Skip to main content

BaliSeries (1): Makan di Bali Itu Murah

Gw tinggal di Bali udah hampir 2 tahun, jadi pengen bikin tulisan #BaliSeries. Bukan tentang Bali yang umum diketahui orang, tapi hidup di Bali sebagai orang biasa dengan biaya hidup yang masuk akal. Orang-orang taunya Bali mahal. Padahal nggak juga hey! Tiap kali ada yang tau gw tinggal di Bali, orang pasti bilang "Eh, hidup di Bali kan mahal banget!" Hmm... nggak juga sih. Jadi gw akan tulis harga-harga di Denpasar ya karena gw tinggal di Denpasar. Denpasar yang ibukota dan bukan tempat tujuan utama turis buat plesir.  Gw sering keliling Bali tapi karena gw nggak tinggal di sana jadi gw nggak bisa bilang mahal murahnya. Tapi kalau untuk ukuran turis, harga di daerah utara dan timur bisa gw bilang lebih murah daripada Denpasar, Ubud, atau daerah pantai barat. Oke, tulisan pertama ini gw akan bahas hal yang gw demen. MAKANAN.  Gw secara personal lebih suka makanan Jawa daripada makanan Bali. Makanan Bali cenderung penuh rempah, rasanya kuat. Yaa setelah hampir dua tahun sih g

Tetralogi Buru : Buku Wajib Bacaan Orang Indonesia


Akhir-akhir ini sedang menyelesaikan bacaan Tetralogi Buru yang mana itu (menurut gw) merupakan buku wajib untuk dibaca orang Indonesia. Semacem buku sejarah tapi bentuknya nggak keliatan kalo lagi bahas sejarah. Bahkan kata Soesilo Toer aja bilang "Pram itu, bikin buku sejarah non fiksi tapi dibikin kayak fiksi. Nah yang fiksi dia bikin kayak non fiksi. Tau Minke kan? Dia itu nyata, tokoh asli, tapi Pram aja bikinnya kayak fiksi".  Statement ini semakin menguatkanku mengidolakan Nyai Ontosoroh sepenuhnya.

Diawal-awal emang krasa banget kebimbangan seperti "Ini buku kisahnya beneran nggak sih? Nyata nggak sih tokohnya?" Perlahan tapi pasti jadi mikir "Ah nggak lah kalo ini fiksi, semua cerita-cerita tentang negeri ini pernah gw baca dan datanya cocok kok". Penggunaan bahasanya pun cukup sekali, tidak terlalu tua tidak terlalu muda. Standar tapi tetap kerasa klasiknya. Terjemahan Bahasa Inggrisnya pun juga asik nggak kaku seperti buku-buku lawas. Ya memang sih ada beberapa kata yang masuk kosakata jadul seperti gubermen, tabik, sepku, dll. Kata-kata yang digunakan kala itu tetap ditulis seperti aslinya. Kata-kata yang bisa kita cari cepat di KBBI online untuk mengetahui artinya.

Buku ini selalu kubawa ke kantor untuk baca, kemudian muncul lah seorang history geek lainnya dan menyambar "Re-read ato baru pertama baca?" Gw jawab baru pertama baca. Hiyaaaaaa dicacimaki gw. Gw juga sih nyesel banget kenapa juga baru 2018 akhir gw baca buku ini. Bener-bener buku yang harus dibaca orang Indonesia. Mungkin buku ini harus mulai digunakan di sekolah-sekolah untuk belajar sejarah. Karena sejarah kan nggak semua orang suka. Justru malah kebanyakan orang benci sejarah karena kemasannya yang kurang menarik saat dipresentasikan.

At Kampoeng Heritage,

Ah ku terlalu jatuh cinta kepadanya. Pram pernah bilang, negarawan, politisi itu harus pernah baca buku Max Havelaar. Karena disitu dituliskan betapa hidup rakyat sengsara karena kegilaan orang orang yang ada di pemerintahan yang korup dan tidak peduli dengan rakyat, tapi hanya peduli dengan dirinya sendiri dan juganya memperkaya dirinya sendiri. Serius ya, untuk orang yang nggak tersentuh dengan membaca kondisi rakyat kala itu bener bener berhati setan. Setan bangsat yang nggak akan pernah tersentuh atau peduli dengan keadaan orang lain yang tidak memiliki kuasa apapun. Politisi harusnya baca buku itu. Dan politisi juga harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Kalau ndak gitu ya jadinya hanya peduli dengan dirinya sendiri.

Mungkin orang berpikir bahwa membaca buku sejarah itu tidak penting tapi menurut gw penting banget. Biar jiwanya sadar dan nggak hanya materi atau dirinya sendiri saja yang dipikirkan, tapi ini semacam pengingat untuk diri sendiri bahwa apa yang kita rasakan sekarang juga merupakan kerja keras dari nenek moyang kita dulu berdarah darah demi mengibarkan bendera merah putih, menjadi negara berdaulat. Lah trus kita harus lakukan apa untuk maintain kemerdekaan yang sudah kita punya ini? Ya jadilah orang yang berguna, jangan saling sindir jangan saling menyakiti meskipun berbeda. Terimalah orang lain yang berbeda dari kita, apapun pilihan politiknya, apapun ras, agama, pendapat dan semuanya yang berbeda dari kita. Asal, tidak saling melangkahi prinsip masing masing, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menghormati keputusan orang lain.

Inget ya, negeri ini diperjuangkan oleh orang orang yang berbeda keyakinan, berbeda ras, berbeda segalanya, yang mereka tau mereka menginginkan satu hal yang sama. Kemerdekaan Indonesia. Janganlah kita sakiti spirit dan perjuangan mereka dengan saling julid karena berbeda keyakinan atau pendapat.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan (dan sejarah bangsanya).

Seperti kata mas Riza, abis baca tetralogi Buru ini kita bakalan berasa pinter 😎 Jadi gimana? yang belum baca buruan baca deh.

Comments

  1. Eciehhh nembe bar rampung moco...

    Aku sih wes sue...


    Wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemm iya iyaaa kan aku jd cepet bacanya gara2 mbok kompori cak 🤣

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini