Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Dampa Seafood - Dubai

 

Dubai itu mahal. Biaya hidupnya disana. Ya namanya juga negerinya orang kaya. Meskipun ya masih ada juga yang orang pinggiran. Itu ada, tapi ya yang tajir melintir juga nggak dikit juga. Jadi harga makanan disana juga cenderung mahal juga. Ada yang bilang Dubai ini kota artificial yang mahal banget. Nggak salah juga sih. Eh tapi harga yang murah banget adalah bensin! Bahkan lebih murah daripada air mineralnya. Bensin seliternya 2 dirham sedangkan harga air mineral 600ml itu sekitar 2-5 dirham (apalagi yang Evian tuhh dih mahal bener).

Makanan siap saji seperti McD, Subway saja harganya di kisaran belasan hingga 20an dirham yang setara dengan 50ribu hingga 100ribu rupiah. Itu yang fast food, belum lagi yang makanan yang porsinya beneran sepiring semangkuk gitu. Harganya pasti diatas 20 dirham seporsinya.

Ini pandangan mahal ini bukan karena di konversi ke rupiah ya, tapi residen Dubai sendiri bilang kalo makanan di Dubai itu termasuk mahal kalau nggak pandai cari yang murah dan enak. Jadi bukan karena beda konversi ya.

Tapi, ada lho Seafood di Dubai yang harganya tergolong murah banget dan bisa dimakan berdua ataupun satu kampung. Tau kan kalo yang namanya makanan laut itu nggak murah kecuali kalau tempatnya pinggir laut pas? Ya kan? Nah tempat ini jadi tempat favorit kita di Dubai. Menggeser semuanya deh. Karena seafoodnya murah, enak, banyak pula. Sampai kita aja mikirin berapa profit yang mereka dapet kalo makanannya dijual semurah ini di Dubai. Harga makanannya sekitar 20 dirham hingga 50an dirham. Tapi jangan salah, satu porsinya itu bisa dimakan paling nggak bertiga lah. Kalo makannya normal ya, bukan porsi kuli ala gw dan suami. Itu juga free nasi sepuasnya. Bener-bener kalo keliatan nasi mau abis langsung ditambahin sama pegawainya.

 

Favorit kita berdua kepiting bumbu cajun plus jagung cajun. Suami gw yang ga favorit jagung aja sampe rebutan jagung cajunnya. Sumpah ini nulis sambil bayangin cajunnya eerrrrrr. Satu panci kepitingnya itu sekitar 35 dirham (setara 140 ribu). Satu panci ini isinya tiga kepiting jumbo. Mana dapet 3 kepiting jumbo disini 140ribu juga kan? Beberapa waktu lalu makan seafood di Malang, bertiga abis 300ribu tapi kepitingnya mini dan cuma 2, sisanya kerang-kerangan dan kurang puas.

 

Luar biasanya nih minumannya porsinya literan gila. Satu liter dan dua liter aja. Harganya 11-15 dirham. Nggak ada gelas tuh, minumnya di toples. Jadi seliter bisa diminum berdua kan kalo mau sharing. Sopo sing kate ngombe banyu seliter dewean sak dok sak nyeng?

 
sex appeal nama minuman ini. favorit.

Biasanya kita bayar sekitar 50 dirham (200ribu) berdua. Kalo lagi rakus bisa 75dirham. Itu 50dirham aja udah luar biasa kenyang dan puasnya. Inget ya, ini porsi kuli untuk orang yang doyan banget seafood. Jadi kalo makan biasa aja bisa kurang dari itu berdua. Setelah makan segitu puasnya cuma 200ribu, lalu kita bandingkan dengan seafood di Singapura yang abis lebih dari 500ribu dengan rasa yang nggak terlalu oke dan juga porsi yang sedikit. Kek nyeselnya tujuh turunan pernah makan disana 😁

Itu juga Dampa - Bodega Seafood ini letaknya di Deira. Deira ini masih lebih terjangkau daripada kawasan downtown yang jejeran Dubai Mall itu. Tapi sumpah kebangetan ini murah dan enaknya. Kita kalo suka banget sama makanannya, murah, enak, pasti kita puji-puji sampe berasa kek di endorse wkkwkw!

Oiya, Dampa-Bodega ini waiting list nya lumayan panjang kalo dateng diatas jam 7 malem ya. Kalo beruntung ya ndak pake antri. Kalo ndak beruntung ya minimal nunggu 30menit lah. Pertama kali dateng sih kita beruntung, besoknya kita waiting list, trus besoknya lagi kita dateng pas jam makan siang.  Seenak itu sampe kita makan disana 4 kali berturut-turut dan nggak bosen (juga hemat biaya makan juga). Lokasi juga deket hotel, tinggal jalan 10menit.

Kalo musim "dingin", banyak yang pilih makan diluar daripada dalam. Karena seger juga dan nggak mungkin bisa stay diluar kalo musim "panasnya" Dubai dateng. Nggak kebayang makan diluar disuhu 35-50 derajat. Oh iya! Pegawainya semuanya cowok dan ntah kenapa penampilan mereka seger-seger banget. Seragamnya pun fresh. Dan makanan ini katanya, asli Filipina. Dan makannya pun disuntek di meja.

PS : akulaper ngebayangin cajun 💩 rindu lah sama makanan ini errrrr gojek gojek

Comments

  1. Yah Allah...
    ini posnya bikin laper dah. Euuh... ._.
    Minuman sex appealnya menggoda ya...
    warnanya merah.... astaga.
    Bikin haucee... tiba-tiba tenggorokan jadi kemarau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uhhh percayalah jikalau ku juga mengilerrrr eeeeerrrr

      Sex appealnya sungguh enak seger sekali

      Delete
  2. Biaya sekali makan di Dubai hingga beratus-ratus ribu.. 💯💯
    Beeuu.. Mahal amir..

    Tapi kalau keadaan keuangan memungkinkan ya gak masalah, enjoy your life ya mbak, yang penting masakannya sesuai selera dab pas di lidah 😋 ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ituuu, mahal. jd gini nih bikin bersyukur idup di indonesia makan lalapan ayam masih 15ribu aja hahahah

      Delete
  3. bisalah sekali kesana yah , sekali aja nyobain , kalo berkali kali bisa bangkrut , lumayan murah juga kepitingnya kak , ngga dapet lah kalo disini begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ke dubai kudu dicobain ini. Makanan enak termurah di dubai wkwkw!

      Nah itu disini seafood mahal, satu kepiting jumbo aja udah diatas 100ribu kan? Jadi waktu makan di dampa bahagia bgt dpt seafood murah enak 😆

      Delete
  4. Oh gitu,jadi postingan kali ini anda cuman ingin membuat saya ngiler?

    Ok fix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyalah jelas. Kalo ga ngiler ya gak kesampean dong tjuannya 😝

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu