Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Tindakan Amoral

Cerita ini bermula dari suami seorang teman yang bercerita kepada istrinya yaitu teman kami dan kemudian teman kami menceritakan ulang kepada kami ......skip.....

  
sheknows.com

Alkisah seorang suami dari seorang teman ini bercerita bahwa kejadian kasus pembuangan bayi meningkat di bulan September ini, di kota seberang. Analisa sementara mengacu pada kemungkinan kasus free sex without protection pada awal tahun baru 2017. Pas ya, 9 bulan kan?


Terlepas dari siapa pelakunya, usia berapa pelakunya, bagaimana latar belakang sosialnya, ingin hati saya mengatakan mereka adalah bajingan, namun apa daya... mungkin saja kebanyakan dari mereka juga korban. Korban pemerkosaan misal. Untuk kasus pemerkosaan, jelas saya tidak bisa menulis lebih jauh karena memang kejadiannya adalah kecelakaan. Tapi bagaimana dengan kasus suka sama suka yang ingin mengejar nikmatnya duniawi tanpa memikirkan hal yang jauh ke depan?

Saya tidak berbicara soal agama disini. Karena semua agama yang saya tahu melarang hubungan seksual sebelum nikah. Yang saya ingin tuliskan disini adalah bagaimana pendidikan seks masih dianggap tabu hingga tidak pantas diajarkan kepada anak. Hal yang paling sederhana dari kegiatan koitus adalah proses sperma bertemu dengan ovum, dan berpotensi menjadikan itu suatu kehamilan. Sederhana kan? Tapi kenapa banyak yang nggak paham?

Kita anggap saja remaja belasan tahun pelakunya, yang masih bau kencur dan ingin merasakan hal-hal 'enak' tanpa mengetahui efek samping dari hal yang dilakukannya. Efek samping pasti sudah diketahuinya, tapi dia tidak menghiraukan efek samping tersebut. Yang penting enak, klimaks, enak lagi. Jangankan yang belasan tahun, yang sepantaran saya aja, ada yang begitu. Seks sebelum nikah, tapi tanpa peduli proteksi apapun, ntah kondom ataupun pil. Dia hanya ingin enak, klimaks, enak lagi.

Saya kira ini juga tergantung dari faktor sosial budaya kita yang nggak mengijinkan hubungan seks sebelum nikah, lingkungan beragama yang taat yang tak layak memperbincangkan soal seks (ini nggak cuma islam aja lho, serius), lingkungan yang terlalu konservatif dan menganggap hal itu terlalu kebarat-baratan. Well yea to be honest, meskipun itu hal kebarat-baratan dan nggak cocok dilakukan disini, toh anak-anak jaman sekarang suka meniru trend dari barat. Mau nggak mau sebagai orang tua harusnya mengikuti trend tersebut. Maksudnya, mereka harus up to date biar anak-anaknya nggak kebobolan. Bukan malah menutup mata. Ya susah juga sih, tapi kan kita harus berusaha. Eh tapi di barat, mereka terbuka dan usia remaja diberikan pendidikan seksual dan kalau bisa diberikan penyuluhan tentang kontrasepsi juga. Jadi kasus bayi dibuang atau kehamilan tak diinginkan pun tidak sebanyak disini.

Dengan beberapa hal yang saya kira menjadi pemicunya, akhirnya menjadikan anak-anak berontak. 'Ah kan cobain cuman dikit', atau 'Ah nggak mungkin hamil kalo sekali', atau mungkin 'hamil ga hamil urusan nanti'. Lagi-lagi soal pendidikan ya. Pendidikan yang kurang, pengetahuan yang sempit, akan menjadikan hal ini seperti lingkaran setan. Terus berulang. Jikalau memang sudah kebobolan, orangtua akan dengan terpaksa menikahkan anaknya dan 3 bulan kemudian sudah melahirkan.

Guys, gw ga halangi kalian mau berhubungan seks sebelum nikah ataupun nggak itu urusan kalian. Kalopun kalian percaya dosa, ya itu dosa kalian bukan dosa gw. Tapi satu hal yang kalian mesti tau, anak itu tanggungjawabnya luar biasa gede. Gw belom punya anak sih, tapi ngebayangin mendidik mereka secara moral dan spiritual serta emosional, itu nggak melulu soal duit juga. Tapi tentang kesiapan. Ada jutaan pasang suami istri yang pengen banget punya anak, tapi belom dikasih sama yang punya hidup, tapi ada banyak pasang orang yang tak bertanggungjawab melakukan seks pranikah dan hamil dan membuang bayinya. Kalau toh kalian hamil, ga masalah. Tapi jangan dibuang bayinya plis. Mereka nggak salah, mereka juga nggak bisa milih untuk dilahirkan dikeluarga apa.

Kalaupun kalian hamil dan merasa masih belum siap dengan kehadiran bayi ini, tolong belajar lah. Belajarlah lebih untuk menjadi orangtua yang setidaknya memberikan yang terbaik untuk anak. Terus belajar dan belajar. Membuang bayi kalian tidak akan menyelesaikan masalah.

Kalau kalian yang ingin melakukan hubungan seksual sebelum nikah, tolong lakukan dengan proteksi dan bertanggungjawab. Jangan sampai demi yang enak-enak kalian nggak menghiraukan resiko penyakit kelamin dan juga resiko kehamilan yang mungkin terjadi.

Kalau kalian takut dengan resiko yang terjadi, yaudah jangan lakuin sampai kalian nikah nantinya. Gampang kan?!

Pilihan ada ditangan kalian, tanggungjawab juga ditangan kalian sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...