frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation. Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do. November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...
Resmilah kusandang jabatan sebagai mahasiswa matematika selama periode 2009 hingga 2014 Januari. Trus mikirnya, gimana ya, masa ngitung terus-terusan sih? Masa sih cuma berkelut di bidang perkalkulatoran, integral, kali kalian, bagi bagian??
Ternyata oh tidak saudara tidakkkk. Beberapa matakuliah sangat absurd hingga tiap kali kuliah selalu mikir "Ah ini gw salah banget nih masuk jurusan nih". Begitu aja melulu sampe semester 4. Nilai C adalah sahabatku. Kalkulus itu berat. Trus ketemu matakuliah yang isinya cuma pembuktian ajaaaaa sampe basi. Pernah lho disuruh membuktikan 1+1 = 2 itu gimana. Teoremanya macem-macem, conjecture nya begitu, gak selembar dua lembar kertas folio. Ada pula matakuliah yang isinya pembuktian dan satu soal abis 4 lembar folio. Capek ngerjainnya serius, nyontek yang ga mikir aja capek.
Matematika murni itu sangat murni sekali tanpa campuran boraks dan kawan-kawannya. Jadi kuliahnya lebih berat. Materi yang dibebankan pun lebih dari matematika pendidikan. Satu bab di matematika murni bisa selesai 1-3 kali pertemuan, sedangkan untuk matematika pendidikan bisa selesainya diatas 4 kali pertemuan. Bedanya apa? Matematika pendidikan dituntut untuk menjelaskan ulang materi mereka sedangkan yang murni untuk diri sendiri. Jadi kalau ada pahit-pahitnya ya ditelan sendiri.
Karena gw sering banget dapet nilai C, akhirnya gw ambil kuliah ikut kelas pendidikan (itulah sebabnya temen gw lebih banyak jenisnya karena hampir semua kelas gw masukin lol). Kenapa? Karena mereka slow, meskipun dosennya sama tapi pace nya beda. Serius kek liat dosen bipolar aja jadinya. Mereka menyesuaikan tempaan materi ke penerimanya.
Nilai gw cuma bagus di matakuliah programming dan sahabatnya. Ini ternyata gw emang punya passion di utek-utek code, karena hasilnya langsung keliatan mata. Nilai terjelek kuliah pemrograman itu B itupun emang gw kurang mampu banget di bagian itu. Jadi gw ambil minornya programming.
Lah matematika, lu belajar integral ya nanyalah ke fisika, kimia sana hasilnya. Nggak akan keliatan di matematiknya. Ketika gw frustasi gw bilang "Apa sih ini ngitung doang tapi nggak tau bentuk hasilnya gimana". Temen gw dari fisika jawab "Itu buat ngitung di mesin XXX buat nentuin XXX yang mengakibatkan kemampuan XXX berkembang secara XXX jadi nanti kita bisa tau XXX ..." Mereka jelasin panjang kemudian gw mikir "Lah kita babu lu semua dong". Dengan kompak mereka jawab "TIDAK SALAH LAGI".
Positifnya apa masuk jurusan matematika? Mereka mendidik kita untuk doing things in order. Berurutan. Ga ada ceritanya pembuktian melompat-lompat. Bisa digampar. Menyederhanakan masalah besar menjadi kecil, dan menghilangkan masalah kecil yang nggak penting. Ini yang akhirnya membentuk mindset berpikir dan bertindak dalam hidup termasuk ngomong NOL delapan satu bukan KOSONG delapan satu dalam penyebutan nomer HP.
Apakah itu aja yang gw dapet selama kuliah matematika? Sepertinya iya 😂
Buat yang pengen masuk matematika, murni terutama, kalian persiapkan diri mendalami matematika yang super abstrak. Yang ingin masuk pendidikan matematika, persiapkan mental dan kertas untuk menuliskan hal bertele-tele birokrasi tentang pendidikan.
Ada yang minat masuk matematika?
Cerita selanjutnya di sini ya...
Bapak ibu ku matematika kabeh. Nek anake sinau soal matematika, walaupun soal pilihan ganda, HARUS DITULIS CARANYA. Entuk seko endi jawaban kui, wkwkwkwk
ReplyDeleteMergo dilatih ngono, gak sempet jenenge nyontek nek ulangan matematika, wkwkwkwk
Mulakne anake do pinter logika matematika. Soale terbiasa menyelesaikan sesuatu dari diketahui, dirinci, dijawab secara gamblang sesederhana mungkin.
nah betul itu. akhirnya membentuk mindset matematika yang terperinci. Yg paling penting adalah menyederhanakan mslh besar jd kecil, mslh kecil jd hilang hahahaha.
Deletesatu lagi, kalo ga tau caranya kita akan blg "ah soalnya salah itu" LOL
Bener
DeletePas rumuse dilebokke jawabane ora ketemu
HAHAHA