Skip to main content

Sayang Bumi Sayang Anak

Sharjah - UAE Gw suka banget belanja online. Ya karena praktis aja. Tentu saja gw juga suka banget belanja langsung on the spot  kalau lagi stress dan lagi ada waktu buat muter-muter. Tapi... ternyata gw jadi kesel tiap abis belanja online, gw harus berurusan dengan plastik-plastik bekas belanja.  "Dih plastik lagi." Emang, beberapa barang tentu saja perlu plastik/ bubble wrap  ekstra. Tapi banyak dari belanjaan gw yang nggak perlu itu semua. Tebel banget. Gw paham juga beberapa toko lebih milih dibungkus plastik tebel biar tokonya nggak dikomplain. Tapi bagi gw, udah kebangetan.  Gw tau kita nggak bisa sepenuhnya nggak pakai plastik. Kita masih akan pakai plastik. Konsekuensinya, ya kita harus tau sampah plastik ini harus diolah gimana biar nggak kebuang sia-sia. Mana nggak bisa terurai ratusan tahun lagi.  Masalahnya, plastik ini seringkali nggak bisa dipake lagi karena selotip yang muter. Susah lah di- breakdown lagi biar bisa dipakai ulang. Akhirnya, tentu saja dibuang pe

Dampa Seafood - Dubai

 

Dubai itu mahal. Biaya hidupnya disana. Ya namanya juga negerinya orang kaya. Meskipun ya masih ada juga yang orang pinggiran. Itu ada, tapi ya yang tajir melintir juga nggak dikit juga. Jadi harga makanan disana juga cenderung mahal juga. Ada yang bilang Dubai ini kota artificial yang mahal banget. Nggak salah juga sih. Eh tapi harga yang murah banget adalah bensin! Bahkan lebih murah daripada air mineralnya. Bensin seliternya 2 dirham sedangkan harga air mineral 600ml itu sekitar 2-5 dirham (apalagi yang Evian tuhh dih mahal bener).

Makanan siap saji seperti McD, Subway saja harganya di kisaran belasan hingga 20an dirham yang setara dengan 50ribu hingga 100ribu rupiah. Itu yang fast food, belum lagi yang makanan yang porsinya beneran sepiring semangkuk gitu. Harganya pasti diatas 20 dirham seporsinya.

Ini pandangan mahal ini bukan karena di konversi ke rupiah ya, tapi residen Dubai sendiri bilang kalo makanan di Dubai itu termasuk mahal kalau nggak pandai cari yang murah dan enak. Jadi bukan karena beda konversi ya.

Tapi, ada lho Seafood di Dubai yang harganya tergolong murah banget dan bisa dimakan berdua ataupun satu kampung. Tau kan kalo yang namanya makanan laut itu nggak murah kecuali kalau tempatnya pinggir laut pas? Ya kan? Nah tempat ini jadi tempat favorit kita di Dubai. Menggeser semuanya deh. Karena seafoodnya murah, enak, banyak pula. Sampai kita aja mikirin berapa profit yang mereka dapet kalo makanannya dijual semurah ini di Dubai. Harga makanannya sekitar 20 dirham hingga 50an dirham. Tapi jangan salah, satu porsinya itu bisa dimakan paling nggak bertiga lah. Kalo makannya normal ya, bukan porsi kuli ala gw dan suami. Itu juga free nasi sepuasnya. Bener-bener kalo keliatan nasi mau abis langsung ditambahin sama pegawainya.

 

Favorit kita berdua kepiting bumbu cajun plus jagung cajun. Suami gw yang ga favorit jagung aja sampe rebutan jagung cajunnya. Sumpah ini nulis sambil bayangin cajunnya eerrrrrr. Satu panci kepitingnya itu sekitar 35 dirham (setara 140 ribu). Satu panci ini isinya tiga kepiting jumbo. Mana dapet 3 kepiting jumbo disini 140ribu juga kan? Beberapa waktu lalu makan seafood di Malang, bertiga abis 300ribu tapi kepitingnya mini dan cuma 2, sisanya kerang-kerangan dan kurang puas.

 

Luar biasanya nih minumannya porsinya literan gila. Satu liter dan dua liter aja. Harganya 11-15 dirham. Nggak ada gelas tuh, minumnya di toples. Jadi seliter bisa diminum berdua kan kalo mau sharing. Sopo sing kate ngombe banyu seliter dewean sak dok sak nyeng?

 
sex appeal nama minuman ini. favorit.

Biasanya kita bayar sekitar 50 dirham (200ribu) berdua. Kalo lagi rakus bisa 75dirham. Itu 50dirham aja udah luar biasa kenyang dan puasnya. Inget ya, ini porsi kuli untuk orang yang doyan banget seafood. Jadi kalo makan biasa aja bisa kurang dari itu berdua. Setelah makan segitu puasnya cuma 200ribu, lalu kita bandingkan dengan seafood di Singapura yang abis lebih dari 500ribu dengan rasa yang nggak terlalu oke dan juga porsi yang sedikit. Kek nyeselnya tujuh turunan pernah makan disana 😁

Itu juga Dampa - Bodega Seafood ini letaknya di Deira. Deira ini masih lebih terjangkau daripada kawasan downtown yang jejeran Dubai Mall itu. Tapi sumpah kebangetan ini murah dan enaknya. Kita kalo suka banget sama makanannya, murah, enak, pasti kita puji-puji sampe berasa kek di endorse wkkwkw!

Oiya, Dampa-Bodega ini waiting list nya lumayan panjang kalo dateng diatas jam 7 malem ya. Kalo beruntung ya ndak pake antri. Kalo ndak beruntung ya minimal nunggu 30menit lah. Pertama kali dateng sih kita beruntung, besoknya kita waiting list, trus besoknya lagi kita dateng pas jam makan siang.  Seenak itu sampe kita makan disana 4 kali berturut-turut dan nggak bosen (juga hemat biaya makan juga). Lokasi juga deket hotel, tinggal jalan 10menit.

Kalo musim "dingin", banyak yang pilih makan diluar daripada dalam. Karena seger juga dan nggak mungkin bisa stay diluar kalo musim "panasnya" Dubai dateng. Nggak kebayang makan diluar disuhu 35-50 derajat. Oh iya! Pegawainya semuanya cowok dan ntah kenapa penampilan mereka seger-seger banget. Seragamnya pun fresh. Dan makanan ini katanya, asli Filipina. Dan makannya pun disuntek di meja.

PS : akulaper ngebayangin cajun 💩 rindu lah sama makanan ini errrrr gojek gojek

Comments

  1. Yah Allah...
    ini posnya bikin laper dah. Euuh... ._.
    Minuman sex appealnya menggoda ya...
    warnanya merah.... astaga.
    Bikin haucee... tiba-tiba tenggorokan jadi kemarau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uhhh percayalah jikalau ku juga mengilerrrr eeeeerrrr

      Sex appealnya sungguh enak seger sekali

      Delete
  2. Biaya sekali makan di Dubai hingga beratus-ratus ribu.. 💯💯
    Beeuu.. Mahal amir..

    Tapi kalau keadaan keuangan memungkinkan ya gak masalah, enjoy your life ya mbak, yang penting masakannya sesuai selera dab pas di lidah 😋 ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ituuu, mahal. jd gini nih bikin bersyukur idup di indonesia makan lalapan ayam masih 15ribu aja hahahah

      Delete
  3. bisalah sekali kesana yah , sekali aja nyobain , kalo berkali kali bisa bangkrut , lumayan murah juga kepitingnya kak , ngga dapet lah kalo disini begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ke dubai kudu dicobain ini. Makanan enak termurah di dubai wkwkw!

      Nah itu disini seafood mahal, satu kepiting jumbo aja udah diatas 100ribu kan? Jadi waktu makan di dampa bahagia bgt dpt seafood murah enak 😆

      Delete
  4. Oh gitu,jadi postingan kali ini anda cuman ingin membuat saya ngiler?

    Ok fix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyalah jelas. Kalo ga ngiler ya gak kesampean dong tjuannya 😝

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

Feeling Balanced

Never thought that I could feel this balanced. I now understand what zen is.  After all ups and downs that made me question my existential (probably won't be the last), I am starting to feel only love and less hate. As if love and compassion filling my heart every day. It's easy to annoy me normally, but so far, this past couple of months I feel less annoyed. So weird, crazy, yet amazing. Say, when I hear people talking about things I prefer not to talk about, like polygamy, I don't feel hate anymore. Usually, I'll say bad words, cursing them, you name it. But last night I watched a video about that and it made me feel "HA HA HA Stupid ignorant reasons" that was it. I thought I'll be emotional and angry, but I didn't. I even take pity for them. I know it's their right to do so, but the youngest wife wanted to go to college, and instead, she is married to that old guy who promised her to pay for her college. But that never happens (yet) even after 3

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a