Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Catatan Kuliah (4) : Alfabet Korea di kelas matematika

 
Graha Cakrawala, gedung andalan kampus. Mau konser, kawin disitu juga bisa

Mahasiswa matematika di kelas gw yang niat bisa diitung jari. Hmmm yaaa ada dua lah yg top banget, tapi juga pelit banget sama ilmunya. Ada lebih dari 5 yang pinter dan rajin berbagi contekan. Sisanya nggandol wae.

Gw orang yang suka banget belajar bahasa asing. Apalagi bahasa yang alfabetnya beda. Nggak sih, nggak Jepang sama Mandarin. Susah banget. Jadi milih Korea aja. Trus gw suka aja gitu nulis di buku catetan tulisan Korea padahal juga sering dalam Bahasa Indonesia yang diganti alfabetnya aja.

Kemudian ...

"Ah elu kenapa sih? Kan gw jadi nggak bisa baca!"
"Ya kalo pengen baca, belajar lah"

Tapi gw gak punya otak Cina kek mas Riza, jadi gw kasih aja lah gratis!

Hingga akhirnya satu kelas pun bisa baca tulis dalam alfabet Korea. Keren kan gw? Gw emang pantes jadi influencer sih. Udah berapa juga orang yang pake Jenius gara-gara gw. Berapa orang yang nabung emas di Pegadaian gara-gara gw. Padahal hellooo gw nggak diuntungkan disisi ini 😓 terlalu baek gw jadi orang sih.

 
gedung matematika di sebelah kiri, nggak keliatan sih. Yang keliatan itu gedung Fisika juga Kimia yang keliatan gentengnya aja (gedungnya Ikrom)

Balik lagi, karena satu kelas udah bisa alfabet Korea, jadilah kita interaksi dalam kelas pake kertas folio yang bertuliskan obrolan ga jelas gara-gara dosen terlalu membosankan. Padahal dosennya killer banget lho. Kalo ketauan bisa-bisa dapet E lho. Serius ini nggak boong, ada kakak tingkat yang motret pak dosen itu, trus ketahuan, dia dapet E. Ngikut kuliah beliau selama 3 tahun (karena hanya beliau yg ngajar, matakuliahnya muncul satu semester aja jadi kakak tingkat itu ikut selama 3 kali) dan nggak lulus. Nilainya tetep E. Hingga pada titik "kamu minta maaf aja deh, biar dimaafin. Beliau orang yang sensitif". Minta maaf lah kakak tingkat tersebut dan lulus dengan nilai bagus. Padahal dia ga bego wong dia programmer. Jadi dia lulus 7 tahun hanya karena sakit hatinya beliau, sedih kan 😓

 
GKB, tempat kuliah matakuliah bukan matematika

Jaman dulu belom ada WA grup ya, hape pintar aja masih satu orang yang punya di kelas itu. Jadi ya komunikasi satu grup ya via kertas folio. Kemudian, ketahuan dong ya. Ketahuan dosen terkiller masa itu. Beliau berkata "Kalian ini emangnya sudah paham kok malah nulis lagu Cina di folio??"

LAGU! LAGU! LAGU! LAGU CINA PULA!

Untungnya beliau ndak tau bedanya ya Korea, Jepang, Mandarin 😂

Serempak menjawab "Hehe iya pak maaf"

Jadi ketika bosan dengan rentetan pembuktian, kita selingkuh sebentar. Selingkuhnya kompak satu kelas. Tapi yaaaa balik lagi fokus ke kelas matematika setelah refresh otak. Terlontarlah pertanyaan "Eh Dit, kamu bisa nggak ngerjain soal matematika dalam Bahasa Korea?" itu pertanyaan BODOH! Karena dalam bahasa gw sendiri aja sering ga mampu nyelesainnya bebbbbb

Moral value-nya adalah jangan pernah gombalin orang matematika karena rumus-rumus matematika aja kita kasih bukti kok berani-beraninya kamu cuma modal gombal? Kita akan minta pembuktian daripada gombalan manis #LhoGakNyambung

Comments

  1. Koncoku ndek emben ono loh, sing iso nulis huruf korea. Terus nek gawe contekan karo huruf korea, wkwkwkwk.

    PINTAR !

    ReplyDelete
    Replies
    1. MUAHAHAHHAHAHAHHA PATUT DICONTOH HAHAHAHHAHAHA

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya