Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Pentingnya Asuransi Kesehatan


Jujur sih gw kurang paham dengan scene menunggaknya tagihan BPJS ke rumah sakit/faskes yang ditunjuk. Tapi bisa jadi itu juga soal pengguna BPJS yang molor bayar atau malas bayar. Disini juga gw ngga bakal bahas masalah itu karena sangat diluar ranah saya (elahh iyalah gw idupnya sama angka dan huruf korea aja lol).

Histori pemakaian BPJS gw juga sebenernya peralihan dari ASKES (karena babe adalah PNS yang ASKES nya cover buat 2 orang anak juga hingga si anak lulus kuliah) ketika lulus kuliah. Karena selalu terbantu dengan ASKES, maka sesegera mungkin babe daftarin anaknya BPJS. Karena pribadi, kemudian kerja di kantor dan di cover kantor, jadi kudu dialihkan lagi dari BPJS pribadi ke BPJS yang ditanggung kantor dan prosesnya terkendala sekian bulan jadi harus bayar 1,5juta. Setelah dibayar langsung jadi tanggungan kantor (yg sebenernya juga gw ikutan bayar juga kan dipotong gaji). Setelah resign dan harus dipindah ke pribadi lagi, alhasil berbulan-bulan juga jadi bayar 1juta.

Dulu pengguna ASKES hanya pegawai negeri dan keluarganya saja. Masyarakat umum nggak bisa dapet asuransi kesehatan kecuali ikut asuransi swasta. Lambat laun ternyata dibikinlah sistem asuransi kesehatan khusus warga miskin. Agak aneh sih karena menurut gw asuransi kesehatan adalah hak semua warga. Nggak kaya miskin harus terjamin kesehatannya. Kemudian lahirnya BPJS ini yang mampu mengakomodir kebutuhan kesehatan bagi semua warga. Kaya miskin, pertanyaan pertama di rumah sakit adalah "Punya BPJS? Atau asuransi kesehatan?".

penampakan Kartu BPJS yang merge dengan KIS

Sebetulnya tulisan ini bukan soal BPJS, tapi tentang asuransi kesehatan. Banyak yang cerita ke gw kalo BPJS ini kurang ciamik. Ya lagi-lagi bukan urusan gw ya apa yg ada dibelakang layar mereka tapi selama mereka masih melayani dan fasilitas bisa gw pake yaudah. Asuransi kesehatan yang murah disini adalah BPJS dengan harga mulai 25ribu untuk kelas 3 hingga 80ribu untuk kelas 1. Yang membedakan bukan obat yang diberikan untuk penyakit yang sama tapi lebih kepada kamarnya. Bisa upgrade tapi selisih biaya ditanggung sendiri. Sedangkan untuk asuransi swasta biasanya tarifnya lebih mahal tapi servis juga agak lebih daripada BPJS. Kembali lagi soal harga tergantung kemampuan. Kalau mampunya pake yang murah yaudah yang murah aja, kalo mampunya pake yang mahal yaudah beli yang mahal.

Banyak banget temen yang nggak mau pake (dalam hal ini) BPJS karena pelayanannya katanya nggak bagus kalo dirumah sakit. Sedangkan kalo pake asuransi swasta gitu mereka ga sanggup bayar. Akhirnya mereka pake biaya sendiri yang biasanya mahal dong sekali periksa. Atau cerita lain yang nggak kalah seru adalah "Masa aku ga sakit masih harus bayar? Enak dong mereka pake duit kita terus? Lagian ngapain pake asuransi kesehatan sih, kek doain kita sakit aja". Elahhh bukan gitu juminten! Ya okelah nggak bisa disalahin juga dong mereka mikirnya gitu, tapi kok sedangkal itu sih.

Siapa coba manusia yang pengen sakit?? Nggak ada dong. Tapi beberapa bulan lalu ga ada angin ga ada ujan, cuma ada pasir aja dijalanan yang bikin suami gw nyetirnya nyelungsep yang akhirnya gw harus ke UGD di Bali. Eh keliatannya murah deh, tapi setelah dibayar rontgen dll abis juga 400ribu sekali periksa (gara-gara BPJS kondisi nonaktif). Yang kemudian setelah tangan gw sembuh, eh kaki gw ngajak masuk UGD juga di Surabaya. Sebulan itu masuk UGD dua kali dengan biaya yang kurang lebih sama. Ga ada yang tau kan? Kaki gw gatel aja pengen masuk UGD sampe berakibat nggak bisa jalan gitu.

Jadi pada dasarnya jarang banget orang yang seumur hidupnya nggak pernah sakit. Ya kan? Menurut gw, asuransi kesehatan itu perlu banget. Dan banyak orang yang nggak sadar akan pentingnya asuransi kesehatan. Cari aja asuransi kesehatan yang bisa cover kebutuhan dasar yang contoh scalling gigi dapet, nambal gigi dapet, lumayan lho sekali scalling kan 100-200ribuan. Ya kalo nggak sakit ya alhamdulillah, asuransinya bisa dipakai buat scalling tiap 6 bulan sekali kan.

Tapi kembali lagi, semua itu soal mindset masing-masing tentang asuransi kesehatan. Selama merasa nantinya mampu membayar biaya pas sakit tanpa menggunakan asuransi kesehatan ya kenapa nggak? Gw cukup terbantu dengan adanya asuransi kesehatan ini. Sekarang lagi mau dipindah faskes ke Malang deket rumah biar bisa urus gigi juga nggak harus pulang ke Pandaan dulu.

Jadi gimana? Kamu punya asuransi kesehatan juga nggak? 😄

Comments

  1. setuju dengan isi tulisannya….mantap ulasannya.

    ReplyDelete
  2. Eikeh dong BPJS Kesehatan. Dan alhamdulillah sampe sekarang gak pernah dipake. Karena akuhnya dikasih nikmat sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya... sehat ini nikmat bgt deh yg kudu disyukurin ya

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…