Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Bagaimana jika terjadi bencana?

 
sanur

Minggu lalu gempa menggoyang Bali dan sekitarnya dengan magnitudo 6 yang membuat minggu keduaku di Bali bikin gempar karena tiba-tiba waktu cuci piring terdengar suara bumi bergeser juga getaran yang terasa. Nggak parah sih di wilayah Denpasar tapi cukup membuat kaget lah jelas. Biasanya di Malang kalau terasa gempa pun masih berupa ayunan singkat beberapa detik. Gempa di Bali kemarin terasa selama kurang lebih 2 menit.

Apa yang gw lakukan? Kamar gw ada di lantai 2 paling ujung. Nggak jauh sih dari tangga turun hanya sekitar 18 meter aja, tapi ya itu panjang banget rasanya kemarin. Lari lah gw terbirit-birit takut ambles, nyamber hp secepat kilat, lari secepet kilat juga, nggak pake sendal, belom pake daleman (untung udah pake baju, udah mandi, baru selese sarapan juga). Makin panik waktu liat muka-muka residen lain yang panik juga. Secepat kilat gw kontak temen-temen gw yang di Bali (Denpasar dan Singaraja), suami gw, mak gw. Kemudian mak gw nanya "Ati-ati tsunami" ya tuhan mak gw kenapa bilangnya gitu sih 😖 makin parno.

Setelah beberapa menit goyangan tadi, buru-buru gw keatas naik, ganti baju kerja, nyamber alat make up, langsung turun dan  berangkat. Sampai di kantor gw lupa gw belom gosok gigi coba 😂 Jadi hal pertama yang gw lakukan sesampainya di kantor adalah beli sikat gigi.

Kemudian gw jadi mikir, peta bencananya di tempat gw ini gimana ya? Karena gw tinggal 6-8 km dari pantai-pantai Sanur yang mana Sanur juga tetep ada potensi tsunami meskipun minor. Gw buru-buru ke kantor karena kalau ada gempa susulan, gw bakal bisa cepet larinya dan juga posisi kantor di wilayah utara yang jauh dari laut. Tingkat keamanannya cukup tinggi.

peta evakuasi (gitenews)

Gw tinggal di daerah warna kuning di bagian mendekati daerah abu-abu yang paling bawah. Gw jadi agak tenang meskipun masih galau aja sih akhirnya. Juga gw jadi pasang skenario kalo misal ada bencana gw harus ngapain, gw harus berlindung dimana, gw harus kemana. Gw pelajari arah utara selatan barat timur karena kalau ada bencana yang berhubungan dengan air gw harus lari kearah utara. 

tas default gw

Selain mempersiapkan emergency kit dalam satu ransel besar, gw selalu siap sedia tas yang gw sebut tas default yang isinya dompet, powerbank, paspor, sisir, lipstik, notebook, kabel charger + earphone dalam satu kotak, sekotak flashdisk, ikat rambut, juga pembalut biasanya. Ini adalah hal-hal emergency pertama yang penting. Ya nggak bencana pun ya emang itu adalah hal-hal yang nggak pernah ketinggalan. Powerbank akan selalu dalam keadaan penuh setiap harinya. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda jadi bisa disesuaikan tentunya. Laptop diletakkan dalam tas yang berbeda, mungkin nanti akan disatukan kalau gw udah nemu tas yang pas lol. Oh ya tas itu plus satu tas belanja yang selalu ada didalam. Ini Bali, harus bawa tas belanja sendiri.

isi tas yang wajib ada

Orang kalo hidupnya merantau, dia pasti akan persiapkan segala sesuatunya sepraktis dan seefisien mungkin. Karena cenderung hidup jauh dari keluarga nggak akan bisa berujar "ah gampang gapapa ada keluarga kan" 

Bukan menakut-nakuti tapi yaaaa sedia payung sebelum hujan juga why not? 

Jadi, sudah perhatikan peta evakuasi bencana di tempat tinggalmu? Semoga kita semua selalu terlindung dari bahaya di sekitar kita ya 😊😉

Comments

  1. Ya ampuun. Horor juga yaa. Semoga tetep baik-baik aja yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Indonesia lagi sering diguncang gempa skala cukup besar akhir2 ini. smoga semuanya bs jaga diri baik2 juga

      Delete
  2. Ya Allah, mbak.. serem bat.
    Itu mbak lari2 ke kamar udah goyang.
    Syukur mbak gpp.
    Aku juga pernah ngerasain gempa di Jakarta beberapa kali..
    bikin pusing ._.
    Thank you tipsnya mbak.
    Kayaknya aku walau deket dengan keluarga perlu ngatur barang2ku lagi deh.
    Supaya kalo ada apa2, ya tau apa yang harus diambil..
    Gak berceceran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul segera simpan barang2 penting darurat buat bencana. ya setidaknya bs survive selama bebebrapa waktu laaa yaaa

      gempa emang suka bikin pusing wkwkw

      Delete
  3. Gw yang pertama gw raih kalo ada gempa: celengan babon gw, hahahaha

    ReplyDelete
  4. wahh harus hati hati yahh kalo menghadapi bencana, dan apa yang harus kita lakukan demi menyelamatkan kita dari gempa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, hidup di daerah yang rawan gempa dan bencana emang harus waspada selalu

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya