Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Ini Dutch, Bukan Deutsch


Hari ini kelas Bahasa Belanda yang kedua dan ehmmm lagi lagi bacanya seperti Jerman. Ntah kenapa, terlalu lama terkontaminasi Jerman bertahun tahun jadi bikin lidah ini ngomongnya persis Jerman meskipun tulisannya Belanda. 

Trus jadi mikir hari ini, kayaknya ngomongnya lebih gampang Jerman daripada Belanda deh ya. Ya mungkin karena kebiasaan juga akhirnya juga begitulah. Baca vokal dobel malah diganti hurufnya, padahal vokal dobel di bahasa ini dibacanya panjang (contoh heeft dibacanya bukan hift tapi heift). Tapi ya lidah tidak bertulang. Mlungker mlungker. 

Duits yang harusnya dibaca Dauts, gw baca Deutsch (Doits). Artinya sih sama, tapi bacanya bego. Gini jadi mikir sejenak "oh begini ya rasanya murid gw yang gw suruh baca Korea dengan benar yang kedengeran kek mandarin" Lidah dan otaknya beda arah. 

Ini senin, dan hari ini juga gw punya kelas pertama Bahasa Belanda, trus langsung ngajar Korea. Lidah rasanya harus di setel ulang biar ganti nada. Itu ternyata cukup menantang lol. Tapi seru sih. Sekarang PR gw harus rajin baca. Baru kemarin nyuruh murid gw latihan baca novel Korea sekarang gw yang disuruh baca. Udah lupa rasanya jadi murid gimana 😂

Lucunya, yang ngajar kalo gw udah kebangetan banget dia bilang "Gapapa wis kamu kan dari selatan, masih lah ada logat logat aksen baca memper Jerman". 

Iya jadi PR ku hari ini dan selanjutnya adalah belajar membaca 😀

Comments

  1. Yang beda-beda tipis suka malah mbingungin ya. Waktu belajar Jerman dulu (sekarang sudah tidak bisa lagi, nggak pernah dipakai soalnya hehe), tetap saja nggak ngerti kalau Ibu ngomong Belanda. BTW, artikel ini bikin saya jadi ingat sama "Prisencolinensinainciusol", lagu tahun 70'an oleh Adriano Celentano (tentang gimana rasanya ngengerin omongan yang bahasanya kita nggak ngerti). :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wAhh iya betul. Yang mirip2 dikiranya gampang eh malah ngeselin. Suka bingung dan terdistraksi dong :D

      eh lagu apa itu?? aku cek dulu ahh :D tp emang suka kesel sih kl ada ditengah2 orang yang bahasanya kita gatau apa. dan berprasangka "jangan2 mereka ngomongin aku lagi" hahah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men