Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Dampa Seafood - Dubai

 

Dubai itu mahal. Biaya hidupnya disana. Ya namanya juga negerinya orang kaya. Meskipun ya masih ada juga yang orang pinggiran. Itu ada, tapi ya yang tajir melintir juga nggak dikit juga. Jadi harga makanan disana juga cenderung mahal juga. Ada yang bilang Dubai ini kota artificial yang mahal banget. Nggak salah juga sih. Eh tapi harga yang murah banget adalah bensin! Bahkan lebih murah daripada air mineralnya. Bensin seliternya 2 dirham sedangkan harga air mineral 600ml itu sekitar 2-5 dirham (apalagi yang Evian tuhh dih mahal bener).

Makanan siap saji seperti McD, Subway saja harganya di kisaran belasan hingga 20an dirham yang setara dengan 50ribu hingga 100ribu rupiah. Itu yang fast food, belum lagi yang makanan yang porsinya beneran sepiring semangkuk gitu. Harganya pasti diatas 20 dirham seporsinya.

Ini pandangan mahal ini bukan karena di konversi ke rupiah ya, tapi residen Dubai sendiri bilang kalo makanan di Dubai itu termasuk mahal kalau nggak pandai cari yang murah dan enak. Jadi bukan karena beda konversi ya.

Tapi, ada lho Seafood di Dubai yang harganya tergolong murah banget dan bisa dimakan berdua ataupun satu kampung. Tau kan kalo yang namanya makanan laut itu nggak murah kecuali kalau tempatnya pinggir laut pas? Ya kan? Nah tempat ini jadi tempat favorit kita di Dubai. Menggeser semuanya deh. Karena seafoodnya murah, enak, banyak pula. Sampai kita aja mikirin berapa profit yang mereka dapet kalo makanannya dijual semurah ini di Dubai. Harga makanannya sekitar 20 dirham hingga 50an dirham. Tapi jangan salah, satu porsinya itu bisa dimakan paling nggak bertiga lah. Kalo makannya normal ya, bukan porsi kuli ala gw dan suami. Itu juga free nasi sepuasnya. Bener-bener kalo keliatan nasi mau abis langsung ditambahin sama pegawainya.

 

Favorit kita berdua kepiting bumbu cajun plus jagung cajun. Suami gw yang ga favorit jagung aja sampe rebutan jagung cajunnya. Sumpah ini nulis sambil bayangin cajunnya eerrrrrr. Satu panci kepitingnya itu sekitar 35 dirham (setara 140 ribu). Satu panci ini isinya tiga kepiting jumbo. Mana dapet 3 kepiting jumbo disini 140ribu juga kan? Beberapa waktu lalu makan seafood di Malang, bertiga abis 300ribu tapi kepitingnya mini dan cuma 2, sisanya kerang-kerangan dan kurang puas.

 

Luar biasanya nih minumannya porsinya literan gila. Satu liter dan dua liter aja. Harganya 11-15 dirham. Nggak ada gelas tuh, minumnya di toples. Jadi seliter bisa diminum berdua kan kalo mau sharing. Sopo sing kate ngombe banyu seliter dewean sak dok sak nyeng?

 
sex appeal nama minuman ini. favorit.

Biasanya kita bayar sekitar 50 dirham (200ribu) berdua. Kalo lagi rakus bisa 75dirham. Itu 50dirham aja udah luar biasa kenyang dan puasnya. Inget ya, ini porsi kuli untuk orang yang doyan banget seafood. Jadi kalo makan biasa aja bisa kurang dari itu berdua. Setelah makan segitu puasnya cuma 200ribu, lalu kita bandingkan dengan seafood di Singapura yang abis lebih dari 500ribu dengan rasa yang nggak terlalu oke dan juga porsi yang sedikit. Kek nyeselnya tujuh turunan pernah makan disana 😁

Itu juga Dampa - Bodega Seafood ini letaknya di Deira. Deira ini masih lebih terjangkau daripada kawasan downtown yang jejeran Dubai Mall itu. Tapi sumpah kebangetan ini murah dan enaknya. Kita kalo suka banget sama makanannya, murah, enak, pasti kita puji-puji sampe berasa kek di endorse wkkwkw!

Oiya, Dampa-Bodega ini waiting list nya lumayan panjang kalo dateng diatas jam 7 malem ya. Kalo beruntung ya ndak pake antri. Kalo ndak beruntung ya minimal nunggu 30menit lah. Pertama kali dateng sih kita beruntung, besoknya kita waiting list, trus besoknya lagi kita dateng pas jam makan siang.  Seenak itu sampe kita makan disana 4 kali berturut-turut dan nggak bosen (juga hemat biaya makan juga). Lokasi juga deket hotel, tinggal jalan 10menit.

Kalo musim "dingin", banyak yang pilih makan diluar daripada dalam. Karena seger juga dan nggak mungkin bisa stay diluar kalo musim "panasnya" Dubai dateng. Nggak kebayang makan diluar disuhu 35-50 derajat. Oh iya! Pegawainya semuanya cowok dan ntah kenapa penampilan mereka seger-seger banget. Seragamnya pun fresh. Dan makanan ini katanya, asli Filipina. Dan makannya pun disuntek di meja.

PS : akulaper ngebayangin cajun 💩 rindu lah sama makanan ini errrrr gojek gojek

Comments

  1. Yah Allah...
    ini posnya bikin laper dah. Euuh... ._.
    Minuman sex appealnya menggoda ya...
    warnanya merah.... astaga.
    Bikin haucee... tiba-tiba tenggorokan jadi kemarau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uhhh percayalah jikalau ku juga mengilerrrr eeeeerrrr

      Sex appealnya sungguh enak seger sekali

      Delete
  2. Biaya sekali makan di Dubai hingga beratus-ratus ribu.. 💯💯
    Beeuu.. Mahal amir..

    Tapi kalau keadaan keuangan memungkinkan ya gak masalah, enjoy your life ya mbak, yang penting masakannya sesuai selera dab pas di lidah 😋 ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ituuu, mahal. jd gini nih bikin bersyukur idup di indonesia makan lalapan ayam masih 15ribu aja hahahah

      Delete
  3. bisalah sekali kesana yah , sekali aja nyobain , kalo berkali kali bisa bangkrut , lumayan murah juga kepitingnya kak , ngga dapet lah kalo disini begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ke dubai kudu dicobain ini. Makanan enak termurah di dubai wkwkw!

      Nah itu disini seafood mahal, satu kepiting jumbo aja udah diatas 100ribu kan? Jadi waktu makan di dampa bahagia bgt dpt seafood murah enak 😆

      Delete
  4. Oh gitu,jadi postingan kali ini anda cuman ingin membuat saya ngiler?

    Ok fix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyalah jelas. Kalo ga ngiler ya gak kesampean dong tjuannya 😝

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...