Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Freaky

 

Kucing ini semacem nggak tau diri. Ceritanya bermula ketika gw sama HJ pindahan rumah ke Malang. Tetiba ini kucing parkir di atas mobil papa. Duduk manis gitu lah diatas kap mobil.

Nah kita beberapa hari langsung aja cabut dari Malang dalam rangka yahhh honeymoon part 1, balik-balik ke Malang kok ya ini kucing semakin nempel ke catman yang ada dirumah. Dikasih makan nggak mau, maunya dielus-elus dikasih perhatian gitu. Sampai akhirnya HJ kasih nama dia Freaky.

Semakin aneh aja karena dia pasti dateng kalo kita buka pintu dapur. Tiap dibuka, nggak sampai lah 5 detik si kucing udah sampai depan pintu. Apalagi kalau dipanggil FREAKY, ehh langsung meong-meong.

HJ dengan bangganya ngeklaim kalau Freaky ini memilih kita untuk menjadi bosnya (berasa kayak 'terimakasih nak kau telah memilih kami sebagai orangtuamu' 😯), jadi kalau nanti kita pindah dari Malang, kita harus bawa Freaky ini. Dari semua hal terkait kepindahan rumah, yang diinget pertama kali 'Pokoknya kalo kita pindah kita harus bawa Freaky, dia milik kita'. Bahkan sebelum HJ balik kerja aja yang dipesenin pertama kali 'Jangan lupa kasih makan freaky! Awas kalo nggak kamu kasih makan' 😕

Sekarang si Freaky lagi hamil, ntah siapa yang menghamilimu nak. Apakah si Friko kucing blok belakang? Ataukah si hitam legam yang selalu mengejar cintamu tapi selalu kau campakkan nak?

Comments

  1. si freaky dijodohin sama kucingku asyik
    itemnya dominan
    klo sama kucingku putih bakalan kece anaknya
    sayang udah gak perawan huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jarang ada kucing prawan sekarang mah... jadi kamu menerima ketidakperawanan Freaky apa ndak?

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...