Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Bagaimana jika terjadi bencana?

 
sanur

Minggu lalu gempa menggoyang Bali dan sekitarnya dengan magnitudo 6 yang membuat minggu keduaku di Bali bikin gempar karena tiba-tiba waktu cuci piring terdengar suara bumi bergeser juga getaran yang terasa. Nggak parah sih di wilayah Denpasar tapi cukup membuat kaget lah jelas. Biasanya di Malang kalau terasa gempa pun masih berupa ayunan singkat beberapa detik. Gempa di Bali kemarin terasa selama kurang lebih 2 menit.

Apa yang gw lakukan? Kamar gw ada di lantai 2 paling ujung. Nggak jauh sih dari tangga turun hanya sekitar 18 meter aja, tapi ya itu panjang banget rasanya kemarin. Lari lah gw terbirit-birit takut ambles, nyamber hp secepat kilat, lari secepet kilat juga, nggak pake sendal, belom pake daleman (untung udah pake baju, udah mandi, baru selese sarapan juga). Makin panik waktu liat muka-muka residen lain yang panik juga. Secepat kilat gw kontak temen-temen gw yang di Bali (Denpasar dan Singaraja), suami gw, mak gw. Kemudian mak gw nanya "Ati-ati tsunami" ya tuhan mak gw kenapa bilangnya gitu sih 😖 makin parno.

Setelah beberapa menit goyangan tadi, buru-buru gw keatas naik, ganti baju kerja, nyamber alat make up, langsung turun dan  berangkat. Sampai di kantor gw lupa gw belom gosok gigi coba 😂 Jadi hal pertama yang gw lakukan sesampainya di kantor adalah beli sikat gigi.

Kemudian gw jadi mikir, peta bencananya di tempat gw ini gimana ya? Karena gw tinggal 6-8 km dari pantai-pantai Sanur yang mana Sanur juga tetep ada potensi tsunami meskipun minor. Gw buru-buru ke kantor karena kalau ada gempa susulan, gw bakal bisa cepet larinya dan juga posisi kantor di wilayah utara yang jauh dari laut. Tingkat keamanannya cukup tinggi.

peta evakuasi (gitenews)

Gw tinggal di daerah warna kuning di bagian mendekati daerah abu-abu yang paling bawah. Gw jadi agak tenang meskipun masih galau aja sih akhirnya. Juga gw jadi pasang skenario kalo misal ada bencana gw harus ngapain, gw harus berlindung dimana, gw harus kemana. Gw pelajari arah utara selatan barat timur karena kalau ada bencana yang berhubungan dengan air gw harus lari kearah utara. 

tas default gw

Selain mempersiapkan emergency kit dalam satu ransel besar, gw selalu siap sedia tas yang gw sebut tas default yang isinya dompet, powerbank, paspor, sisir, lipstik, notebook, kabel charger + earphone dalam satu kotak, sekotak flashdisk, ikat rambut, juga pembalut biasanya. Ini adalah hal-hal emergency pertama yang penting. Ya nggak bencana pun ya emang itu adalah hal-hal yang nggak pernah ketinggalan. Powerbank akan selalu dalam keadaan penuh setiap harinya. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda jadi bisa disesuaikan tentunya. Laptop diletakkan dalam tas yang berbeda, mungkin nanti akan disatukan kalau gw udah nemu tas yang pas lol. Oh ya tas itu plus satu tas belanja yang selalu ada didalam. Ini Bali, harus bawa tas belanja sendiri.

isi tas yang wajib ada

Orang kalo hidupnya merantau, dia pasti akan persiapkan segala sesuatunya sepraktis dan seefisien mungkin. Karena cenderung hidup jauh dari keluarga nggak akan bisa berujar "ah gampang gapapa ada keluarga kan" 

Bukan menakut-nakuti tapi yaaaa sedia payung sebelum hujan juga why not? 

Jadi, sudah perhatikan peta evakuasi bencana di tempat tinggalmu? Semoga kita semua selalu terlindung dari bahaya di sekitar kita ya 😊😉

Comments

  1. Ya ampuun. Horor juga yaa. Semoga tetep baik-baik aja yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Indonesia lagi sering diguncang gempa skala cukup besar akhir2 ini. smoga semuanya bs jaga diri baik2 juga

      Delete
  2. Ya Allah, mbak.. serem bat.
    Itu mbak lari2 ke kamar udah goyang.
    Syukur mbak gpp.
    Aku juga pernah ngerasain gempa di Jakarta beberapa kali..
    bikin pusing ._.
    Thank you tipsnya mbak.
    Kayaknya aku walau deket dengan keluarga perlu ngatur barang2ku lagi deh.
    Supaya kalo ada apa2, ya tau apa yang harus diambil..
    Gak berceceran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul segera simpan barang2 penting darurat buat bencana. ya setidaknya bs survive selama bebebrapa waktu laaa yaaa

      gempa emang suka bikin pusing wkwkw

      Delete
  3. Gw yang pertama gw raih kalo ada gempa: celengan babon gw, hahahaha

    ReplyDelete
  4. wahh harus hati hati yahh kalo menghadapi bencana, dan apa yang harus kita lakukan demi menyelamatkan kita dari gempa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, hidup di daerah yang rawan gempa dan bencana emang harus waspada selalu

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu