Skip to main content

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing. Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja.  Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan".  Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆 Jadi m

Catatan Pengajar Homescholing


Homescholing mulai menjadi satu pilihan akhir akhir ini. Kebutuhan akan homeschooling dirasakan menjadi mendesak kala seorang siswa merasa dirinya tidak bisa lagi keep up  dengan keadaan yang ada di sekolah dengan berbagai alasan seperti kemampuan menangkap materi yang sangat lambat, faktor kesehatan, faktor bullying, kasus yang terjadi disekolah hingga kasus drop out dan lain sebagainya.

Dulu banyak yang merasa kalau homeschooling adalah suatu hal yang aneh karena ya kasian aja anaknya nggak bisa bersosialisasi dengan baik dengan orang lain atau teman temannya. Tapi masalahnya, biasanya temannya yang menyebabkan mereka minder. Percaya nggak sih, mungkin dulu gw juga pernah bully orang secara sengaja atau nggak sengaja yang menyebabkan mereka merasa dirinya lemah. Mungkin banyak dari kita pernah melakukan perisakan kepada teman kita dulu, tanpa kita sadari kita anggap mereka mampu menerimanya padahal tidak semua orang bermental baja. Bisa jadi. Jadi jangan kemudian beranggapan kalau anak tidak bisa bersosialisasi kalau tidak di sekolah normal.

Salah satu murid HS gw memang sungguh spesial. Hanya orang yang kuat dan suka mengajar yang akan mampu bertahan. Meskipun dia lambat di pelajaran normal, dia ikut kegiatan ekstra seperti badminton. Klub badminton menjadi pilihannya dan dia sangat suka dengan kegiatan badminton. Apakah dia bermain sendiri? tentu tidak. Dia bersosialisasi dengan banyak orang.

Kebutuhan akan homeschooling meningkat akhir ini dan menyebabkan tanya diantara kita 'Kenapa ya? Apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan kita?' Bisa jadi. Murid terlalu banyak mempelajari hal yang diluar kemauan dan kebutuhannya menyebabkan mereka tidak bisa keep up dengan segala kegiatan di sekolah umum.

Karena sekolahnya dirumah, atau dengan kata lain diluar sekolah formal, orangtua harus pintar dalam mencari pengajar yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan siswanya. Eh jangan salah ya, homeschooling tidak melulu karena telat menangkap materi tapi ada juga yang homeschooling karena terlalu pintar dan selalu ingin lebih memuaskan hasrat belajarnya.

Seorang teman mengisahkan kekhawatirannya akan bagaimana anaknya nanti jika sekolah di sekolah umum. Seketika pun aku berceloteh 'Why bother with being ordinary if you can be extraordinary?' Kalau sekolah umum tidak memuaskanmu, homeschooling aja. Toh nggak ada buruknya juga. Semuanya tergantung preferensi dan kebutuhan kamu nantinya.

Keuntungannya ya dengan homeschooling, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakatnya dan memiliki waktu lebih untuk berkembang. Sapa tau nanti jadi seorang yang bekerja dari hobinya. Ya ndak?

Konsekuensinya, homeschooling itu lebih mahal karena bayarnya per pertemuan sama seperti les. Satu bulan saja bisa diatas 1,5juta. Jadi tetap kembali lagi ke preferensi dan kebutuhan masing masing orang. Jika dirasa tak mampu, ya usahakan gimana caranya bisa keep up disekolah formal.

Sekolah di sekolah formal maupun homeschooling sama sama bagusnya kok. Tinggal yang paling pas dihati dan dikantong yang mana aja. Tinggal pilih aja. Jadi balik lagi sesuai kemampuan juga. Dan yang terpenting adalah soal bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya. Begitu.

Udah gitu aja. Catatan dari seorang pengajar homeschooling matematika 😃

Eh btw, gambar diatas udah representatif kek Najwa Shihab Belom???? 😂

Comments

  1. Wahahaa, iya mbaaa, iyaaa, sudah kayak Najwa Shihab kok foto di atas tuh :D

    Errrr... nggak pernah homescholing sih sayanya, tapi sepertinya agak-agak menarik ya, jauh dari bullying :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah makasih lho :D

      homeschooling menyesuaiakn siswanya, seorang pernh bilang kalau mengajar seseorang itu seperti cultivating, jd nda bs lngsg mak blek mak slek dikasi rata semua. jadi emg efektif dr sisi pembelajaran jg sih. KALO siswanya niat bljr hahaha

      ngga ada yg bully kecuali kl pengajarnya yang merisak haha!

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men