bahasa jawa sih hahahhaha...jancukkkk dengan artikulasi yang digamblangkan...hampir mirip dengan menyebutkan binatang bersikil papat utawa bahasa kromo inggile segawon kwkwkwkwkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yahh bagaimanpun jg bahasa pertama dalam hal perpisuhan adalah hal yg melegakan wkwkwkkw

      segawon yaallah πŸ˜‚

      Delete
  2. Ngeri banget mbak bisa sampai empat bahasa 😱
    Saya malah bahasa Inggris aja masih belepotan.

    Berarti emang bahasa Inggris yang paling selow ya, nggak ada kromo Inggris... Jadi kalau ngomong nggak bingung pemilihan katanya buat dipakai ke orang yang lebih tua biar sopan 😁

    Kalau saya lebih nyaman pakai bahasa Jawa ngapak sama temen2, tapi emang kalau sama guru lain biasanya bahasa kromo Alus, itu pun hanya semampunya, kadang improvisasi tambahi bahasa Indonesia karena kosakata kromonya terbatas 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw eh iya juga yaaa, kadang jg kromo alus dikit kalo kehabisan kosakata langsung sambung bhs indonesia. kdg malu gt ga bisa kromo. aku lg belajar kromo jg. tapi yaaa ngomong sama orangtua jg ga pake kromo jadi susah prakteknya juga haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala